Selama bulan Ramadhan 1433 H, seperti 2 tahun yang lewat.
ada perubahan intensitas komunikasi antara aku dan abee.
Tidak ada sms-an atau telpon-telpon mulai dari imsak sampai selesai shalat tharaweh. urutan kangen diganti dengan yang Haq dan kekasih-NYA.
sempat ngiri juga sama teman komisioner yang juga sudah bertunangan awal juli lalu, dan dapat fasilitas berbuka puasa di rumah mertua setiap sore, tunangannya bersedia pula nelpon atau ditelpon pada siang hari, meskipun cuma sekedar nanya kabar dan ngecek menu
tapi pada saatnya sadar bahwa ngiri itu ngga bikin aku kemana-mana atau
lebih bahagia, maka mengertilah aku sekarang bagaimana manajemen
hubungan yang aku sepakati dengan abee.Sampai hari ini, Abee cuma sms "sahur..sahuur..." setelah menunggu 5 menit tidak ada balasan, barulah dia akan menelpon untuk membangunkan aku. alarmnya keren kan?? Abee nelpon bukan untuk bangunin sahur --bangunin sahur pasti pake sms-- tetapi untuk shalat tahajjud atau shalat hajat. hmmm... setelah kuperhatikan lagi, ini adalah Ramadhan ke-3 dia melakukan rutinitas itu denganku.
waahh.. sudah hampir 3 kali puasa dan 3 kali lebaran nih, aku dan abee belum bersama juga
namun
bukan berarti aku dan Abee tidak mengalami perubahan status. tahun ini
statusku sudah meningkat jadi Tunangan alias calon istri resmi *sudah
diperkenalkan pada keluarganya secara langsung* semoga saja pada puasa
dan lebaran berikutnya, masih diberi umur dan rezeki serta berjodoh
dunia akhirat, kami menjalaninya bersama, aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar