lama tak menulis..
membuatku meringis
setiap kali ditanya, sibuk apa engkau sekarang?
jawabku cuma satu saja... sibuk ngepak barang...
hahahahaha...
mau pindah rumah...
mulai bulan april ini, tidak akan ada lagi foto matahari terbenam dari Kajhu
tapi nanti foto mataharinya dari Ujung Pancu atau Meuraxa saja...
oh ya, sejak pulang dari jakarta yang bertepatan pula dengan dimulainya kampanye terbuka partai-partai yang sedang berusaha merayu rakyat agar memberi suaranya pada mereka pada 9 april nanti, aku jadi banyak kegiatan diluar sana. dari memoderatori bedah buku sampai ke kampanye pemilih JITU (Jeli,Inisiatif,Toleran,Ukur) melawan para penyeru Golput. bukannya hendak mendukung apa yang difatwakan MUI tentang Haram Golput, tetapi menurutku kalau kita membangun posisi tawar yang baik dengan para calon legislator itu.. tentu saja kita beroleh sedikit kepuasan, karena kita sudah ikut menentukan masa depan negeri ini. pada siapa kita percaya agar membuat rakyat sejahtera, pada siapa kita bisa meminta mereka berhenti saja bila tak bisa memenuhi janjinya.
tadi kutonton di televisi, ada sebuah gerakan yang mengajak orang untuk GOLPUT dalam pemilu 9 april nanti. well... dalam alam demokrasi ya biarlah saja mereka mengajak, asal tak melakukan intimidasi dalam proses mengajaknya. sama halnya dengan para partai yang sedang berlomba berjanji-janji seperti dulu lagi. selama dalam mengungkap janji tidak disertai intimidasi, maka penting bagi semua pemilih menyadari konsekuensinya. aku hanya berpikir begini, setelah sekian tahun memutuskan untuk tidak pernah memilih siapapun yang mengajukan dan menjual dirinya sendiri. kali ini aku mengubah pikiranku, aku akan memilih!! karena aku adalah bagian dari negeri ini, aku bertanggung jawab terhadap masa depan negeri ini dan diriku sendiri. aku optimis sekarang, bahwa sekecil apapun peran yang bisa kita lakukan untuk mengubah keadaan... harus kita manfaatkan. dunia tidak akan berubah bila kita tidak berubah. dunia menjadi benar bila orang yang mendiami dunia ini benar.
lama kupikir, bagaimana menemukan korelasi antara memilih dan mengubah masa depan. bila dulu aku tak melihat ada peluang untuk mempengaruhi kebijakan dan sedikit memaksa untuk menjalankan sesuai kehendak rakyat yang beradab, maka tak ada yang perlu dipilih, tetapi sekarang, kupikir aku harus membangun persekutuan-persekutuan dengan para politisi yang sesungguhnya tak punya kecerdasan lebih baik dari yang lainnya, kecuali posisinya yang sangat berpengaruh dimata partai atau konstituennya. orang-orang bijak itu ada diantara sekian banyak orang gila kuasa. maka, kepada merekalah seharusnya kita memberi dukungan.
kali ini, aku akan menetapkan pilihanku pada perempuan! karena aku percaya bahwa kelemahan dan kekuatan mereka tetap bisa dimanfaatkan untuk mengubah situasi dan memperkuat gerakan penegakan HAM juga Hak perempuan dan anak-anak serta orang-orang yang tertindas diluar sana. tentu saja tak sembarang perempuan akan kupilih... aku sudah mencari tahu siapa mereka, karena tak mau aku salah memilih. jangan pula terpilih perempuan yang tak lebih hanya boneka partai dan nafsu berkuasa lelakinya. aku yakin betul, selalu ada cara untuk membuat manusia mengerti..
membuatku meringis
setiap kali ditanya, sibuk apa engkau sekarang?
jawabku cuma satu saja... sibuk ngepak barang...
hahahahaha...
mau pindah rumah...
mulai bulan april ini, tidak akan ada lagi foto matahari terbenam dari Kajhu
tapi nanti foto mataharinya dari Ujung Pancu atau Meuraxa saja...
oh ya, sejak pulang dari jakarta yang bertepatan pula dengan dimulainya kampanye terbuka partai-partai yang sedang berusaha merayu rakyat agar memberi suaranya pada mereka pada 9 april nanti, aku jadi banyak kegiatan diluar sana. dari memoderatori bedah buku sampai ke kampanye pemilih JITU (Jeli,Inisiatif,Toleran,Ukur) melawan para penyeru Golput. bukannya hendak mendukung apa yang difatwakan MUI tentang Haram Golput, tetapi menurutku kalau kita membangun posisi tawar yang baik dengan para calon legislator itu.. tentu saja kita beroleh sedikit kepuasan, karena kita sudah ikut menentukan masa depan negeri ini. pada siapa kita percaya agar membuat rakyat sejahtera, pada siapa kita bisa meminta mereka berhenti saja bila tak bisa memenuhi janjinya.
tadi kutonton di televisi, ada sebuah gerakan yang mengajak orang untuk GOLPUT dalam pemilu 9 april nanti. well... dalam alam demokrasi ya biarlah saja mereka mengajak, asal tak melakukan intimidasi dalam proses mengajaknya. sama halnya dengan para partai yang sedang berlomba berjanji-janji seperti dulu lagi. selama dalam mengungkap janji tidak disertai intimidasi, maka penting bagi semua pemilih menyadari konsekuensinya. aku hanya berpikir begini, setelah sekian tahun memutuskan untuk tidak pernah memilih siapapun yang mengajukan dan menjual dirinya sendiri. kali ini aku mengubah pikiranku, aku akan memilih!! karena aku adalah bagian dari negeri ini, aku bertanggung jawab terhadap masa depan negeri ini dan diriku sendiri. aku optimis sekarang, bahwa sekecil apapun peran yang bisa kita lakukan untuk mengubah keadaan... harus kita manfaatkan. dunia tidak akan berubah bila kita tidak berubah. dunia menjadi benar bila orang yang mendiami dunia ini benar.
lama kupikir, bagaimana menemukan korelasi antara memilih dan mengubah masa depan. bila dulu aku tak melihat ada peluang untuk mempengaruhi kebijakan dan sedikit memaksa untuk menjalankan sesuai kehendak rakyat yang beradab, maka tak ada yang perlu dipilih, tetapi sekarang, kupikir aku harus membangun persekutuan-persekutuan dengan para politisi yang sesungguhnya tak punya kecerdasan lebih baik dari yang lainnya, kecuali posisinya yang sangat berpengaruh dimata partai atau konstituennya. orang-orang bijak itu ada diantara sekian banyak orang gila kuasa. maka, kepada merekalah seharusnya kita memberi dukungan.
kali ini, aku akan menetapkan pilihanku pada perempuan! karena aku percaya bahwa kelemahan dan kekuatan mereka tetap bisa dimanfaatkan untuk mengubah situasi dan memperkuat gerakan penegakan HAM juga Hak perempuan dan anak-anak serta orang-orang yang tertindas diluar sana. tentu saja tak sembarang perempuan akan kupilih... aku sudah mencari tahu siapa mereka, karena tak mau aku salah memilih. jangan pula terpilih perempuan yang tak lebih hanya boneka partai dan nafsu berkuasa lelakinya. aku yakin betul, selalu ada cara untuk membuat manusia mengerti..
pilih perempuan untuk perubahan dan perdamaian
0 komentar:
Poskan Komentar