Senin, 06 Agustus 2012

my Nanggroe

"semua kasus penembakan oleh otk itu menyasar pekerja ber-etnis jawa"

Begitulah kesimpulan sementara yang dapat diambil dari status teman-teman di facebook, juga tersirat dari berita yang ditulis oleh kawan-kawan wartawan di Aceh. aku seperti terlontar pada suatu masa dimana orang-orang sedang memaksa stigma bahwa orang Aceh tidak suka pendatang, terutama dari Jawa. THAT'S TOTALLY NOT TRUE!!

Sepanjang pertengahan tahun 2011 sampai sekarang, Aceh dilanda kisruh antar elite terkait dengan aturan pelaksanaan PEMILUKADA. Mayoritas anggota DPRA bersikeras menolak kesertaan Calon Independen dalam PEMILUKADA, dimana memungkinkan Gubernur incumbent bisa ikut serta lagi, sedangkan eks kombatan GAM yang sudah meleburkan diri dalam Partai Aceh (parlok) yang menguasai lebih dari 50% kursi DPRA tentu saja tidak mau lagi Aceh dipimpin oleh mantan propagandis GAM yang mulai berseberangan dengan mereka.

Terjadilah berbagai peristiwa yang menurutku sarat dengan rekayasa dan cenderung tidak sehat. ada berbagai demonstrasi menuntut penundaan pilkada di berbagai kabupaten/kota di Aceh. lalu ada polemik di media massa lokal yang melibatkan berbagai pihak, baik yang menuntut penundaan pilkada dan mendukung agar pilkada terus berlangsung. ditambah lagi dengan aneka pengamat amatiran yang lebih mirip dengan penyanyi dangdut lagi nyari panggung dan susah tenar sehingga bikin pernyataan kontroversial.

Pilkada yang sejatinya terlaksana pada 24 Desember 2011, kemudian ditunda mengikut beberapa proses persidangan di Mahkamah Konstitusi. inti permasalahan hanyalah soal keikursertaan calon independen (yang pertama kalinya dilaksanakan pada pilkada 2006 dimana irwandi yusuf-muhammad nazar berasal dari calon independen dan menang). Partai Aceh bersikeras bahwa Kehadiran Calon Independen tidak sesuai dengan perjanjian Damai RI-GAM, sedangkan Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa Calon Independen itu adalah hak konstitusi warga negara. maka terjadilah lagi penundaan, hingga akhirnya Komite Independen Pemilihan (KIP) Aceh yang didaerah lain disebut KPU memutuskan bahwa PEMILUKADA tetap dilangsungkan pada 16 Februari 2012 nanti.

para calon independen tetap ikut serta, bahkan kebanyakan dari mereka lolos verifikasi. dan konyolnya, setelah beberapa waktu berlalu dengan penolakan melulu, kemarin DPRA, terutama Partai Aceh malah minta waktu untuk mendaftarkan calonnya. wedewwwhh.. Nanggroeku.

nah.. apakah apa yang kusebutkan di awal tadi ada hubungannya dengan apa yang kuceritakan panjang lebar diatas? entahlah..

yang jelas... pada 4 desember 2011, sekelompok pekerja kebun karet di wilayah Aceh Utara diberondong dengan senjata api sehingga menewaskan 4 orang diantaranya yang tak seorangpun dari mereka adalah orang dari suku Aceh. berikutnya pada 31 Desember 2011, di wilayah yang cukup ramai dan dekat dengan warung kopi paling terkenal sedunia, seorang karyawan toko boneka beretnis jawa, ditembak dan tewas. tak lama berselang, di wilayah Blang Blahdeh, Kabupaten Bireueun yang berjarak sekitar 300KM dari Banda Aceh, 3 pekerja asal jawa yang sedang beristirahat dari pekerjaan menggali tanah untuk keperluan kabel optik telkomsel dengan gaji Rp 9000/meter galian tewas diberondong seorang penembak. Besok harinya, 1 Januari 2012, seorang transmigran asal jawa di pedalaman Aceh Utara tepatnya Langkahan, tewas ditembak OTK juga.

Belum lagi ada tersangka yang ditangkap, 5 Januari 2011 kemarin, seorang lagi pekerja asal jawa tengah tewas diterjang peluru di bagian kepala di kawasan Aneuk Galong, Aceh Besar setelah mencoba bertahan hidup selama kurang dari 24 jam, akhirnya Gunoko tewas. sedangkan 2 orang lainnya sudah lebih baik.

apa yang sedang terjadi di Nanggroe-ku?
Gubernur Incumbent bilang itu masalah kesenjangan sosial
para petinggil polisi dan militer bilang itu kriminal murni
para aktifis percaya bahwa itu bermotif politik dan ada hubungannya dengan kisruh PEMILUKADA.
aktifis lain mengatakan itu adalah salah satu upaya untuk menggoyang wibawa Presiden RI yang diisukan akan turun panggung pada tahun 2012 ini.

Wallahualam bissawab..
apapun rencana dan strategi yang sedang dimainkan
atau siapapun yang bertanggung jawab dan melakukannya
sama sekali tidak pantas mengorbankan nyawa orang-orang tak berdosa yang pergi jauh dari rumah untuk mengadu nasib di daerah lain dalam negeri sendiri. sungguh tidak pantas apabila di dalam wilayah negara sendiripun mereka tak mendapatkan jaminan keselamatan. Negara apa ini.. oohh nasib Nanggroeku

Ya Allah, jauhkanlah bumiMu dan hamba-hambaMu ini dari segala aib dan kekejian dunia. berikanlah kami kesempatan menikmati kedamaian ini lebih lama lagi. dan lapangkanlah dada kami untuk menerima perbedaan dan tidak memusuhi sesama saudara sendiri. lindungilah kami dari rencana-rencana busuk orang dzalim yang hendak mengambil keuntungan dari kelemahan kami. lindungilah kami dari fitnah dan dengki orang-orang yang tak tahu bagaimana hidup dalam bayang-bayang kematian sejak lahir, Ya ALLAH.

Ya Allah, sesungguhnya sebagai orang Aceh, kami adalah manusia yang lemah dan terus berusaha menjadi hambaMU yang ikhlas. sesungguhnya kami tidak pernah memusuhi sesiapa dari etnis apapun kecuali mereka yang mendustai-MU dan menjadi musuh-musuhMU.


6 Januari 2012

Tidak ada komentar: