Kamis, 27 November 2008

Undangan ...

Di papan gabus tempel dinding dalam Studio hari ini ada tulisan yang lain dari biasanya;

Safri akan menikah pada Sabtu, 29 Nov 08 Jam 09:20 di Mesjid Raya Baiturrahman
Datanglah.

ttd
Safri

waahhh... salah satu mantan reporter radio prima, mantan adik kelas di Fakultas Pertanian..mantan partner siaran dan berantem bikin berita pada tahun 2002-2004.
Alhamdulillah.. akhirnya dia menikah, meskipun bukan dengan cewe yang ditembaknya didepanku pada bulan Agustus 2002 dulu.

Safri ini paling sabar dengerin aku baca buku, beberapa tahun lalu, dia sering terpaksa mendengarkan aku membacakan bagian-bagian tertentu dalam buku ERAGON-nya Michael Paolini tentang Saphira, yang kuanggap lucu. kadang-kadang dia juga terpaksa mendengarku membacakan Harry Potter keras-keras.. karena kuanggap itu juga lucu. Meskipun nanti dia tak tertawa bersamaku, tak apa.. yang penting dia dengarin aku baca aja.

nih anak kocak dan menyenangkan.
tadi pagi, dia berkunjung cuma untuk mengingatkan aku supaya ngga lupa datang ke acara Ijab Kabulnya sekaligus minta tolong ingatin dia, bahwa dia besok menikah. kalau perlu dibangunin pagi-agi sekalian. Nervous katanya.
terus.. setelah bilang Nervous dia membela diri dengan mengatakan "wajar ya kak, kalo safri Nervous, ini kan pengalaman pertama, ntar kalo udah pernah sekali yang berikutnya kan jai lancar"

ancuuuurrr... mangnya mau ngulang nikah berapa kali dia???a
Anyway.. selamatlah dek.. semoga jadi Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah



Rabu, 26 November 2008

Warisanku..di negeri orang

Sore ini ngga hujan.. (sementara kayaknya.. karena awan hujan masih keliatan). lagi-lagi kantor sudah sepi.. anak-anak ini makin dekat hari gajian, makin cepat aja pulangnya.. hahaha...

sambil baca-baca postingan kawan-kawan di milis, nemu artikel ini di republika.co.id
tentang sesuatu yang bukan cerita baru sepertinya. kliklah!
yah.. beberapa waktu lalu, naskah-naskah kuno Aceh, yang banyak disebut-sebut para penulis dalam artikel-artikel mereka (yg pasti juga cuma mereka kutip dari sana sini) tanpa pernah menyentuh atau melihat naskah aslinya atau paling tidak cetakan awalnya, ternyata ada di museum Inggris di London.

Terpikir olehku, dulu.. para penulis di Nusantara ini pasti tidak banyak jumlahnya, dan mesin pencetaknya juga belum ada. pastilah naskah-naskah itu ditulis tangan pada daun lontar atau kertas tempoe doeloe yang biasanya terbuat dari kulit binatang kan? mana mungkin juga para penulis ini menulis salinan lebih dari 10 kan? Nah.. pastilah pada masa penjajahan dulu, hasil-hasil tulisan mereka itu dikuasai oleh penjajah. karena bisa jadi dikuatirkan akan menimbulkan golak pemberontakan, selain alasan untuk menyelamatkan catatan sejarah.

ada beberapa hal yang selalu menggangguku, sebenarnya.. siapa yang paling berhak terhadap naskah-naskah milik penulis nusantara itu? ahli waris penulis? negara asal? atau yang mengambilnya? karena kebanyakan dari pada harta kekayaan warisan kerajaan atau kebudayaan nusantara yang berada di Eropa atau belahan dunia manapun ini, tak mudah untuk diambil kembali. bagaimana kita hendak tahu tentang sejarah masa lalu kita, bila untuk mengakses peninggalan sejarahnya saja, kita harus pergi ke negeri orang dan biasanya.. akses hanya dibuka buat ilmuwan saja. aneh...

dari sini aku mulai belajar memahami, mengapa Bahasa bisa menjadi salah satu alat untuk menguasai yang paling jitu. cara mudah merubah suatu budaya bisa diawali dengan akulturasi, mencampur budaya yang berbeda. pernah kubaca dalam sebuah novel yang lumayan bagus karya si Puthut EA (jangan beli cinta dalam karung), dimana sikap si tokoh yang anti british. dia tidak suka orang bicara menggunakan bahasa inggris dengan sesama orang indonesia. katanya begini "pertama kau pakai bahasanya, lalu kau tiru gayanya, berikutnya kau memaksa diri jadi seperti mereka"..memang kedengarannya picik. tapi pada suatu ketika ada benarnya juga.

mengapa bisa terjadi demikian?
aku pikir.. kalau kita tidak dibekali dengan informasi yang cukup mengenai nasionalisme dan jati diri.. maka dengan mudah kita akan terbawa arus perubahan dan latahmeniru kebudayaan bangsa lain begitu rupa.

Bia kita sudah tak bangga lagi berbicara dalam bahasa ibu kita.. maka lupakan saja nasionalisme. sebuah penelitian yang pernah kubaca menyebutkan bahwa, seorang anak yang bisa bahasa ibunya dengan fasih, maka dia akan penuh percaya diri dan mudah belajar bahasa-bahasa lain di dunia ini. tugas siapakah untuk mengajarkan mereka? para guru saja? iklan di televisi? buku bacaan? atau kita sebagai orang tuanya?

si Didien

Kalau lagi sehat dan ngga kumat sibuknya, si didien .. satu lagu penyiar khusus berita, talkshow dan siaran malam ini selalu menjadi teman ngobrol yang menyenangkan.

kakak perempuannya seorang jurnalis terkenal di kota kami dan juga penyiar radio, namanya Yayan (bentar lagi kawin sama orang Jogja) adalah temanku juga. gendut menggemaskan, smart dan lincahnya bukan main.

kemarin pagi, sebelum berangkat ke kantor, Didien tumben aja datang pagi-pagi, rupanya.. dia mau siaran, menggantikan Rika yang sedang sibuk dengan urusan keluarga (neneknya meninggal dunia hari senin sore). Didien jadi sering ke Studio selama Dody si Brewok sedang dapat tugas dari Boss Radio ikut pertemuan yang di adakan Deutsche welle di Jakarta. seperti biasa pula, aku paling suka mengarahkan kamera HP ke Didien. Narsis-nya ngga ada obat!!

Kalungku dipasang di kepalanya, dan ngga dilepas sampai aku selesai membidik tampangnya. huahahaha... jadi kayak cowek aja nih anak. Didien akhir-akhir ini, jadi lumayan penurut sama aku, huahaha.. jelas dunk!! dia kan mau berangkat pelatihan jurnalis lagi ke Jogja, otomatis jam siarannya bakal terbengkalai kalau ndak minta tolong sama aku buat ngisi-nya. jadi bisa nembak oleh-oleh lagi... hihihihi..

Aneh, buat penyiar cewek yang lain, Didien ini paling sering dimintai nasehat sebagai konsultan cinta, padahal ini anak punya masalah melulu kalau mau dekatin cewek. kadang-kadang dia belagak lebih tahu tentang perasaanku daripada aku sendiri, tujuannya sederhana, supaya aku juga curhatan sama dia. OGAH!!

sering juga, kalau malam ngga dapat jadwal siaran, aku terpaksa nginap di studio sama Didien. Nah.. pada suatu ketika, sambil nunggu dia selesai siaran dan Mendengkur duluan, aku telpon2an sama seorang teman sambil cekakak cekikik ngomong mesum (huahahahaha... udah dewasa, mesum sikit ndak apa lah).. eehh besoknya Didien penasaran nanya "Kak.. semalam Kee (kamu) ngomongin aku ya, sama kawan kee?"... huahahha Narsis!!

setiap bulan, Boss selalu nempelin Daftar Honor siaran di papan gabus dalam Studio. Dia bakal tiba-tiba bertampang serem kalau namanya berada di urutan paling atas. kenapa? biar pada ngga minta traktiran... hihihihihi. padahal dia bisa duduk di urutan paling atas karena ngambil jadwalku selama aku keluyuran dengan team KKP keluar kota.

ini anak satu, mudah dibaca. suatu hari dia dengar dari si Brewok, kalau siaran Prime Sport itu didengarin sama ketua PSSI Aceh. Jam siaran itu sebenarnya jadwalku dan Ferry.. cuma sekarang aku malas siaran PS, jadinya Ferry dan di Back Up Eni yang ngambil jadwalku. Ehh... tiba-tiba aja si Didien minta jam siaran PS.. hahahahaha.. biar didengarin sama ketua PSSI katanya... padahal dia sama Ferry sama kacaunya kalau bacain nama pemain dan lapangan sepakbola. salah melulu... David Villa di baca devid fila. Aston Villa dibaca Aston fia.. huahahaha... ngebedain mana yg spanyol, mana yang inggris aja masih belepotan.

tapi emang siaran PS paling repot, musti rajin nonton acara sport atau dengarin siaran sport. nama pembalap, nama pemain sepakbola, tim, stadion, pelatih.. dan udah jelas yang paling sering salah mereka sebut adalah informasi dari NBA.. karena ini anak berdua kagak ngerti Basket

tapi... apapun itu, berkat Ke-narsis-annya, mereka jadi penyiar andalan.. karena jam siarannya rawan, ngga ada perempuan yang mau siaran malam kecuali saya. jadi, biar aja si didien narsis, atau si ferry salah baca melulu.. daripada ngga ada yang siaran. berapa sering mereka bisa bikin kesalahan? ntar juga jadi benar sendiri kalau dikasih tau kan??

Selasa, 25 November 2008

Have Your Say...

kantor sudah sepi karena sudah jam pulang, sementara hujan masih deras mengguyur kota, jadi malas buru-buru pulang.. padahal tadi udah beli rain coat baru berwarna kuning.. hahha sengaja pilih kuning, biar keliatan kalau pulang malam, dan ngga ditabrak orang dari belakang

sekarang saatnya keluyuran di dunia maya, browsing sana sini, baca ini itu, komen dimana-mana dan nyangkutlah di sebuah artikel yang cukup menarik. setelah baca ini, aku jadi berpikir lagi. kenapa kata-kata anti diskriminasi itu perlu dimasukkan dalam setiap sendi aturan kehidupan manusia.

jujur atau tidak, makin hari.. orang bukannya makin menghargai orang lain karena produktifitas dan kreatifitasnya, malah boleh dikata orang dihargai karena berapa banyak hartanya dan berapa tampan/cantiknya dia. tapi... mungkin saja aku salah.

coba saja baca ini... yaah, palingan ini cuma hasil kerja sekedar ada, hasil kreatifitas usang yang terus diulang-ulang dan tak pernah membuat orang berhenti membacanya. kalau orang sudah pada tahu, tentulah tak berulang-ulang dale carnegie disebut-sebut. atau berbondong-bondong orang ikutan acaranya Mario Teguh kan?

lihat pengalaman kita sendiri yuk.. apakah benar kita bergaji tinggi karena;
1. bertubuh tinggi
2. kidal
3. berkelamin: laki-laki
4. status: suami
5. perempuan lajang
6. Jenis pendidikan
7. Koneksi
8. Bakat
9. Kerja Keras

cukup logis kalau dipikir-pikir lagi. aku melihat diriku saja lah..
aku bergaji paling tinggi di kantor karena aku koordinatornya. aku berhonor bulanan paling tinggi di radio karena program siaranku khusus. tapi aku bergaji paling rendah diantara teman-teman laki-lakiku yang berjabatan koordinator/direktur. tapi kan wajar juga, laah mereka pada sarjana, sedangkan aku cuma tamatan SMA. soal Bakat? waahh.. bakatku yang paling aku sadari ada adalah "talkative" sok tahu dan mau tahuuuu aja.

ehh.. bukannya aku ndak bersyukur, bahwa tanpa perlu kerja keras menguras keringat aku bisa mudah dapat duit. ngga perlu narik becak seharian atau nyuciin pakaian orang, apalagi jual tubuh untuk dapat 50 ribu/hari/jam. terima tawaran presenter talkshow radio atau nerjemahin surat dan proposal, dapat deh. yang aku sadari adalah, semua orang bisa mendapat penghasilan besar selama dia mengelola kesenangan dan kemampuannya dengan baik, berkomunikasi dan menjaga relasi dengan orang lain.

NO GAIN NO PAIN dan NO PAIN NO GAIN.. kata siapa tuh? lupa aku..
tapi ngga semua orang seberuntung kita, mungkin.. manusia memang diciptakan dengan kebiasaan mengeluh dan sulit bersyukur. karena itu kita jadi merasa selalu jadi yang paling susah, karena kita lebih suka nengok ke depan dan ke atas.. dari pada ke samping, belakang dan ke bawah.

untuk diri sendiri, hujan ngga akan turun bertahun-tahun tanpa jeda. berjalan tak baik terlalu santai atau terlalu cepat, karena jadinya ngga bisa menikmati pemandangan dan menyapa orang lewat. masa depan itu ya kematian.. kalau mau meninggalkan kenangan yang baik, berbuat saja yang baik-baik. jangan memandang rendah orang lain cuma karena bentuk badannya tidak proporsional, tak sedap dipandang mata atau bau luar biasa. ada lebih kurang pada setiap manusia, supaya mereka bisa saling melengkapi.

dan kalian .. sahabat-sahabat tersayang... yang sudah melengkapi saya dengan berbagi waktu, segala cerita, berita, gambar, pengetahuan, ide, pendapat... Terima Kasih. kita mengingatkan bila lupa, memaafkan bila khilaf kata dan sikap.

hari ini, kepada semua perempuan di dunia... berjuanglah agar dirimu tak lagi jadi korban tindak kekerasan apapun dan kalian para lelaki... janganlah menyakiti perempuan, karena kalian lahir dari perempuan juga.

Selamat Merayakan Hari Anti Kekerasan terhadap perempuan Internasional. dunia yang lebih baik, dunia tanpa kekerasan terhadap perempuan



Selasa, 18 November 2008

puasa merokok

Berhubung Bidadari kecil dari Lhokseumawe sedang menemani Ummi-nya mendaftar ulang untuk beasiswa Akta 4 di Banda Aceh selama 3 malam, maka dengan senang hati, selama berada disekitar rumah, terutama sedang gendong dia, saya harus menahan diri untuk merokok.

tadinya sih enggak peduli, karena Abah-nya kan juga perokok. tapi Umminya bilang, kata Dokter Bidadari mungil ini, tidak bisa terpapar asap, segala asap.. baik rokok, dapur, motor/mobil sampai asap dupa sekalipun. mau tak mau, semua orang jadi bekerja sama untuk menjaganya dari siksaan asap. kasian juga, cakep gini kalau harus batuk-batuk dan sesak nafas melulu gara-gara asap kan?

tapi.. jadi kebayang, kalau alergi asapnya ini berlangsung sampai gede, ntar nih anak kagak pernah bisa masak dunk? kalau dia sekolahnya ntar jauh dari rumah, ketika ummi dan abahnya ngga sanggup bayarin tukang masak, gimana yaa? padahal dia kan doyan makan??

positifnya buat saya selama bidadari ini nginap dirumah dan diperkirakan sampai dua tahun kedepan, dia akan menemani umminya kuliah lagi dan direncanakan tinggal bersama kami, maka... selama berada dirumah, saya jadi ngga bisa merokok dan .... hemaaaaat!! hihihihi.... jadi bisa benar-benar beruaha berhenti merokok kan? Insya Allah. bagus buat kesehatan Nona Zizi dan kesehatan kantong juga dada saya .. hehehehe

Kamis, 13 November 2008

Memungut Hikmah

Siang ini, Suci kirim sms, katanya kepala masih berasa agak pening, tengkuk yang sebelah kanan agak kaku, lututnya bengkak dan agak perih. meskipun rasa sakitnya ngga separah setelah kecelakaan pada Rabu malam lalu, dia sudah bisa tidur lebih nyaman semalam.

Siang ini juga, aku bertemu salah seorang pekerja di LSM Katahati Institute (dimana aku duduk sebagai sekretaris dewan pengurus), Mujib. padanya kutanyakan tentang salah seorang pekerja yang kemarin sore meninggal dunia (kabarnya kudapat dari sms sang direktur). kata Mujib, Alm. Khairil meninggal akibat tabrakan maut pada Rabu malam, seusai mengikuti acara mengenang 100 hari kepulangan RHM. aku tak bertemu dengannya disana, karena aku meninggalkan acara, ketika orang-orang masih menikmati kopi dan ngobrol satu sama lainnya.

Mujib juga bilang bahwa saat meninggal dunia, keadaan kepala Almarhum bengkak, dan aku begitu yakin bahwa saat mengendarai motornya, dia tidak pakai Helmet. mungkin karena dia pikir, dia hanya mencari makan malam saja, dan lokasinya tidak jauh dari kantor. pada malam itu, hujan juga sangat deras. Innalillahi wainnailaihi raji'un. siapa bisa menebak kapan Malaikat Izrail datang menjemput nyawa dan pada peristiwa apa? Wallahualam.

kemarin siang, sepulang dari RS Fakinah untuk memeriksa keadaan Suci dan membersihkan luka-lukanya, kami singgah di sebuah Apotik terkenal dikota ini untuk menebus obat. pada saat yang sama, seorang ibu juga sedang menebus obat. mungkin usianya sebaya ibuku, harga obat dalam resepnya hanya 46ribu rupiah saja (maaf bukan bermaksud sombong dengan berkata hanya). tapi si ibu menebus setengahnya saja. kuperhatikan saat dia menghitung uang dalam dompet plastik kecilnya. lembaran uang kertas ribuan yang mungkin jumlahnya tak sampai 20-an lembar. miris hatiku, obat untuk suci yang harus kutebus nilainya 134rb, sedangkan sang ibu, yang sepertinya tidak punya askeskin itu (aku mendengar sang apoteker menyuruh seorang ibu yang menggunakan kartu askes agar ke apotik sebelah), 1/3 dari nilai obat si suci saja, tak mampu.

saat sama-sama menunggu, seorang peminta-minta datang. sang ibu memberikan sisa recehan uang logam dalam tas-nya. amazing... aku kagum padanya. dalam keterbatasannya, dia masih mau berbagi. Alhamdulillah, bila kita tak bergerak terlalu cepat, kita bisa sempat memunguti hikmah yang bertaburan dan berselemak disepanjang jalan dan kehidupan penghuni semesta disekitar kita.

Sore barusan, Suci sms lagi, dia bilang, temannya pemilik motor, tidak minta supaya motornya diperbaiki, tetapi minta supaya kaca helmet yang pecah diganti. kemarin sekilas aku dengar sepertinya si teman sedang butuh uang. jadi kukatakan pada Suci, aku akan penuhi permintaannya plus biaya perbaikan motornya dalam bentuk uang tunai, terserah pada si teman untuk memanfaatkan uang itu untuk apa. sekaligus aku melarang Suci untuk pinjam motornya lagi. bukan untuk menghukum, tapi sekedar berjaga-jaga. biasanya ingatan tentang peristiwa kecelakaan itu akan tersimpan selama beberapa lama, terutama bila dia kembali menggunakan benda yang sama. mungkin sudah saatnya juga aku dan Ninong menjalankan niat untuk kredit motor buat Suci. Insya Allah...

Bikin Hati tak tenang


sebuah berita yang menyenangkan
suatu tempat yang mengundang petualangan
merasakan getar hadir-NYA
bukan sekedar keajaiban... tapi Anugerah yang indah dan menimbulkan rindu
meski Engkau ada dimanapun
hijabMu tak pernah habis terbuka

berita selengkapnya Klik aja


Rabu, 12 November 2008

agar kau tahu, dik

Aku tak merasa senang sedikitpun mendengar rintihanmu
Aku tak merasa senang sedikitpun melihat kau menahan sakit
Aku sama sekali tak nyaman menemukan luka-lukamu
Bagiku, sakitmu adalah kekalahanku tanpa bertanding

Putih kuning bening kulitmu bernoda
darah dan bekas luka
meski hanya menyebar ditubuh sebelah kirimu
kau harusnya mengerti, gerangan apa rahasia-NYA

Aku tak diam mendengarmu berteriak dan mengaduh
Aku hanya tak ingin semua orang menatap kita
Mata kaki dan Pahamu bengkak berdarah nanah
Dagumu terkelupas sisakan bekas hitam

Jangan pikirkan seprai kita jadi kotor
atau selimutku menyerap obat itu
tidur-tidur dan lupakan sejenak 
Kau tak lumpuh dinda, kau masih bisa berjalan tegak

aku tak akan melarangmu naik motor lagi
aku tak menghambatmu pergi naik gunung manapun yang kau suka
aku tak akan mengurungmu berhari-hari
aku hanya ingin kau sadari, luka itu akibat tindak lakumu sendiri

Dinda tersayang, buah hati
Tak ada yang marah padamu
semua benda masih bisa dicari ganti
tapi, sehat jiwa dan ragamu adalah kebahagiaanku

mengakulah, kau memang tak sempurna
pahamilah, tak semua orang bisa mencintaimu
tak usah berjuang memenangkan hati mereka
cukup kau tahu, aku bersamamu

belajarlah, Dindaku
punguti olehmu Hikmah peristiwa
Hakikat hidup adalah berproses
kau tak bisa dewasa tanpa lewati perih pedih tubuh diterpa waktu

--kasih tak berbatas untuk seorang Suci--

Curhatan hari ini

Entah apa rencana Tuhan untuk-ku kali ini. aku tak mau tahu, karena biasanya juga Tuhan tak pernah memberitahuku rencana-rencanaNya. yang bisa kulakukan hanyalah mengambil hikmah dan belajar dari setiap peristiwa dalam satu waktu yang hanya terjadi sekali.

kita tidak bisa merayakan 100 hari kematian seseorang dua kali, kan? atau tidak bisa merayakan ulang tahun yang ke 21 dua kali dalam seumur hidup, kan? dan tidak bermaksud mengeluhkan apa yang kualami minggu ini, sebagai masalah yang berat seolah tak ada jalan keluarnya. apalagi sampai membuatku terpuruk tak ingin bangun lagi.. tidak semudah itu merubuhkan aku. 

perkara perutku yang masih belum normal benar ukurannya karena menderita kembung dan murus-murus sejak hari minggu lalu, sampai saat ini. mau tak mau harus kuabaikan saja. semalam dalam keadaan tidak nyaman, aku sanggup membantu kawan-kawan Komunitas Tikar Pandan memimpin acara Mengenang 100 hari kepulangan sahabat, RHM. seperti tak sabar saja hendak menyelesaikan seluruh rangkaian acara itu tepat pada pukul 22.00 WIB. 

Dan benar saja, begitu aku pamit lebih cepat dan membereskan ranselku, ada telpon dari Ninong. kabarnya Suci si Nomer 8 mengalami kecelakaan. yang pertama harus kulakukan adalah menenangkan Ninong, karena biasanya manusia satu ini lebih merepotkan daripada yang mengalami masalah. Benar saja, Ninong kan pernah mengalami kondisi begini, jadi bangkit lagi deh ingatan dan ketakutannya. setelah Ninong tenang, berikutnya Suci.

Saat menerima telponku, dia kedengaran gemetaran, bingung dan ..hmm.. kesakitan atau ketakutan mungkin. asumsiku, dia mengalami shock. segera, aku meluncur menuju lokasi kejadian, tak ada niatku menginterogasi apa yang terjadi. yang sudah terjadi ya sudah, sekarang bagaimana menangani masalahnya. berdua Dek Ikhwan (pacarnya Ninong), aku mendatangi rumah Kost cowo di kawasan Prada Utama, karena anak-anak cowo itulah yang menolong suci, memindahkannya dari jalanan dan meminjamkan kamar untuk istirahat. ada beberapa luka lecet di tubuh sebelah kirinya.

saat melihatku, suci cuma minta dipeluk karena merasa kedinginan. aku peluk sebentar, lalu membujuknya agar ke rumah sakit. dia terus menolak karena takut akan pelayanan yang kasar di RSUZA. ya sudah, aku tak memaksa (meskipun aku tahu itu bukan tindakan yang benar dan bijaksana), kutanyakan apakah dia bisa jalan atau duduk diboncengan? Suci langsung berdiri, meraih ransel dan keluar.

Dek Ikhwan mengantar Pemilik Motor dan Motornya yang rusak pulang, aku berjanji akan membereskannya besok saja. karena sekarang jauh lebih penting membawa Suci pulang, agar aku punya waktu memeriksa keadaannya. Suci duduk dan menggigil diboncengan, ditengah rintik hujan, kami tiba jua d rumah kajhu. Ninong menyambut dengan kondisi siap siaga seperti orang akan bepergian. Setelah melewati proses perdebatan sedikit, akhirnya Suci menyerah pada keputusanku dan ninong untuk membereskan luka-lukanya seadanya. aku tidak tahu, meskipun sebenarnya ada marah dan kesal karena Suci tidak bisa menjaga dirinya sendiri. aku tidak meluapkannya dengan kata-kata kasar dan tajam, aku hanya diam dan sesekali mengganggu. Ninong juga marah sebenarnya, makanya dia terdengar kesal pada diri sendiri saat Suci mengaduh-aduh.

Suci memang lebih rewel dan masih mempertahankan sikap angkuhnya bahwa dia tidak apa-apa, padahal aku tahu betul dia sedang mempertahankan egonya yang terluka karena akhirnya dia rubuh oleh keteledorannya sendiri. ingin betul aku menceramahinya tentang segala hal, tapi kutahan dulu. aku tak mau mencampur adukkan masalah, aku sedang tak sehat, pekerjaanku juga sedang butuh banyak konsentrasi, masalah laki-laki juga ada ditambah kecelakaan Suci... aku memilih diam dulu.

Suci tidak bisa tidur nyenyak, sebelum aku melingkarkan lenganku ditubuhnya. karena hanya 5 menit setelah aku meletakkan tanganku, dia langsung bernafas dengan teratur dan mendengkur. berulang kali dia mengeluh kedinginan, kukatakan bahwa itu reaksi normal pasca kecelakaan. orang medis sebut Syndrom Pasca Trauma. tapi sayangnya, aku tak tahan tidur dengan tubuh sebelah kiri terhimpit. jadinya baru setengah jam, sudah pegal rasanya. dan begitu aku menarik tubuhku dari Suci, dia langsung gelisah lagi. tapi aku tak mau ambil pusing, ini perutku juga sedang ngga mau kompromi sakitnya.

saat pagi datang, Suci mendesakku agar segera bangun dan membawanya ke Rumah Sakit. meski agak malas, kuikutkan kemauannya. ahh jadi dapat kesempatan untuk kuliah pagi nih.. hehehhe. ya sudah, mulai kukeluarkan beberapa pernyataan tentang pentingnya berhati-hati apabila jauh dari rumah sendiri. berhati-hati dan konsentrasi dijalanan saat berkendara, apalagi minjam motor teman. Kalau dalam kondisi normal, Suci pasti akan membantah dan membanting pintu mendengarnya. tapi, aku memanfaatkan kesempatan ketidak berdayaannya dengan baik. entahlah.. apakah dia benar-benar menyimak atau tidak, aku tidak mau memaksa. bagiku, dia adalah manusia yang sudah cukup berilmu dan berakal, paham akan yang harus dihadapi dan dipilihnya. jadi tidak pada tempatnya aku mendikte lagi.

bukan senang rasanya melihatnya menjerit-jerit dan bertingkah seolah hampir mati, saat luka-lukanya dibersihkan oleh para perawat di RS Fakinah. malu... dan kesal lebih tepat. aku tak pandai membujuk, jadi yang bisa kulakukan adalah mengancam akan meninggalkannya bila terus bersikap manja. kupikir, Suci harus belajar tentang konsekuensi bertindak. tapi entahlah, seingatku.. makhluk satu ini, tidak bisa menikmati rasa sakit tanpa menyimpan dendam sedikitpun. seingatku, apabila dia marah pada sesuatu, maka dia akan membalasnya dengan menyakiti dirinya sendiri dan mempermalukan keluarganya dengan cara yang aneh. seolah-olah, bila keluarganya merasa malu, maka dia sudah berhasil menunjukkan kuasanya. ahh.. tak paham aku dengan cara itu.

mungkin, aku memang lemah dalam mengambil tindakan. mungkin aku terlalu kompromis dengan ketidak benaran tindakannya. aku hanya ingin, dia belajar dan bisa mengambil hikmah dari perbuatannya. yang aku ingin dia tahu adalah, dia tidak bisa menyakitiku atau merubuhkanku karena tindakan-tindakannya. aku ingin dia tahu, aku adalah kakaknya, bukan musuhnya.

tidak tahu aku, apa rencana Tuhan atasku dengan semua keadaan ini, dan aku tidak mau tahu. aku hanya ingin mengambil hikmah dan belajar saja. ada kesadaran datang hari ini, sekuat apapun aku berusaha menjaga diriku dari ketidak benaran, aku tak bisa bahagia bila masih ada ketidak benaran disekitarku, terutama dari orang-orang terdekat dan aku sayangi. yang harus kulakukan adalah bersama-sama mereka aku saling menjaga diri dari ketidak benaran tindak dan sikap.

semoga...

Selasa, 11 November 2008

tak akan menangis..malam ini

Mengenang seorang sahabat
seperti engkau
tak pantas kuteteskan air mata
bukan serupa itu engkau ingin dikenang
dalam tangis..

seorang kawan kita berkata
bila hari ini bicarakan engkau
maka tidak ada yang bisa bicara utuh
hanya kepingan-kepingan yang dibangun
satu persatu mewujud
masing-masing orang punya cerita
masing-masing orang punya ingatan tentangmu

seperti aku..
tak bisa kuingat lagi
kapan kali pertama kita saling berpandangan
melempar senyum dan sapa
aku baca dan dengar namamu
sebelum aku menyentuh ragamu

malam ini,
seratus hari setelah engkau pergi
kembali pada Yang Maha Tinggi
tidak akan kuteteskan air mata lagi
bukan dengan air mata engkau ingin dikenang


--in memoriam of Ridwan Haji Mukhtar--

curhat ngga penting...

sering, sambil siaran dan ngerjain tugas-tugas lainnya, online dan browsing sana sini, sekedar baca-baca menyamankna diri dengan mereguk informasi apapun yang boleh dibaca. walaupun kadang-kadang bacaan itu cuma bikin geleng-geleng kepala, heran dan ngga ngerti

seperti saat iseng baca judul ini "Rahasia Keinginan Seks Pria" dari okezone. apaan nih? apakah memang masih bisa disebut rahasia?

semasa kuliahan dulu, sering sambil ngulitin ayam buat pesenan orang pesta kawinan, dipagi-pagi buta. dari 10 pengelola peternakan ayam potong kecil-kecilan kami itu, 8 laki-laki diantaranya sering bicara blak-blakan tentang posisi seks dalam fantasi mereka. biasanya mereka bicarakan itu karena malam sebelumnya mereka begadang mempersiapkan ayam-ayam yang akan dijagal dan merebus air. pasti nonton film xxx yang sering disebut film biru. 

herannya, 8 laki-laki itu bicara dengan santai dan vulgar hanya didepanku, dan akan bicara dengan kata-kata rahasia bila didepan teman perempuan yang satunya lagi. biar kata kuprotes, mereka selalu bilang dengan santai "emang kamu ngga kita anggap perempuan kok ci, laahh.. lihat aku bugil aja kamu santai ngga kelihatan bernafsu gitu" itu kata si AF. kalo TR (yang udah kenal bertahun-tahun sejak smp)  bilangnya lain lagi "betul tuh ci, waktu sma kan kamu juga sudah diajak ikutan pestanya para cowok dikelas, dan tidak seorangpun yang berhasil bikin kamu tertarik pada penis kami"... hayaaaaahhhh... ini sih udah hiperbola!! 

seingatku waktu SMA kelas 3, aku diajakin sama 18 cowok dikelasku untuk mengikuti prosesi cukur kumis dan jenggot menjelang Ebtanas, dimana mereka harus ngasih foto terbaru tanpa kumis dan jenggot diwajah. seingatku selain aku, mereka juga mengajak Dani (teman perempuan kami), tapi Dani tidak bisa ikut karena dilarang Bapaknya. memang yang mereka lakukan adalah bertelanjang dada, tapi tetap pakai jeans atau celana pendek selutut lalu memulai prosesi cukur mencukuri sesama mereka. dan tugasku adalah mengabadikan setiap kelakuan aneh itu (yg aku sendiri udah ngga tahu ada dimana sekarang foto-fotonya).

aku sudah berjilbab pada masa itu, meskipun jilbab hanya dipakai saat bepergian, dan kalau teman-teman bertandang kerumahku, mereka masih bisa mendapati aku pakai celana pendek plus kaos gombrong dengan rambut gondrong sepinggang yang dikepang rapi. ya begitu, saat itu jilbabku ngga lebih dari 5 potong, buat sekolah 3, buat kelayapan 2. warnanya putih, coklat, biru dan pink. gaya berjilbab hanya pada saat bepergian keluar rumah ini, dikenal dengan istilah "Jilbab Jenggo".. kyanya ini diambil dari istilah preman di film tua yang entah siapa pemainnya, tapi sepertinya si koboi bernama jango (kok aku malah ingatnya Django Reinhart?).

balik lagi ke obrolan semula. soal kebiasaan teman-teman sekolah dan kuliahku yang sering ngga nganggap aku sebagai perempuan, ternyata ngga berakhir sampai disitu saja. belakangan bersama dengan sejumlah musisi yang tergabung dalam sebuah kelompok musik yang aku manajeri. beberapa musisi muda inipun punya kebiasaan aneh. sering saat berganti kostum dan aku sedang berada disana untuk mengurusi beberapa persiapan di ruang ganti, dengan santainya mereka buka pakaian dan kadang-kadang dengan manja minta dipakaikan kostumnya olehku. meski pernah kuprotes bahwa tindakan itu tidak baik dan kurang sopan, mereka malah cengengesan sambil ngomong "sama mami kok malu? ada-ada aja...." halaahh!!

yang lebih aku herankan lagi, kenapa istri-istri temanku tidak ada yang cemburu padaku, karena suami-suami mereka kerap menghabiskn waktu bersamaku pada saat-saat dimana para suami itu seharusnya berada disisi istri atau bersama keluarganya. memang, kami biasanya sedang keasyikan berdiskusi sampai tengah malam bahkan jelang pagi. walaupun kadang-kadang yang mereka obrolkan adalah sex!! kalaupun aku protes dengan teriakan "wooii.. aku belum kawin, jangan cerita yang ngga aku ngerti dooong!!" mereka nggak ambil pusing. palingan kalo aku ancam dengan keinginan pulang atau pergi saja, baru mereka balik lagi ke topik semula. lagi-lagi, itu cuma bertahan beberapa menit terus pasti balik lagi ngobrolin soal orang dewasa yang cuma aku pahami secra teori lewat bacaan dan dengarin orang ngobrol itu.

aahh.. sekarang sudah tak mau ambil pusing lagi, mau ngobrol apa saja ... silakan, udah malas protes, toh mereka tetap saja akan mengunciku dengan kata-kata yang sama setiap saat "emangnya kamu perempuan ci?.. secara fisik mungkin, tapi inside? kamu sama nih sama kita-kita". mau protes apa lagi? lah mungkin saja anggapan mereka benar. lagipula, tak ada gunanya aku maksa mereka nerima kenyataan bahwa aku perempuan, luar dalam. they don't care at all.

setelah aku pikir-pikir dan ingat-ingat lagi, mungkin saja teman-temanku itu hanya membalas reaksiku yaa? aku ngga pernah bereaksi malu atau tertarik melihat para lelaki itu bugil didepanku, dalam pikirku itu kan memang sudah hak otonomi mereka, alat reproduksi yang mereka punya sejak lahir. kalau mereka saja tidak risih memperlihatkannya, kenapa aku musti risih dan mikir? mereka kan teman-temanku, manusia. prinsipku tak pernah berubah sejak dulu, sekali engkau masuk dalam kotak hatiku yang berlabel teman, maka sampai mati engkau adalah teman dan aku tidak akan pernah sekalipun mengubah rasa dan tindakku selain sebagai teman. kecuali dari awal engkau sudah kumasukkan dalam label "kesayangan" maka.. ada kemungkinan aku akan mengembangkan rasa dan sikap yang berbeda. biasanya orang-orang ini tidak berawal dari posisi teman.

aahh.. tulisan ini jadi tidak fokus. ya begini kalau sambil siaran, pengen ngetikin sesuatu, baca sesuatu dan jadilah... 





Kamis, 06 November 2008

kita dan anak-anak kita

orang-orang ribut tentang seorang anak perempuan berusia 12 tahun dinikahi oleh seorang laki-laki dewasa. awalnya aku juga ikut ribut, karena kupikir si anak adalah korban dari sebuah konspirasi jahat orang dewasa yang tak lain tak bukan orang tuanya sendiri, demi mengatasi masalah kemiskinan yang dihadapi.

aku membayangkan alat reproduksinya yang akan diobrak abrik oleh alat reproduksi seorang dewasa. aku membayangkan kesakitan. aku membayangkan betapa dia tiba-tiba terseret pada kehidupan yang berat, menjalankan tugas sebagai seorang istri seperti yang diatur, disepakati oleh orang-orang yang disebut masyarakat.

kubayangkan betapa dia kehilangan masa kecilnya yang indah, bermain, mengenal dunia dan mereguk ilmu sebanyak-banyaknya. bahkan yang lebih parah dalam upaya mengatasi masalah pekerja anak, dia malah terjerumus dalam kondisi sedemikian rupa.

tetapi, sekarang aku berpikir bahwa dia sudah menentukan pilihannya, terlepas dari kemungkinan bahwa dia tidak berpikir dengan baik karena keterbatasan pengetahuannya dan lingkungan sekitarnya yang sudah menutup semua akses pada kebebasan yang ada dipikiranku, sebagai seorang perempuan dewasa. pernah kutanyakan pada adik kecilku yang seusia dengannya. maukah adikku menikah dengan seseorang yang usianya 3 kali lipat usianya. adikku menangis, tidak mau katanya. kenapa? karena dia masih ingin bermain, menikmati hidup seperti teman-temannya. sudah kuberikan dia gambaran indah sebuah perkawinan lewat buku-buku. mencekoki dalam kepalanya dalil-dalil perlindungan dan kemudahan menikmati kemewahan. dia tetap menolak.

baiklah, mungkin karena adikku tidak dibesarkan dalam lingkungan religius yang ketat, hanya dalam sebuah lingkungan yang membebaskan dia memilih apa yang dia suka dan baik untuk dirinya sendiri. karena dia tahu, keluarganya tidak dililit hutang, tidak kelaparan, kakak-kakaknya setiap saat bisa bertindak untuk membantunya saat dia merasa tak berdaya sebagai seorang anakkecil.

kembali pada si anak perempuan yang sudah menikah dan sah secara hukum agama islam itu. kemarin, aku mendengarnya menolak untuk dipulangkan ke rumah orang tuanya, apalagi dicerai oleh suaminya demi memberinya kesempatan menikmati masa kanak-kanaknya lagi, paling tidak sampai dia berusia 16 tahun (sesuai dengan hukum positif negara ini). dan dia menambahkan alasan Cinta dalam alasan penolakannya.

aku tak bisa berkata apa-apa, siapalah kita hendak memisahkan dua orang yang saling mencintai, terlepas dari apapun asal mula sebab kemunculan cinta tersebut. mungkin orang-orang akan tertawa, mana mungki ada anak sekecil itu paham akan cinta? ahaaii.. soal ini aku tak mau mendebat. yang kupahami adalah semua orang tentu tahu apa yang dikatakan dan dirasakan hatinya sendiri. intervensi terhadap rasa cinta itu, tentulah tak bijak dilakukan.

aku pikir, sebaiknya lah kita membiarkan dia menikmati apa yang sudah dipilihnya itu. itu hidupnya, itu kebahagiaannya. sebagai manusia yang belum dewasa pikir, mungkin dia tak sungguh paham apa yang dilakukannya. tapi siapakah kita yang hendak memisahkan seorang istri dari suaminya? kita bukan hakim dalam perkara ini. aku menghargai pilihannya, aku ikut berdo'a demi keselamatannya.

aku berlepas diri, karena aku setuju dengan prinsip-prinsip kemanusiaa. setiap orang berhak atas kebebasan diri, yaitu menentukan apa yang akan dan mau dia lakukan. setiap orang berhak atas kebahagiaan, yaitu menikmati pilihan hidup dan hatinya. tentu saja, dengan tidak mengganggu atau mengusik kebebasan dan kebahagiaan orang lain pula.

aku berlepas diri, karena aku tidak akan pernah tahu apa yang dia rasakan sesungguhnya, selama dia mengatakan dirinya bahagia. aku berlepas diri selama dia tidak mengeluh dan menceritakan pada sesiapa tentang isi hatinya. aku berlepas diri, karena Allah SWT akan selalu menjaga orang-orang yang berniat baik.

yang aku pahami, inilah salah satu bukti bahwa ada yang belum selesai dilakukan oleh negara ini. upaya untuk mendidik masyarakat agar paham akan Hak-haknya sebagai warga negara dan manusia, memang belum selesai dilakukan. praktek-praktek pernikahan dini dengan alasan agar bisa keluar dari kemiskinan, menghindari perzinahan dan sebagainya, adalah salah satu bukti bahwa upaya itu belum berhasil. tapi, bukan berarti aku berlepas diri begitu saja dan menyerahkan semua urusan itu pada negara yang para pengurusnya lebih banyak disibukkan dengan urusan memperkaya diri dan mempertahankan kekuasaan.

mencaci maki, menghujat dan tak peduli adalah reaksi yang wajar saja, manusiawi sekali kupikir, selama kita punya akal pikir dan nafsu amarah. hanya sedikit saja yang ingin kutekankan pada diriku sendiri, jangan bereaksi berlebihan terhadap sesuatu yang tak kau ketahui ujung pangkalnya dan jangan sekali-kali kau menghakimi pendapat orang apalagi kau merampas kebebasan orang-orang dalam menentukan pilihan-pilihan. karena setiap manusia pasti dimintai tanggung jawab atas setiap pilihan dan perbuatan yang dilakukannya.

dari aspek usia, sang istri memang masih masuk kategori manusia kecil yang harus dilindungi dari kekejaman sebagian manusia dewasa disekitarnya. tapi ketika dia sudah menjadi seorang istri, maka biarlah dia menjadi tanggung jawab suaminya. bila nanti dia disakiti oleh suaminya, maka barulah kita memberinya pertolongan, karena tolong menolong dalam berbuat kebaikan adalah perintah Allah SWT.

siapakah kita, yang tidak pernah tahu apa yang dirasakannya, kecuali dia berbagi dengan kita? siapalah kita yang begitu ingin menghukum suaminya? padahal kita tak mampu juga menjaga mulut dan hati untuk terus menerus menyiksanya karena ketidak pahamannya akan hak-nya? tidak ada yang menjamin bahwa dia akan terhindar dari gunjingan, kekerasan dalam bentuk lain dari sekitarnya.

sekarang, menurutku tindakan terbaik adalah mengatasi masalah kemiskinan terstruktur ini. melepaskan orang-orang dari belenggu kebodohan dan pembodohan. membagi tahu apa yang menjadi Hak Anak, pada orang-orang tua-nya dan masyarakat secara lebih luas. Mari melihat disekitar kita, adakah anak-anak yang belum mendapatkan kasih sayang dan Hak-nya, apa yang bisa kita lakukan untuk mereka? mencukupkan kebutuhannya, menciptakan lingkungan yang baik untuk tumbuh kembangnya, mendengar suaranya tentang kehidupan. jika hanya anak-anak biologis kita yang kita lindungi, darimana kita tahu bahwa anak-anak biologis kita itu tidak akan terpengaruh oleh anak-anak tidak biologis kita yang jumlahnya lebih besar itu? kita tak dapat mengurung mereka selamanya untuk melindunginya dari pengaruh dunia, kan?