Senin, 06 Agustus 2012

Abeeku

laki-laki ini datang pada ayahku dan langsung bicara bahwa dia akan menikahikulaki-laki kesayanganku tersenyum dan bilang "saya tidak keberatan bila memang kalian sudah merasa cocok dan sepakat"
laki-laki ini datang dan mencium tangan ibuku lalu memanggilnya sebagai "bunda" dan kembali mengatakan bahwa dia mohon diijinkan meminang aku sebagai calon istrinya.
perempuan kesayanganku tersenyum dan bilang " saya tidak keberatan bila memang kalian sudah sepakat dan merasa cocok satu sama lain"

my partner in crime bilang " semua terserah kalian dan yang jelas kami sekeluarga merestui rencana dan niat baik kalian"
laki-laki ini bilang " dia adalah perempuan baik dan paling tepat untuk saya, selama 2 tahun ini kami terus menjalin komunikasi dan saya bisa tahu bahwa dia adalah perempuan jujur, setia dan cukup tangguh untuk mendampingi saya sepanjang sisa hidup"

perempuan kesayanganku bilang " bila demikian, terserah kalian soal waktu peresmiannya"
perempuan ini tertawa dan bilang "kita sudah punya rencana dan akan mempertimbangkan soal waktu karena sama-sama sedang punya kewajiban terhadap ummat"
laki-laki ini menimpali "kalau bisa besok, saya akan menikahinya besok, namun keluarga besar saya ingin ikut serta dalam peresmian itu, karena itu kami minta waktu untuk melakukan mobilisasi secepatnya setelah tugas-tugas kemanusiaan selesai"
laki-laki kesayanganku tersenyum lagi "kami restui dan serahkan keputusan pada kalian berdua"

laki-laki ini menatapku penuh kasih dan berjanji akan kembali.


22 desember 2011

Tidak ada komentar: