Senin, 06 Agustus 2012

kesal, tapi..

Seorang kawan yang sangat menyenangkan, karena selalu menulis dengan cerdas dan berbicara dengan bijak mengirimkan sebuah pesan di inbox fb hari ini. singkat saja tulisnya " cici ini kalau sudah marah ngomongnya pasti blak-blakan..hahaha"

jadi berpikir saya...
haruskah kita diam saja, ketika suasana hati sangat kesal dengan tingkah para pemimpin yang bersikap tidak adil terhadap rakyat yang memilihnya?
bukankah bicara langsung tepat pada tujuannya lebih baik daripada berbasa-basi membujuk dan memuja puji mereka yang tidak berbuat lebih baik dari yang diharapkan atau mereka janjikan sendiri?

apa salahnya melampiaskan kemarahan dengan kata-kata?
bukankah sudah bertahun-tahun orang marah dan mencaci maki namun tak ada jua perubahan yang dilakukan oleh pemimpin di negeri ini?
bukankah melampiaskan marah dengan kata-kata lebih baik daripada merubuhkan pagar besi gedung rakyat yang cuma menjadi kuburan bagi aspirasi?

kujawab kawan baik-ku itu segera "daripada disimpan sakit badan, yang jelas sama di mulut dengan hati, gak munafik"


14 Januari 2012

Tidak ada komentar: