Rabu, 18 Juni 2008

Little Megat

Masih dalam suasana mengharu biru, ingat adikku yang berulang tahun ke-24 hari ini, aku jadi teringat masa kecilnya. waktu dia berumur 8-9 tahunlah waktu itu. ada 3 adikku yang bersekolah di SD yang sama pada saat itu, Ninong kelas 4 dan Megat kelas 3. Mereka jarang berangkat bareng karena ada teman masing-masing, hanya ketika masih kelas 1-2 kalau tak salah ingat, mereka seringnya diantar Bapak naek motor. Pake Motor Win 100, motor dinas pns dinas pu waktu itu.

selain sekolah, mereka juga pergi mengaji di tempat yang sama pada malam hari, yaitu tetangga kami yang biasa di panggil Kak Nah (sekarang keponakanku yang nerusin ngaji disitu). pada suatu hari di bulan puasa, waktu itu aku sedang membantu our Mommy bikin penganan berbuka, biasanya onde-onde atau yg dikenal dengan istilah "Boh Rom-Rom", pada tahu ngga bentuknya kya apa?

lalu ada kakak nomer 2, Zetti yang biasa dipanggil amoy (karena waktu bayi dan balita, putih pucat cipit macam anak china bentuknya, maka didapuklah oleh para tetangga sebagai dek Amoy), dia sedang haid jadi ngga puasa, kebetulan siang menjelang sore itu, si Megat baru pulang mengaji sama ustadz (kalo sore ngajinya di panti asuhan ujung gang), dan dia melihat kalau Amoy sedang mencicipi masakan our mommy. dan dia langsung datang mendekati kami. dan terjadilah percakapan antara ibu dan anak laki-laki bungsunya itu.


Megat : "kenapa kak amoy boleh ngga puasa, mak? diakan sudah dewasa, Agat kan anak-anak"
Ibuku : "memangnya agat ngga dikasih tahu oleh guru agama atau pak ustadznya? siapa saja yang boleh tidak berpuasa dibulan ramadhan?"
Megat : "Tahulah Agat, baru tadi dikasih tahu, orang yang sedang dalam perjalanan atau musafir, orang yang sedang haidh dan nifas, orang gila atau tidak sehat akalnya, anak-anak yang belum akil baligh"
Ibuku : "nah itu Agat tahu, Kak Amoy itu sedang Haidh, jadi dia boleh tidak berpuasa"

Si Megat manggut-manggut, dia melirik ke Amoy yang sedang mengupas buah-buahan untuk dibuatkan ruzak manis (minuman wajib buka puasa dirumah kami, dulu). Mungkin terbit seleranya melihat buah Mangga yang matang berwarna kuning itu.

Megat : "kalau begitu, nanti .. kalau Agat Haidh dan Nifas, boleh ngga puasa kan?"
Ibuku, aku, Kak Amoy, popi dan kak Mala :$)@#)!)*!#&!^$)#$*&Q^#!&$!&^$!$!(&$^$@&$


Selasa, 03 Juni 2008

busy..ahh


setelah Bulan Mei dilalui dengan santai, hanya memantau kegiatan teman yang sibuk dengan segala aksi ati kenaikan BBM, tanpa ada kegiatan atau kerjaan yang menghasilkan tambahan dalam pundi-pundi saving (terkuras untuk berbagai hal yang datang bersamaan dan tak bisa dihindarkan), akhirnya Bulan Juni tiba dengan segerobak aktifitas dan Insya Allah, bisa nabung lagi buat mewujudkan rencana masa depan.

Kamis 5 Juni (bertepatan dengan hari bumi), dapat kerjaan jadi moderator diskusi tentang RUU Kebebasan memperoleh Informasi Publik dari teman Forum LSM. Senin-Selasa 10-11 Juni dapat tugas jadi pembaca kritis Rancangan Qanun Pendidikan Aceh (penyelenggaraan pendidikan) dari Koalisi NGO HAM, Alhamdulillah.

oh ya, Rabu 4 Juni, masih ada kerjaan tambahan, yaitu menterjemahkan proposal ADF kedalam Bahasa Inggris (kalau yang ini mestinya kerjaan kolaborasi, saya mah editor sajah... hehehehe). Yaahh.. syukurlah.. bisa nambah-nambah buat logistiknya temanku yang kerjanya Demo melulu.
Alhamdulillah, setidaknya ada kesempatan bayar zakat lagi, karen april dan mei kemarin ngga ada pendapatan yang bisa untuk bayar zakat, kecuali hasil giliran arisan yang smapai hari ini belum diterima.. hehehe, pada kemana itu bapak-ibu pemegang duit arisan, kenapa saya ngga dapat jatah, padahalkan bulan mei memang giliran saya tuh.

sampai pertengahan Juni, akan sedikit sibuk mikirin KKP, karena memang ada beberapa hal yang terus mengusik, ditambah berkurangnya seorang personil perempuan karena dianya dilarang ayahnya kerja sama kita. meskipun kerjaannya gampang dan gajinya lumayan, tapi ngga tahan sama tekanan bekerja denganku kayaknya itu anak.. (kejam kali kau lizie!!)

well... saatnya bangkit sekarang, harus bisa jalan lagi, kerja lebih serius lagi, kalau memang sudah berencana untuk melaksanakan beberapa target baru untuk masa depan. belum lagi, ajakan untuk ikutan partai politik, waahh... masih mikir saya kalau ini, logistiknya terbagi nih.

tidak boleh menyerah lizie!
tidak boleh menyerah....Insya Allah, semua bisa dikerjakan sekaligus, asalkan mau serius dan ngga malas melulu. do'akan saya yaaa...

Saya telah mempelajari kehidupan pria-pria besar dan wanita-
wanita terkenal, dan saya menemukan bahwa mereka yang mencapai
puncak keberhasilan adalah mereka yang melakukan pekerjaan-
pekerjaan yang ada di hadapan mereka dengan segenap tenaga,
semangat, dan kerja keras. (Harry S.Truman)





well...culture!!

Pada beberapa kebudayaan di dunia, termasuk diantaranya
pada beberapa suku Indian Amerika Tengah, dan kaum Thracia dari
daerah Bulgaria, kelahiran disambut dengan kesedihan
sementara kematian disambut dengan kegembiraan.

Ketika seorang bayi baru lahir, maka keluarganya akan
duduk mengelilingi sang bayi sambil meratapi kesusahan-kesusahan
yang akan dialami sang bayi di masa hidupnya.

Sebaliknya, saat menghadiri kematian, para tamu yang hadir justru
tertawa dan melawak di hadapan orang yang meninggal,
karena mereka percaya bahwa orang yang mati sedang menuju negeri
kebahagiaan. Terkadang, istri atau hewan favorit milik
yang mati ikut dibunuh, sehingga mereka pun dapat turut bersama
berbahagia di alam baka.


sumber : disini