Kemarin baca postingan seorang kawan di FB tentang cantiknya perempuan berjilbab. beberapa hari lalu, baca postingan teman di MP tentang perempuan cantik berjilbab tapi sikapnya kasar pada manusia lain.
semacam otokritik juga pada diri sendiri. biar kata berjilbab sudah puluhan tahun, namun masih saja merasa belum sempurna. karena berjilbab dengan sempurna itu bukan hanya di tampilan fisik semata.
sekarang yaa, berjilbab itu adalah trend fashion. lihat saja berbagai macam jenis tawaran bentuk jilbab atau kerudung yang dijajakan secara online atau di pasar-pasar pusat kota dan perkampungan. segala macam warna, jenis kain dan model dengan harga variatif dari Rp. 15ribu sampai Rp. 1juta juga ada.
banyak kok perempuan berjilbab karena mengikut mode saja. jadi kenapa dulu aku berjilbab?? well... awalnya ini adalah kebijakan baru di provinsi DI Aceh, bahwa mulai tahun 1991, setiap murid muslim diwajibkan untuk memakai pakaian muslimah dalam hal ini berjilbab. pada saat itu tidak seluruhnya langsung mengenakan jilbab melainkan secara bertahap teman-teman muslimah mengenakan jilbab saat ke sekolah. demikian pula aku, awalnya hanya ke sekolah saja, karena memang pakaian sehari-hari-ku yang nota bene adalah pakaian biasa dan tidak ada yang berlengan panjang atau rok panjang *aku bahkan tak punya celana panjang*. secara perlahan kemudian aku memutuskan untuk mulai berjilbab seadanya saja yang saat itu dikenal dengan istilah jilbab jenggo. artinya saat keluar rumah, kepala ditutupi jilbab sementara pakaian bisa jadi masih pakai celana sedengkul dan kaos butut tanpa lengan.
sesekali saat latihan atletik, itu jilbab terbang dan seragam diganti dengan celana pendek sekali serta kaos yang memperlihatkan ketiak basah usai berlari..hihihii *ngga bangga, malah malu kalau ingat sekarang* sampai tamat SMA cara berjilbab masih sama, namun koleksi pakaian dan jilbab sudah mulai berubah ke arah yang lebih baik *masih didominasi jeans dan kemeja bekas pakai abang*
saat itu sama sekali aku tidak mau tahu bahwa berjilbab itu perintah agama atau kewajiban bagi setiap muslimah. aku berjilbab karena aku suka dan aku menikmatinya. belakangan aku semakin senang berjilbab dan hanya melepas jilbabku saat mandi dan tidur saja *itu pun kalau tidurnya sendirian, kalau tidurnya beramai-ramai di ruang senat..kupastikan tak pernah jilbabku lepas* kenapa?
entahlah... mungkin aku berjilbab tidak diikuti dengan pemahaman syari'at? aku cuma berjilbab tanpa niat untuk mempesona atau menjadi cantik. aku berjilbab karena aku suka. bahwa kemudian aku tahu jilbab itu salah satu hal baik yang dianjurkan, aku merasa makin mantap berjilbab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar