Selasa, 27 Mei 2008

do you believe this?

Boerhaave, seorang dokter Belanda dan penulis buku
"Elementa Chemiae", meninggal tahun 1738. Sebelum wafat ia
meninggalkan sebuah buku tebal bersegel dengan judul "The Onliest and
The Deepest Secrets of The Medical Art" (Rahasia paling
mendalam dan satu-satunya dalam Seni Pengobatan).

Buku tersebut dilelang, dan sang pemenang lelang yang
telah mengeluarkan uang senilai $ 20.000 dalam emas membawa
pulang buku itu. Saat segel dibuka, ia menemukan bahwa 99 dari
100 halaman buku itu adalah kosong. Selain sampul depan, cuma
terdapat tulisan pendek: "Jaga diri untuk tetap tenang,
jaga kaki agar tetap hangat, dan kamu akan membuat dokter
terbaik sekalipun menjadi miskin."

Kamis, 22 Mei 2008

sekedar informasi

'nemu dari milis motivasi_net@yahoogroups.com
belum ditelusuri sampai ke akar-akarnya nih
semoga bukan informasi yang salah

Undang-undang Sekolah tahun 1647 di Massachussets mewajibkan
bahwa setiap desa dengan penduduk di atas 50 kepala keluarga
harus membangun sebuah sekolah, atau menghadapi denda sebesar
5 pound.

Dari undang-undang inilah berkembang sekolah dasar di Amerika
Utara, dan terbentuk "gerakan wajib belajar" pertama di dunia.









Senin, 19 Mei 2008

Tepar...

berapa kali harus kukatakan...?
jangan melawan dong..
jangan bandel...

makan!
makan!
tidur!
ditempat yang nyaman!
jangan tidur dikantor terus!!

huuhhh... karena aku kuatir..
kalau kamu sakit, siapa nanti yang repot ngurusnya?
orang lain kan?
teman-teman kan?
huuuhhh.... aku tidak bisa mengurusmu

padahal kamu malas ke dokter
ehh.. terima kasih karena hari ini akhirnya kamu pergi ke klinik, dan dokter belum bisa memastikan apa penyakit yang kamu derita.
kamu tahu? aku berdo'a ... untukmu...
supaya kamu ngga kena typhus... supaya kamu ngga harus tidur di rumah sakit, supaya kamu ngga kejangkit DBD, supaya jarum-jarum tidak menusuk dagingmu... supaya aku tidak kehilangan ingatanku tentang kamu.

jangan kurus dong.... please...
jangan berhenti tersenyum yaaa... please
kalau dalam seminggu ini, kamu masih demam dan tidak sembuh juga, cuma ada kemungkinan, aku kan berada di hadapanmu, dan akan mengurusimu dengan caraku, sampai kita berkelahi sekalipun!! aku akan memaksa

atau...
kamu kukirim pulang ke surabaya... yaa.. ke rumah ibu-mu (tentu saja tanpa aku... hehehe... ngga berani aku) atau... kupetikemaskan kamu ke Banda Aceh? pilih mana? semua ngga ada asyiknya....

makanya... jangan Tepar!! bangun...
ehhh.. sekali lagi... terima kasih karena sudah ke dokter, tidak tidur di kantor, tidak ikut turun ke jalan hari ini, mau makan dan membalasi pesan-pesan penuh kecemasanku... terima kasih.

semoga segera sembuh, kecuali... kamu memang mau aku ada dihadapanmu ya? jangan mengada-ada

Jumat, 09 Mei 2008

Foundations by Kate Nash

ada hal yang menarik soal lagu satu ini, setelah googling sebentar barusan, aku menemukan informasinya disini. dan aku menemukan foto penyanyi satu ini juga disitu.
lagu ini, menurutku sih.. masuk kategori "dungu" .. bukan penyanyinya yang dungu atau musiknya .. apalagi lyricsnya... wah sama sekali bukan. maksudku adalah : ketika seseorang mencintai atau jatuh sayang sama seseorang, terkadang (biasanya perempuan) melakukan hal-hal yang tak masuk akal, seperti: punya segudang maaf untuk setiap kesalahan yang dilakukan pasangannya. punya segudang pengertian untuk pengabaian yang dilakukan pasangannya. menurut pendangan pikirku, hal itu terjadi secara emosional, yaahh.. aku pikir karena perempuan itu kebutuhan emosionalnya jauh lebih besar, dan beda dengan kebutuhan emosional laki-laki.

ahh whatever, sering bingung juga aku menilai sesuatu yang berhubungan dengan laki-laki secara spesifik. tapi satu hal yang aku yakini, setiap perbuatan harus ada landasan pijak, burung sebelum terbang juga awalnya ada di sarang, yang letaknya bukan di awang-awang. untuk terbang, burung juga menekan tempat berpijak kan?

jadi... pondasi sebuah hubungan yang disebut oleh kate nash dalam lagunya ini, tentu bisa kita pertanyakan dan kita kira-kira, seperti apa? impossible kalo cuma cinta, meskipun itu adalah modal paling gedenya. setuju?

Thursday night, every thing's fine, except you've got that look in your eye
when I'm tellin' a story and you find it boring,
you're thinking of something to say.
You'll go along with it then drop it and humiliate me in front of our friends.

Then I'll use that voice that you find annoyin' and say something like
"yeah, intelligent input, darlin', why don't you just have another beer then?"

Then you'll call me a bitch
and everyone we're with will be embarrassed,
and I wont give a shit.

My finger tips are holding onto the cracks in our foundation,
and I know that I should let go,
but I can't.
And every time we fight I know it's not right,
every time that you're upset and I smile.
I know I should forget, but I can't.

You said I must eat so many lemons
'cause i am so bitter.
I said
"I'd rather be with your friends mate 'cause they are much fitter."

Yes, it was childish and you got aggressive,
and I must admit that I was a bit scared,
but it gives me thrills to wind you up.

My finger tips are holding on to the cracks in our foundation,
and I know that I should let go,
but I can't.
And every time we fight I know it's not right,
every time that you're upset and I smile.
I know I should forget, but I can't.

Your face is pasty 'cause you've gone and got so wasted, what a surprise.
Don't want to look at your face 'cause it's makin' me sick.
You've gone and got sick on my trainers,
I only got these yesterday.
Oh, my gosh, I cannot be bothered with this.

Well, I'll leave you there 'till the mornin',
and I purposely wont turn the heating on
and dear God, I hope I'm not stuck with this one.

My finger tips are holding onto the cracks in our foundation,
and I know that I should let go,
but I can't.
And every time we fight I know it's not right,
every time that you're upset and I smile.
I know I should forget, but I can't.

And every time we fight I know it's not right,
every time that you're upset and I smile.
I know I should forget, but I can't.

Kamis, 08 Mei 2008

1234 By Feist

Saya ngga begitu suka banyak lagu baru sekarang, tetapi karena harus siaran program olahraga yang disebut Prime Sport 2 jam/minggu dan lagu-lagunya adalah lagu hits zaman sekarang, maka kenal lah saya pada salah satu lagu ini. lagu yang menurut saya, asyik ... suaranya mengingatkan saya pada Joss Stone... tapi beda lah.

Feist tadinya adalah anggota band indie rock Broken Social Scene. tapi kemudian memulai karier solonya, dan lagu ini bukanlah lagu pertamanya, tapi cuma lagu ini yang tahan saya dengar berulang-ulang.

saya kutiplah lagunya ini dari situs ini

One Two Three Four
Tell me that you love me more
Sleepless long nights
That is what my youth was for

Old teenage hopes are alive at your door
Left you with nothing but they want some more

Oh, you're changing your heart
Oh, You know who you are

Sweetheart bitterheart now I can tell you apart
Cosy and cold, put the horse before the cart

Those teenage hopes who have tears in their eyes
Too scared to own up to one little lie

Oh, you're changing your heart
Oh, you know who you are

One, two, three, four, five, six, nine, or ten
Money can't buy you back the love that you had then
One, two, three, four, five, six, nine, or ten
Money can't buy you back the love that you had then

Oh, you're changing your heart
Oh, you know who you are
Oh, you're changing your heart
Oh, you know who you are
Oh, who you are

For the teenage boys
They're breaking your heart
For the teenage boys
They're breaking your heart

dari songfacts, diinformasikan bahwa lagu ini ditulisnya bersama sally seltmann, seorang penyanyi asal Australia, setelah ia mendengar kisah seorang kawan baiknya yang meninggalkan suaminya, yang membuat feist merasa kecewa dan berpikir bahwa semua orang di muka bumi ini ingin dicintai dan uang tidak bisa membeli kembali perasaan yang kita rasakan ketika jatuh cinta pada seseorang.

lagu ini sempat menduduki #8 Charts US dan #4 Charts UK di release pada tahun 2007 dan di Charts saya.. ehmm #235 saja... mau tahu urutan 1-234? hahahaha... butuh setahun deh buat ngulasnya. kalo mau dengerin lagu ini, yaahh... coba aja di songfacts, saya tidak akan meng-uploadnya, karena... ini masalah Copy Rights, saya ndak punya tuh .. hehehe


Selasa, 06 Mei 2008

Streets of London

ini judul lagu, akhir 90-an, ada sebuah grup menyanyikannya dengan sangat indah, tapi aku lupa nama grupnya. kemarin, aku dengar Rika siaran oldies moment, dan dia mainkan Streets of London yang dinyanyikan oleh mary hopkin, hmm.. ada kata yang berubah memang dari lagu aselinya yang ini:

Well did you see the old man
Outside the seamen's mission
Never is a fading with the medals that he wears
And did you see the old man
Outside the seamen's mission
He's just another hero from a land that doesn't care

So how can you tell me you're lonely
And don't you say to me your sun don't shine

And have you seen the old girl
Who walks the Streets Of London
She ain't got no money and she's all dressed in rags
And have you seen the old girl
Who walks the Streets Of London
She carries her old knickers in two polythene bags

So how can you tell me you're lonely
And don't you say to me your sun don't shine

Well let me take you by the hand
And lead you through your Streets Of London
I'll show you something you'll never understand
Well let me take you by the hand
And drag you through your Streets Of London
I'll show you something that'll make you really sick

Well let me take you by the hand
And lead you through your Streets Of London
I'll show you something we'll never understand
Well let me take you by the hand
And drag you through your Streets Of London
I'll show you sonething that'll make you really sick

lagu aselinya di bawakan oleh Ralph McTell yang juga penulisnya, awalnya ini single, direlease pada tahun 1969 dan mendudukin posisi #2 UK Charts dan 5 tahun kemudian (1974) lagu ini masuk dalam albumnya "spiral staircase" lagu ini tentang orang-orang yang pernah dijumpai oleh Ralph, di ibukota Perancis ketika dia sedang dalam perjalanan naik bis dan keluyuran di Eropa, karena sudah ada lagu bertema sama dengan judul "Poor people of Paris" maka dia rubah judulnya jadi "streets of london" lagu ini juga pernah dinyanyikan Sinead O'connors.

apa yang istimewa dari lagu ini, adalah lirik pada bagian refrain menurutku, sedikit menyindir orang-orang lonelyplanet kyanya... hehehe, tapi entahlah, aku suka.. syairnya asyik.. melody musiknya juga indah, mau dibawakan dalam versi ballada, RnB, Jazzy ... kekuatannya sudah nyata.

tapi.. aku ngga beneran pengen ke jalanan kota London lho.. aku pikir, aku suka lagunya saja, tapi kalau suatu saat aku bisa jalan-jalan di jalanan kota London, dengan.. uhmmm... , tentu saja aku akan menuliskannya juga. sambil nyanyi lagu ini barangkali?

gundah..

aku tak suka bulan mei...
bukan karena panasnya siang atau gerahnya malam
tapi karena kamu...
yaa.. kamu mengabaikan aku
setiap mei datang, kamu sibuk
tak pernah ada waktu
bahkan tidurpun jadi lebih awal
kesaaaalll!!

aku tak suka bulan mei
bila itu urusan kamu dan aku
kamu selalu mengelak
berdalih dengan alasan yang banyak
dan aku cuma bisa mengangguk mengerti
meski kesal hati dan besar ragu
aku tetap menunggu
kamu tahu, aku tak bisa kalahkan rindu

Sabtu, 03 Mei 2008

kataku rekreasi

kamis senja, 1 mei 2008

obrolan kami diawali dengan berbagi informasi tentang rencana menulis buku dan membuat iklan layanan masyarakat untuk mengajak orang-orang berfikir tentang pentingnya pengungkapan kebenaran
tugas lembaga temanku adalah merancang isi iklan tersebut, lalu diproduksi dan dipasang pada sejumlah surat kabar lokal
hanya butuh 20 menit untuk menyelesaikan perbincangan tentang rencana kegiatan yang berada dibawah koordinasiku sebagai tim kampanye komite sipil untuk pengungkapan kebenaran Aceh (KPK)

obrolan selanjutnya adalah tentang tulis menulis, temanku sedang mempersiapkan sebuah tulisan yang menurutku sangat menarik, entah nanti apa pendapat orang. aku terdiam ketika dia bertanya apa istilah "kolera" dalam bahasa melayu. karena kolera adalah bahasa serapan.
lalu, aku bercerita tentang karanganku soal perbincangan apa tunga dan polem, tentang peulandok ngoen rimueng.
kami sepakat, bahwa bahasa daerah lebih kaya daripada bahasa indonesia (asalnya bahasa melayu lalu di indon-kan, kata dia -lingua franca)
dari berbagi kata tentang bahasa, kami beralih pada masalahnya, yang selalu tidak mampu menghapal kode, bahkan termasuk nomer pin kartu ATM-nya

kukatakan padanya, ada pembicaraan tentang membukukan puisi-puisiku, tapi aku menolak untuk membukukannya, karena menurutku puisi itu bukan sepenuhnya milikku, dan hanya proses rekreasi. ya itu adalah rekreasi, hasil dari membaca dan memahami makna-makna yang dituliskan orang-orang sebelumnya. bukan sepenuhnya berasal dari olah pikirku sendiri. jadi aku tidak akan mau mengklaim bahwa puisi-puisi itu semurni hasil dari buah pikir dan rasaku saja.
temanku bercerita, beberapa waktu lalu, ia mengganti laptopnya, dan ada proses yang terlupa, yaitu memback-up tulisan-tulisannya, sehingga dia kehilangan sejumlah tulisan yang hendak dia arsipkan, meski telah diterbitkan di beberapa media massa.
suatu ketika, dia menemukan tulisan itu ada pada salah satu situs yang baru ditemukannya saat berselancar di dunia maya, dan dengan marah dia katakan"kenapa aku benci sekali copyrights, ci.. padahal itu tulisanku, tapi sama sekali aku tak bisamemilikinya, mau copy paste saja susahnya bukan kira-kira"
aku tertawa... hahahahahahha
kau tolol ry, kataku... salahmu sendiri tak menguasai ilmu-ilmu teknologi informasi, padahal mudah saja kalau hendak mengambil itu semau, kau tinggal menggunakan software/perangkat lunak yang tepat. tidak ada yang mustahil di dunia yang sudah semakin renta ini, semakin mudah dan semakin kaya kreativitas ini.
kemudian, kuberi dia tahu bagaimana caranya, karena buatku itu urusan sepele saja, aku tahu dan paham cara kerjanya, hanya enggan saja kupraktekkan, karen memang tak ada pentingnya buatku.
temanku melonjak girang, ketika dia berhasil mencobanya... aku tak bisa menahan tawaku melihat reaksinya.

kami bicara lagi soal lain hal, membedakan gaya menulis para pengarang, baik kelas dunia maupun kelas indonesia, membedakannya berdasarkan gaya bahasa. kata temanku itu, harusnya aku bangga, terlahir sebagai orang melayu, karena soal sastra, orang melayu ini ahlinya. halus sungguh cara menuliskan rasa. dan aku terpesona, meski sudah kutahu sejak lama.
mana ada pujangga lama yang datang dari pulau di seberang lautan sana?
baca saja roman dan puisi atau prosa lama, hampir semua berasal dari medan, sumatra utara, sumatra barat, timur dan selatan, juga negeriku sendiri, Aceh Nanggroe Darussalam (surga segala surga)

kukatakan padanya, aku suka phutut EA.
dia tertawa, berulang kali temannya itu datang berkunjung ke negeriku, dan dia tak tahu bahwa aku suka tulisan anak itu. ditanyanya, kenapa kau suka, ci? mungkin karena latar belakangnya sebagai aktivis, kena benar bahasa dan alur cerita serta isinya dengan rasaku.
yaah... sastra adalah rasa, bukan logika dan kerja

mari menulis kembali tentang cerita lama, tetapi dengan cara dan gaya yang tak sama, agar tidak disebut orang engkau peniru saja. pengaruh itu biasa, sama seperti aku yang selalu hendak menyamakan selera dengan STA, HAMKA, Nur St Iskandar, Chairil Anwar dan Tuanku Hamzah Fansyuri yang mulia.
kusebut ini proses rekreasi, tanpa mencerabut akar budaya, men-sastra, untuk kesenangan belaka, bukan uang tuju akhirnya.
jadi, jangan heran, bila puisi-puisiku berserak entah untuk apa, kata-kata bagiku adalah burung, tak sedap rasa bila dikurung.

terserah apa pendapat saudara