Selasa, 28 Oktober 2008

Kapan berenti bikin anak?

harus diingat, jangan baca judulnya saja, atau alinea pertama saja.. teruskan sampai akhir, karena yang ditekankan adalah "BIKIN ANAK" bukan "HAVING SEX" ada bedanya kan?

kalau mau baca langsung dimana artikel ini di ambil untuk di Copas dan sebarluaskan dimari, silakan klik.

kalau malas keluyuran kesana, baca .. silakan baca
BAGI sebagian pasangan, terkadang kehamilan bukan sesuatu yang direncanakan. Tapi sikap berhati-hati tetap harus dilakukan, karena anak yang diturunkan oleh pria berusia di atas 40 tahun kemungkinan besar berisiko terlahir cacat.

Mengenai hal itu, psikolog yang concern di bidang psikologi anak Rudangta Arianti Sembiring, Psi, mengungkapkan bahwa usia ayah memengaruhi kondisi kesehatan fisik dan psikologi anak yang akan dilahirkan sang ibu kelak.

"Sebaiknya untuk seorang wanita usia 40 tahun itu sudah berhenti memiliki anak. Karena secara statistik saat melahirkan di usia tersebut akan membuat anak terlahir bermasalah dan kemampuan ibu untuk merawat juga sudah berkurang. Pun demikian dengan pria. Kendati sebenarnya secara biologis pria berusia 40 tahun masih mampu bereproduksi, tapi kemampuan untuk berkomunikasi dan memahami anaknya itu sudah berkurang," ucap Rudangta saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (29/10/2008).

Tak hanya sebatas itu saja, sambung Rudangta, kesanggupan secara ekonomi juga harus dipertimbangkan.

"Dari segi ekonomi harus sudah dipikirkan matang-matang sanggup menanggung berapa anak. Sebab bila memiliki banyak anak dari segi perhatian pasti akan kurang. Sementara perhatian kepada anak seperti kebutuhan kasih sayang, komunikasi, biologis, dan pendidikan itu harus dipenuhi. Sehingga harus dipikirkan betul," papar wanita ramah ini.

Lebih lanjut staf pengajar di Universitas Kristen Satya Wacana ini mengungkapkan, saat sang ibu maupun ayah telah berumur, maka risiko untuk memiliki anak yang kekanak-kanakan lebih tinggi.

"Selain berisiko terlahir cacat, anak bungsu yang usianya terpaut jauh dari kakaknya akan membuat dia memiliki sifat kekanak-kanakan. Sehingga secara psikologis kurang matang dan membuatnya merasa terbebani di pergaulan mereka kelak," ungkapnya.

Meskipun risiko memiliki anak di usia matang lebih tinggi dari usia dewasa awal, namun Anda tetap dapat menambah keturunan saat memiliki support system yang baik.

"Kalau memang ada support system (dukungan) dari keluarga semisal nenek, tante, atau kakak yang bisa membantu mengasuh anak. Maka keinginan untuk menambah keturunan masih bisa dipertimbangkan," pungkasnya. (nsa)


---pikirkanlah tentang kesehatan reproduksi sang Ibu, jangan hanya memikirkan tentang anda (laki-laki) harus punya anak saja---

Cara Menyusui yang benar

perlu nih yang begini-begini diarsipkan..
karena punya minat, mau mendukung Inisiasi Menyusu Dini (IMD) ..
yah ndak musti jadi Bidan atau Istri Presiden buat nyebarin yang benar kan?

so.. Copas lah dari sini.. btw, aku bukan plagiat lhooo

KEGAGALAN menyusui sering disebabkan karena kesalahan memosisikan dan meletakkan bayi. Puting ibu menjadi lecet sehingga ibu enggan untuk menyusui, produksi ASI berkurang dan bayi menjadi malas menyusu.

Langkah menyusui bayi yang benar:
1. Cucilah tangan dengan air bersih yang mengalir.

2. Perah sedikit ASI dan oleskan ke puting dan areola sekitarnya. Manfaatnya adalah sebagai desinfektan dan menjaga kelembapan puting susu.

3. Ibu duduk dengan santai, kaki tidak boleh menggantung.

4. Posisikan bayi dengan benar:
-Bayi dipegang dengan satu lengan. Kepala bayi diletakkan dekat lengkungan siku ibu, bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu.
-Perut bayi menempel ke tubuh ibu.
-Mulut bayi berada di depan puting ibu.
-Lengan yang di bawah merangkul tubuh ibu, jangan berada di antara tubuh ibu dan bayi. Tangan yang di atas boleh dipegang ibu atau diletakkan di atas dada ibu.
-Telinga dan lengan yang di atas berada dalam satu garis lurus.

5. Bibir bayi dirangsang dengan puting ibu dan akan membuka lebar, kemudian dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dan puting serta areola dimasukkan ke dalam mulut bayi.

6. Cek apakah perlekatan sudah benar:
-Dagu menempel ke payudara ibu.
-Mulut terbuka lebar.
-Sebagian besar areola terutama yang berada di bawah, masuk ke dalam mulut bayi.
-Bibir bayi terlipat keluar.
-Pipi bayi tidak boleh kempot (karena tidak menghisap, tetapi memerah ASI).
-Tidak boleh terdengar bunyi decak, hanya boleh terdengar bunyi menelan.
-Ibu tidak kesakitan.
-Bayi tenang.
-Apabila posisi dan perlekatan sudah benar, maka diharapkan produksi ASI tetap banyak.

7. Bayi disusui secara bergantian dari susu sebelah kiri, lalu ke sebelah kanan sampai bayi merasa kenyang.

8. Cara melepaskan puting susu dari mulut bayi, dengan menekan dagu bayi ke arah bawah atau dengan memasukkan jari ibu antara mulut bayi dan payudara ibu.

9. Setelah selesai menyusui, mulut bayi dan kedua pipi bayi dibersihkan dengan kapas yang telah direndam dengan air hangat.

10. Sebelum ditidurkan, bayi harus disendawakan dulu supaya udara yang terhisap bisa keluar.

11. Bila kedua payudara masih ada sisa ASI, keluarkan dengan alat pompa susu.


Semoga Bapak-bapak dan calon Bapak, juga Calon Ibu sekalian, bisa memberi dukungan penuh kepada bayi-bayi untuk mendapatkan makanan bergizi bebas melamine dan pengawet lainnya.

Kamis, 23 Oktober 2008

berakhir sudah...

tidak kusangka..
aku jatuh cinta
pada pengecut lagi
yang kudapat
hanya sakit hati

lagu tema kali ini :
Pupus

Masih Ada


ada bayanganmu dimataku
..... masih ada

rindu itu memantul-mantul dalam dadaku
hendak kupanggil kamu
tapi aku harus membatu
demi kamu dan kebahagiaanmu

aku rindu.. sungguh
ingin kucari kamu
kudengar suaramu
katakan secara lugas
bahwa semua sudah berakhir untuk kita

tapi rindu itu
menghujam dalam sampai ke tulang
memakan ruang sangat banyak
menutup setiap pori-pori kulitku
bukan sentuhmu yang kuharap
tapi ketegasan dari hatimu
apa arti diri kini

harus kuakui
kamu ada...
dihati.. sampai nanti
aku rindu kamu

Selasa, 21 Oktober 2008

Wallstreet

dari Milis Jurnalisme

Cerita lucu dari seorang teman:

If you have difficulty understanding the current world financial
situation, the following should help...

Once upon a time in a village in India , a man announced to the
villagers that he would buy monkeys for $10.
The villagers seeing there were many monkeys around, went out to the
forest and started catching them.
The man bought thousands at $10, but, as the supply started to diminish,
the villagers stopped their efforts. The man further announced that he
would now buy at $20. This renewed the efforts of the villagers and they
started catching monkeys again.
Soon the supply diminished even further and people started going back to
their farms. The offer rate increased to $25 and the supply of monkeys
became so little that it was an effort to even see a monkey, let alone
catch it!
The man now announced that he would buy monkeys at $50! However, since
he had to go to the city on some business, his assistant would now act
as buyer, on his behalf.
In the absence of the man, the assistant told the villagers: 'Look at
all these monkeys in the big cage that the man has collected. I will
sell them to you at $35 and when he returns from the city, you can sell
them back to him for $50.'
The villagers squeezed together their savings and bought all the monkeys.
Then they never saw the man or his assistant again, only monkeys
everywhere!

Welcome to WALL STREET…!!!

Cerbul: Seandainya...

--lagi doyan nulis tiba-tiba--

aku bukanlah seorang manusia berorientasi sex yang salah. aku juga tidak bernafsu pada yang berjenis kelamin sama. tapi kadang kala aku berpikir, apa rasanya kalau aku menjadi pecinta sesama jenis? apa pasal, tiba-tiba aku berpikir demikian? baiklah, akan kuceritakan kisahnya padamu, kawanku.

semuanya berawal dari sebuah mimpi, pada suatu malam yang ribut karena hujan angin yang tak pernah datang menyinggahi kotaku. malam itu, sebelum tidur aku memaca sebuah kisah dalam sebuah buku, yang menceritakan kebejatan para petinggi istana sebuah kerajaan muslim di benua Afrika, pada masa terjadinya perang salib. si tuan kadi, yang sering mengadakan pesta, dimana para penari "belly dance" menyentak-nyentak tubuh seiiring tabuhan rebana, tambourine dan oud. apabila seluruh hadirin-hadirat matanya terpacak pada tubuh para penari berperut rata itu, maka sang penyelenggara pesta, malah bergairah melihat liukan kepala sang pemetik Oud yang muda dan tampan.

Usai membaca cerita itu, benakku ingat pada kisah kaum Luth (di kota Sodom dan gomorah yang sedang dicari reruntuhannya setelah dibalik Allah SWT). Dengan segala ketidak pahamanku pada rasa yang dimiliki para pecinta sesama jenis itu, aku paksa diriku tidur, tentu saja sebagai anak yang patuh pada pesan orang tua, aku membaca bismillah dan doa sesudah makan.. ooh maksudku do'a sebelum tidur.

dalam mimpiku, aku sedang berjalan dalam sebuah taman yang indah. dalam kisah-kisah 1001 malam tentang Harun Al Rasyid, aku bisa membayangkan betapa cantiknya bunga-bunga yang ditata berdasarkan musim seminya, pohon-pohon buah yang berbaris sesuai dengan musim panennya, peach, delima, kurma, apel, dan pohon-pohon lainnya yang ditanam mengelilingi sebuah kolam air mancur dengan ikan-ikan berwarna warni meliuk didasar kolam yang jernih.

ada beberapa bangku taman dari berbagai arah menghadap ke kolam itu, diantara pepohonan dan bebungaan. dan kutemukan diriku sedang duduk menikmati sejuknya pagi musim semi pertama, sendiri dengan segelas anggur ditanganku. seseorang menyanyikan lagu cinta sambil memetik Oud (aku baru ingat pada alat yang dimainkan jazzer asal maroko yang hadir dalam Java Jazz 2008, youseff). syair-syairnya yang mendayu dan merayu membuat hatiku berbunga. sepertinya sang biduan memang menciptakan lagu itu untukku

tidakkah kau dengar suara hatiku, duhai kekasih yang duduk sendiri
agung diantara rumpun bunga yang sedang bersemi
harum semerbak memancarkan rindu tak bertepi
akankah kau hangatkan musim dingin yang menyelimuti diri
biarlah aku menjadi anggur, yang mengisi gelas kristal dalam genggammu
reguklah diriku hingga tetes terakhir nanti
agar puas dahagamu akan manis cintaku

kucari asal suara itu, seperti dekat saja kurasa adanya dia. gerangan seperti apa rupa sang biduan pelantun syair cinta itu. tak jua tampak oleh mataku, dimana sembunyi sosok yang sedang menanggung rindu.

"siapakah tuan yang sembunyi dalam rerimbun pohon-pohonku?"
kuteriakkan jua keherananku. ahai.. mengapa suaraku jadi nyaring seperti ini? kuraba leherku dan betapa terkejut aku, wujudku serupa wanita dari negeri timur jauh. mungkin aku secantik Putri Budhur? atau seanggun Putri Syahrazad yang pandai bercerita? kuraba pipiku yang licin seperti mutiara. belum habis terkejutku pada rupa bentukku yang serupa wanita. kudengar lagi syair lagu cinta yang mendayu merayu itu.

siapalah hamba yang hina ini, pemuda yang hampir mati menahan rindu
pada engkau kekasih yang satu
pecinta ini, telah lama hilang harapan
bila nyawa dicabut saat ini, sudah pasrah hamba pada nasib diri
tapi, dapatkah hamba mendapatkan satu saja permintaan
sentuh dinda pada jiwa yang hampa tak berdaya ini

kuletakkan gelas anggurku yang belum kusentuh manis rasanya. lalu bangkit melangkah mencari dimana kiranya biduan itu bersembunyi. aku mengitari kolam berair jernih yang gemericik air mancurnya kalah oleh indahnya petikan Oud dan syair lagu cinta itu. ketika hampir 360 derajat mengitari kolam, mataku tertumbuk pada sesosok tubuh yang bersandar dibatang pohon apel yang sedang berbunga. aku berhenti hanya sepuluh langkah darinya.

"sungguh tak bijak kiranya, bila seorang pecinta tak punya keberanian menentang wajah kekasihnya", ucapku dengan malu.

Jantungku berdebar lebih kencang, entah apa sebabnya. kulihat laki-laki itu terlonjak dan berdiri tanpa berbalik kearahku.

"maaf puanku, hamba sungguh tak pantas menatap indah rupamu" suara yang jernih namun bernada getir itu membuatku menggigil.

"bila tak berani menatap, maka enyahlah dari tamanku", tantangku seolah marah.

hening membentang, jarak sepuluh langkah seperti jurang pemisah yang dalam.

"sudikah, puanku memaafkan? bila hamba lancang menatap mata?" tanya yang masih digelayuti rasa rendah diri.

"mata diciptakan untuk menatap indah cipta-NYA", jawabku tajam.

seperti apakah pengagum rahasiaku ini? tanyaku dalam hati. sungguh penasaran ingin segera memandang rupanya.

"berjanjilah puanku, pejam matamu dan baru akan membukanya apabila hamba telah tepat dihadapanmu"

sialan juga nih orang! banyak kali pun syarat. tapi apa salahnya pikirku. aku sudah sering bertemu orang-orang dengan rupa yang macam-macam bentuknya, tampan serupa pangeran dalam cerita, buruk seperti beruk atau buaya, cantik seperti perempuan-perempuan dari balkan, jelek seperti kulit jeruk purut dan durian. tak ada rupa manusia yang membuatku tersiksa. karena bagiku, hakikat manusia bukan semata dinilai dari rupa wajah saja, tapi kata dan sikap diri yang senantiasa rendah hati.

"bila itu membuatmu mau menunjukkan dirimu dihadapanku, baiklah.. aku pejamkan mataku sekarang, aku akan menghitung sampai 23, dan kuharap pada hitungan terakhir engkau sudah berdiri didepanku"

tawar menawar yang adil sepertinya. aku pun memejamkan mata dan mulai menghitung mundur dari 23.

"23.. 22..21..20...."

tak kudengar apa-apa selain gemericik air mancur. kemana perginya burung-burung yang biasa riuh berloncatan dari satu pohon ke pohon lainnya. udara bergeming. dedaunan tak berbisik.

"7..6..5..4..3..2..1"

kuhela nafas dan kubuka mataku. ahaaaii... aku nyaris menjerit. mataku terbelalak, jantungku berdegup kencang. Hanya berjarak 5 senti dari hidungku, harum yang sangat kukenal sejak lahir, harum ayahku meruap dari dada yang kukuh. aku mendongak menatap wajah si pemilik tubuh gagah itu.

"puanku..", senyum malu menghias wajah rupawan dengan rambut panjang berantakan, serupa seniman malas keramas.

sepertinya aku tak mampu mengingat semua detail mimpiku, atau aku tak mau mengingatnya? karena yang kutahu.. pagi hari saat terjaga dari tidur, aku memaki diriku sendiri, karena bagian depan celanaku bernoda dan basah. seperti masa pertama kali aku dinyatakan sebagai manusia akil baligh. yang aku ingat, pagi itu.. kebanggaanku itu keras dan terus berdenyut-denyut.

bahkan, sampai detik ini..aku rasanya ingin punya vagina saja!! aku masih ingat bagaimana rasanya (padahal cuma mimpi), bagaimana laki-laki dalam mimpiku itu menggulung tubuhku penuh gairah dan taman yang indah itu menjadi saksi bisu, sebuah adegan bercinta paling hebat yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. bagaimana rasanya saat rahimku menerima lahar panas dari pusat bumi yang ada dalam tubuhnya.

apakah seperti itu rasanya, bila seorang perempuan tiba dipuncak kenikmatan-nya? rasa yang sepertinya sangat berbeda dengan apa yang kurasakan saat aku berkhayal sedang bercinta dengan kekasih khayalanku selama ini. apakah seperti itu juga yang dirasakan kekasih khayalanku saat aku menghempasnya rasa melayang yang katanya hanya berlangsung 5 detik saja, tapi seperti selamanya? apakah itu rasanya sehingga ia berulang kali memintaku mengulang sentuhan?

seandainya saja, aku adalah manusia yang memiliki hal yang sama seperti engkau, kawan. aku tentu tak akan menunggu waktu lama untuk memberikan semua kebahagiaan yang kerap diminta dengan nada merengek menggemaskan kekasih khayalanku. seandainya aku bukanlah seorang korban malpraktek dokter-dokter bodoh yang sedang belajar cara mengkhitan orang!

seandainya saja, aku berani merubah takdirku. dengan uang ganti kerugian atas hilangnya kesempatanku menikmati kegiatan bersenggama. aku ingin punya vagina saja! bukan penis buntung seukuran satu buku jari ini!! senadainya saja...




aku menolak...

ingat baik-baik!!
aku tidak akan pernah bersetuju dengan ide-ide seperti ini;

;memberi kesenangan yang menyakiti
;menelanjangi orang bodoh
;menguasai kemelaratan akal
;melemahkan keberdayaan

berkali-kali, kalian bicara
tentang negeri tercinta
tentang orang-orang sesat
tentang penipu rakyat

lalu kalian melengos tak peduli
mengatakan bahwa itu asasi
biar Tuhan saja yang menghakimi
tapi diam-diam terus menghidupi

aku menolak jadi munafik
aku menolak jadi pesakit
aku bicara, aku teriak
aku dengar, aku mengingat

tak ada perubahan tanpa upaya merubah
tak akan ada keindahan tanpa usaha menjaga
jadilah Khalifah... jadilah Khalifah
melata dibumi Allah, menjaga dan bersyukur

Kamis, 09 Oktober 2008

nyam..nyam

mau tauuuuuuuu???
berita terbaru???
bahwa... anu.. uhmm.. gimana bilangnya .. anuu..
kantong menyan (kalo istilah cergam silat) testicles (kalo kata orang bule) alias buah zakar (kalo orang indonesia bilang) dd kembar (kalo aku yang bilang..hihihi)

nahh.. ternyaaaatttaa...
para ilmuwan modern menyatakan bahwa.. sel dari itu benda (atau makhluk?), bisa menjadi stem alias bahan dasar alias bibit alias sumber untuk menumbuhkan jaringan. misalnya kan begini, kita punya luka guedeeeeeeeeeee banget dibagian mana tubuh selain kantong itu dan abangnya, atau misalnya ada bagian tubuh yang tercecer dan tidak ditemukan lagi akibat terpotong dalam kecelakaan atau kesengajaan (tak yakin juga kalau kasus yg dipotong adalah "abangnya dd kembar") .. nahh, sel dari si zakar bisa digunakan untuk menumbuhkan kembali jaringan-jaringan itu.

selengkapnya baca disini aja deh (baiklah saya baca)
lagi bayangin yang tidak-tidak aahh...
katakanlah ada seseorang perempuan yang payudaranya dipotong abis karena kanker payudara, pada suatu ketika diyakinkan bahwa dia bakal bisa punya payudara lagi, tapi harus sabar ditumbuhkan dulu dengan menggunakan sel kantong menyan orang arab atau india atau bahkan kuda, maka... apa yang kira-kira terjadi yaa?

jadi ingat sebuah joke nakal... soal sumber daging implantasi (ada yang ingat jokenya? saya lupaa persisnya) kalau saja.. seandainya... ahh ambil positifnya saja lah

Ke Banda Aceh

Bangun pada Pagi hari Minggu, 5 Oktober 2008 .. sudah pukul 9, dan masih bergulung dalam sleeping bag, mengeluarkan perintah pada ninong untuk mesan tiket travel ke Banda Aceh, sendiri saja (ninong cutinya belum selesai, dan suci telad bereaksi hendak balik atau tinggal lebih lama).


sebenarnya berat hati untuk kembali ke rutinitas di Banda Aceh, tetapi jiwa dan raga juga tak tahan kalau terus menerus berada di rumah, nanti juga semua orang harus kembali pada aktifitasnya masing-masing. cepat atau lambat, aku juga harus kembali ke studio dan berkutat lagi dengan program2 siaran.

sendiri dalam perjalanan kali ini, tak membuatku duduk tidur saja. sambil sms-an dengan seorang kawan, bahkan akhirnya menelpon dan membicarakan tentang RUU pornografi dan sebagainya tentang politik, mengisi perjalanan sejauh 256 KM yang biasanya hanya ditempuh dalam waktu 4-5,5 jam namun kali ini adalah 8 Jam!!


bosan kah? jelassss.. ditambah lagi, aku tak suka bicara dengan penumpang disebelahku, yang menurutku agak norak **pasang ringtone sms aja .. pake lagu berdurasi 1 menit dengan profile outdoor kyanya**, oh mungkin dia agak sedikit kurang jelas pendengarannya. 


dan mengisi kebosanan dengan membaca adalah salah satu alternatif, baru beberapa halaman, aku sudah kehilangan minat, karena ternyata.. mataku terpaku pada warna langit dan perubahan pemandangan di jalanan yang dilewati mobil. ditambah lagi dengan kenyataan bahwa mobil ini bergerak dengan santai, maka... jepret-jepret... nokia 6300 yang ngga bisa GPRS apalagi nerima MMS cuma menang tipis doang, jadilah... meski cuma 2mp, tapi jarang membuatku kecewa (apalagi milik pribadi, bukan properti pinjaman atau hasil korupsi) jadilah


 dan 8 jam perjalanan yang membosankan itu berakhir tepat jam 7 malam di studio radio prima, yang ditunggui rika dan didin. saatnya berbuka puasa juga, Alhamdulillah tiba jua, bisa memandang halaman rumput ini lagi


Rabu, 08 Oktober 2008

Rumah Film

sebenarnya sudah lama aku tahu tentang situs ini
karena memang aku kenal dengan pengelolanya mas eric sasono
asyik juga ternyata... meski ndak bisa nonton, tapi baca review orang tentang film-film
ada positif .. ditularin ke orang lain
ada negatif .. cukup ditelan sendiri (karena itu adalah perasaan pribadi)

buat kawan-kawan yang mungkin ada waktu dan senang baca-baca soal film
salah satu alternatif bagus untuk membaca pendapat profesional soal film-film (tertentu) adalah di rumah film ini.

maaf sengaja ngga pasang di link, malah di blog