Belajar
dari pengalaman seorang kawan baik yang sangat menjaga komunikasi dengan
pasangannya, berusaha terus menerus agar terjadi dialog dalam segala
hal yang berkenaan dengan urusan domestik dan publik. Namun apa yang
diperolehnya adalah sesuatu yang tidak terduga.
Adakah urusan cinta, sayang dan kesetiaan berhubungan langsung dengan Komunikasi?
somehow,
aku percaya bahwa komunikasi adalah kunci keharmonisan. hanya saja,
terkadang tidak semua orang bisa berkomunikasi dengan baik dan terbuka.
apabila komunikasi terbangun dengan baik sejak awal dan salah satu dari
pasangan itu tidak menarik diri dari dialog atau salah satunya terlalu
mendominasi, maka komunikasi akan berlangsung dengan asyik.
Beberapa
orang yang penasaran soal hubunganku dengan Tunanganku menanyakan
bagaimana bisa menjaga hubungan bertahun-tahun tanpa bertemu *kecuali
saat menyematkan cincin* masih tetap bertahan pada saat-saat dimana
biasanya perempuan akan memilih berpaling atau laki-laki memilih untuk
mendua, mentiga atau mensepuluh sekalipun?? aku jawab itu cuma soal
komunikasi, komitmen saling percaya dan prinsip tegas tentang tujuan
yang ingin dicapai bersama.
Tidakkah pernah muncul keinginan
untuk bertengkar, salah paham atau kejenuhan? sebab apapun ceritanya,
sebuah hubungan tanpa kehadiran fisik tentulah tetap tidak dikatakan
sempurna. Hubungan yang disertai dengan kehadiran fisik saja bisa selalu
dirundung masalah.
Tentu saja ada!!
Disinilah fungsi
komitmen tentang tujuan dan prinsip dasar ketika menjalin hubungan
dipertanggungjawabkan. Pertengkaran itu bisa dijadikan sebagai peluang
untuk memahami satu sama lain lebih baik lagi. Aturan bersama mengenai
bagaimana mengelola pertengkaran juga harus ada. WAAAAHHH... kok jadi
ribet seperti mengelola organisasi yaa? semua pakai AD/ART dan SOP
segala!! but it's WORKED!!
Menjalin hubungan adalah soal
mengelola emosi dan egosentris dua manusia. harus disertai dengan
integritas pribadi dan kerelaan untuk menerima, memahami, kompromi.
Alhamdulillah, aku dianugerahi seorang laki-laki yang tahu benar dirinya
laki-laki yang bertanggung jawab atas setiap kata dan tindak. sisanya
adalah komunikasi yang terus menerus diperbaiki kualitasnya. Selama
lebih dari 2 Tahun berpacaran tanpa bertemu, berdasarkan catatanku...
hanya ada beberapa hari saja kami tidak saling bicara disebabkan
berbagai soal, seperti : perbedaan pandangan terhadap sesuatu, alat
komunikasi yang kurang baik atau kelelahan fisik yang tidak bisa
dihindarkan lagi.
Kalau hubungan kami diperhitungkan dalam hari
maka ada 365+366+120 = 851 hari maka ada 15 hari tanpa komunikasi *tidak
berurutan harinya* atau 1,7% dari total 100% tidak ada komunikasi
aktif. Insya Allah, tidak akan bertambah dan mudah-mudahan berkurang
dimasa-masa yang akan datang.
26 April 2012
Senin, 06 Agustus 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar