Senin, 06 Agustus 2012

Well

10 Mei 2012

Setelah 2 hari membiarkan diri nyaman di rumah saja, dengan aktifitas ala anak kost baru pindahan --yaitu sibuk nyuci, bersih-bersih, angkut sana angkut sini -- hari ini memutuskan untuk keluar rumah. Baru nyetir motor sebentar, rasanya tulang sudah mau remuk saking panasnya suhu udara siang, ditambah lagi hidung tiba-tiba gatal melulu. akibatnya sepanjang jalan, tangan kiri tak henti2nya mengusapi ujung hidung yang sudah merah kian karena diusap terlalu keras.

Jarak 4,5 KM berhasil ditempuh dalam waktu 15 menit dengan baik, meskipun ada 2-3 kali kaget dipengkolan karena tidak biasanya ada motor atau mobil lain yang lewat di jalan kampung yang mulus tak mulus itu. sesampai di kantor, langsung diomelin oleh ketua... masalahnya sepele buatku tapi tidak buat bisnismen seperti dia. perkara komunikasi yang kurang cocok antara Abee dengan temannya ketua -miner bijih besi-

Setelah mendengar beberapa omelan dan membuat sedikit pembelaan tidak penting, aku melakukan konfirmasi dengan Abee yang sedang sibuk menyelesaikan proposal untuk pembangunan Smelter Nikel di Sulawesi, akhirnya resolved. case closed! Alhamdulillah. Ngilu dalam tulang belum hilang, tapi setidaknya sudah lebih nyaman.

Sebelum tiba saatnya makan siang, dapat telpon dari wakil ketua KI Aceh untuk menghubungi seorang kawan agar memastikan surat penetapan sebagai Komisioner KI Aceh ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRA yang dari Fraksi Demokrat. Sempat kalang kabut juga ketika tahu bahwa suratnya malah belum ada di meja pak Wakil Ketua DPRA itu. koordinasi cepat dilakukan serentak dan 3 jam kemudian dapat kabar bahwa Sudah diteken.

Kabarpun disebarkan, dengan sambutan Alhamdulillah. Namun belum selesai, masih harus dipastikan bahwa surat itu segera meluncur ke Biro Hukum Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur untuk melewati proses selanjutnya. Agak pesimis bahwa KI Aceh akan dilantik pada masa penjabta Gubernur sekarang, karena Pelantikan Gubernur baru akan berlangsung pada 4 Juni 2012 nanti. Bisa jadi masih harus menunggu. sementara itu, Ketua KI Aceh sudah melakukan koordinasi dengan pihak Dishubkomintel soal mobiler untuk sekretariat. Mudah-mudahan semua berlangsung baik dan sesuai dengan rencana, sehingga kami bisa segera memproses dana yang sudah diam terlalu lama di DPKKA untuk segera memulai kegiatan awal.

Bisa jadi, setelah sekretariat siap dan menunggu hari pelantikan, KI Aceh sudah bisa memulai aktifitas dengan menyusun rencana strategis institusi, merumuskan kode etik, tata tertib dan mempersiapkan bahan sosialisasi. setelah kegiatan ini selesai, baru akan dilanjutkan dengan rencana konsultasi sekaligus mengikuti rakornas KI pusat di Jakarta pada bulan Juni, Insya Allah. semoga saja, dimudahkan dan dilancarkan semua urusan ini, aammiin

Tidak ada komentar: