Senin, 06 Agustus 2012

sekali lagi ttg Aceh

Pemilukada di Aceh masih kisruh jua
masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi
sekali lagi KIP dituntut ke MK, tempohari oleh Dirjen Otda Depdagri
kali ini oleh Mualim aka Muzakkir Manaf, eks panglima GAM yang disukai para wanita *kecuali saya* karena berwajah tampan dan kharismatik katanya.

pernyataan lain muncul dari kepolisian, yang bilang bahwa pilkada ndak perlu ditunda, tetap saja pada 16 februari 2012, tapi buka peluang lagi untuk calon kontestan dari Partai Aceh. meskipun para calon yang lain sudah mendapatkan nomor urut dan sedang bersiap-siap untuk melakukan kampanye dalam dan luar ruangan pada 30 januari - 12 Februari 2012. padahal yang judulnya spanduk serta baliho bergambar wajah para kontestan itu sudah menjamur dimana-mana sejak lama.

lebih dari 150 pasangan calon akan memperebutkan 1 kursi Aceh 1-2 dan 23 jabatan sebagai bupati/walikota. ramai kan? pasti seru.. di Meulaboh saja ada 12 kontestan (sayangnya tak seorangpun perempuan) begitu pun di Aceh utara dan Bener Meriah (tapi disana ada kontestan perempuan yang perlu diacungi jempol karena keberanian dan kekuatannya mampu serta mau ikut bersaing untuk perubahan).

seorang kawanku bilang, kita diam saja lah apapun pernyataan dan polemik di media massa tentang kisruh pilkada aceh ini. karena makin banyak kita bicara, makin aneh-aneh saja pernyataan dan polemik itu menggila.

Sejenak melupakan pilkada, hari ini ribuan jama'ah shalat jum'at di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, menandatangani spanduk petisi penolakan pembangunan hotel Best western yang dengar-dengar akan dibangun sekitar 50 meter tak sampai dari Mesjid Raya yang merupakan Landmark kota. Hotel itu, nantinya akan bertingkat 36 yang otomatis lebih tinggi daripada menara Mesjid.

hampir semua orang kemudian memanfaatkan hal tersebut dan mengkaitkannya dengan situasi Politik. salah satunya mungkin untuk menjatuhkan walikota incumbent yang nyalon lagi dengan pasangan yang sama periode ini. waduh... jadi tidak sehat. mustinya kan dibedakan yaa?

bakal lokasi hotel itu, sekarang adalah sebuah bangunan tua tak terpakai yang dulunya bernama Geunta Plaza. di salah satu ruangan di lantai 3 bangunan itu dulu, aku pernah sering datangi karena digunakan sebagai kantor FP HAM yang mengorganisir mahasiswa dan masyarakat yang mau melakukan pendataan korban pelanggaran HAM pada masa DOM (sekitar tahun 1998). aku juga pernah tinggal di seberang gedung tersebut, ngekos selama kurang lebih 5 tahun dan jadi warga kelurahan Kampung Baru itu.

pernah beberapa tahun lalu, sebuah hotel akan dibangun di bekas Hotel Aceh yang berada berseberangan dengan gedung ex geunta plaza itu. Namun berbagai penolakan terjadi sehingga akhirnya lokasi itu kini hanya dibiarkan kosong tanpa bangunan kecuali beberapa tonggak tersisa yang sedianya menjadi tapak hotel. bagaimana dengan hotel Aceh yang bersejarah? yang pernah menjadi tempat menginap Bung Karno ketika datang merayu Abu Daud Beureu'eh agar masyarakat Aceh mau melakukan sesuatu demi terbentuknya Negara Indonesia Raya ini? Hangus terbakar... hancur terbengkalai... tak bersisa kecuali kenangan dalam ingatan.

oohh Aceh-ku sayang nan malang
tak henti-hentinya meributkan sesuatu yang tak kupahami apa intinya
yang jelas, orang berebut memegang kuasa karena kemolekan dan kejelitaan alam-MU
yang kutahu, orang pandai berebut ingin berkuasa dan merasa diri mereka yang paling tahu bagaimana membuat Aceh menjadi lebih baik dan semakin indah.
yang kuinginkan hanyalah sebuah Nanggroe yang Damai
dimana orang-orang bisa datang dan pergi, mencari nafkah tanpa ketakutan menjadi korban penembakan orang tak berguna.
yang kuinginkan adalah Nanggroe yang Damai, darussalam seperti surga dengan penerapan Syari'at Islam yang memberikan kedamaian dan keadilan bagi seluruh umat manusia, karena Islam itu Rahmatan lil'alamin.


13 Januari 2012

Tidak ada komentar: