Senin, 06 Agustus 2012

Demam Euro 2012

24 juni 2012

Euro tahun ini pertama kalinya aku menikmati Euro sendirian, tanpa teman nonton atau teman bertaruh *bukan pertaruhan yang sesungguhnya* aku nyaris tidak meninggalkan satu pertandingan langsungpun.
kadang-kadang kupikir karena ini even yang terjadi setiap 2 tahun setelah world cup, maka bisa dikatakan, terbiasa menonton even ini sejak tahun 1982 -world cup- dan 1996 - Euro Cup- tubuhku melakukan penyesuaian metabolisme.

sebulan sebelum gelaran Euro 2012, aku sudah terbiasa tidur subuh dan bangun saat dhuhur. tadinya kupikir itu disebabkan karena aku mulai jarang dan malas merokok saja. *biasanya kalau aku jarang dan malas merokok, reaksi tubuh yang pertama adalah insomnia* tapi ternyata, itu hanya sebuah siklus metabolisme penyesuaian tubuhku yang terjadi setiap 2 tahun menjelang even-even sepakbola kegemaranku.

seperti biasa, setiap kali turnamen sepak bola dunia berlangsung, yang namanya mendukung tim favorit adalah hal yang lumrah. bisa jadi dengan sangat ekspresif mendemontrasikan dukungannya itu, bisa jadi santai saja. seperti biasa pula, pesbuk atau blog adalah ajang paling murah dan mudah untuk menyatakan dukungan itu.

asyik juga memperhatikan dan membaca bagaimana prediksi dan harapan masing-masing pendukung menjelang pertandingan atau menjelang masa-masa kritis menuju partai puncak. aku tidak merasa istimewa, karena aku selalu mendukung tim Jerman dan tim-tim negara lainnya yang bisa dikatakan belum cukup digdaya dalam kancah sepakbola internasional seperti Yunani, Ukraina, Kroasia, Rep Ceska, Denmark, Swedia atau Polandia sekalipun. aku hanya tidak suka dominasi.

Jerman adalah salah satu tim terbaik di dunia (urutan ke 3 menurut FIFA) yang selalu menjadi favoritku. mereka sering masuk final Euro dan World Cup meskipun tidak selalu menjadi Juara. Namun entah mengapa, selalu tertarik dengan konsistensi mereka.. stabil saja prestasinya, paling kecil yaa lolos ke perempat final saja dalam setiap turnamen. Tapi tidak mendominasi, itu lah yang membuatku masih setia menjadi pendukungnya sampai saat ini.

tidak juga aku berharap mereka selalu menang, aku senang saja kalau mereka dikalahkan oleh tim yang lebih lemah, asalkan mereka menunjukkan performa yang bagus saja mempertahankan gelar Der Panzer-nya. Tahun ini, Jerman termasuk sebagai salah satu tim favorit juara. kalau merunut sejarah, bila sebelumnya mereka berhasil jadi runner up, maka tahun berikutnya mereka akan meraih gelar juara. well... aku sama sekali tidak peduli itu akan terjadi lagi atau tidak. bagiku yang penting, Jerman selalu menampilkan permainan yang baik serta perubahan pemain yang konsisten dengan munculnya nama-nama baru dalam tim jerman. kemunculan calon bintang baru ini adalah kunci kedigdayaan mereka di masa-masa yang akan datang. mereka tidak bertumpu pada satu nama kunci saja *seperti pendukung portugal yang menaruh semua harapan dipundak Christiano Ronaldo, sehingga dia merasa terbebani dan mainnya jadi ngga fun*

Spanyol adalah kandidat juara bertahan yang pantas diperhitungkan, mereka sedang dalam performa terbaiknya sepanjang sejarah. Tentulah menarik apabila ternyata sekali lagi Jerman bertemu Spanyol (apabila berhasil mengacaukan mimpi Portugal) di partai Final (tentu saja Jerman harus mewaspadai Inggris atau Italia) sungguh ini adalah sejarah baru ketika 2 tim bertemu di final selama 2 even berturut-turut (4 tahun lalu jerman kalah dari spanyol juga).

aku tidak pantas memprediksi apapun hasil pertandingannya, karena bagiku lebih penting menikmati pertandingannya. adu strategi, adu endurance dan yang paling akhir dan paling tidak kupercaya adalah soal keberuntungan. mengapa aku tidak percaya soal keberuntungan dalam sepakbola? karena tidak ada yang namanya keberuntungan disana. sepak bola adalah olahraga yang mengutamakan skill individu, taktik dan strategi tim, pemanfaatan waktu dan peluang yang terukur dan cermat. Jadi sangat tidak mungkin ada yang namanya faktor keberuntungan, misalnya tiba-tiba Inggris lolos ke final karena Jerman mengundurkan diri...

aku paling ngga suka kalau para komentator bilang Jerman berhasil mengalahkan Belanda di penyisihan Grup itu soal keberuntungan. atau soal Rep Ceska lolos ke perempat final juga soal keberuntungan karena Rusia tidak beruntung?? ada-ada saja... Belanda dan Denmark tidak bermain dengan maksimal, Jerman dan Portugal lebih baik dari segi taktis dan materi, itu saja alasannya.

bisa gila kita kalau mengikuti pandangan soal keberuntungan, ramalan dan sebagainya dalam sebuah pertandingan olahraga semacam Sepak Bola ini. prediksi, keberuntungan itu cuma berlaku dalam perjudian.

Tidak ada komentar: