sesak betul rasanya dada ini...
rindu yang tak bisa dipahami
mendesak-desak memampat paru-paru
membuat kepala sakit bukan kepalang
apa yang harus kulakukan?
sudah coba kutanyakan..
hendak kemana haluan diarahkan?
lama terdiam...
dia katakan "terserah saja"
bagaimana bila kuteruskan..
sedangkan yang kujelang adalah badai
aku berlari kian kemari, menjaga kemudi membentang layar
dia hanya tersenyum, menatap ikan-ikan gemuk yang berlompatan
hendak kuputar saja haluan menuju pulang...
tapi ini di tengah lautan, awan hitam menutup bintang
gelombang besar memutar memuting beliung
aku tak tahu, apa yang harus kulakukan?
aku kehabisan energi, menjaga perahu agar tak karam
dia masih tersenyum menatap buih pecah di buritan
apa yang harus kulakukan??
aku tak mau jadi nakhoda di kapal orang
aku tak bisa berenang...
kenapa dia hanya diam?
sungguh... aku teramat lelah..
air mata, kering sudah..
sekarang kah saatnya pasrah?
mengikut kata dia "terserah.."
Kamis, 22 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
3 komentar:
waahh...
dalem banget mba...
terima kasih
Posting Komentar