Kamis, 25 September 2008

puasa hampir usai

yaa benar.. hanya hitungan sebelah jari saja, kita akan merayakan hari kemenangan itu. aahh.. tak terasa semua berlalu begitu cepat. padahal belum puas makan kuah putu setiap saat berbuka di studio sendiri..

padahal belum puas juga, menikmati segarnya air kelapa muda sebelum membaca Allahumma lakasumtu setiap jelang maghrib

tapi... memang puasa hampir usai, semua berlalu dalam rindu, akan kita bertemu lagi nanti??
bukan-bukan.. bukan makanan dan minuman sedap itu yang membuatku rindu, tapi suasananya. saat-saat menunggu saat berbuka, menghadiri undangan buka puasa bersama dengan kawan-kawan yang jauh, diskusi politik menunggu saat berbuka atau sekedar berbalas reply di MP. atau sekedar mengganggu dewi supaya mau pakai mukena aneh milikku


aku rindu saat-saat bangun sahur, saat tharaweh. jalanan yang sepi saat orang-orang ke mesjid, pagi yang hening karena orang-orang malas bergerak. malam yang bening, dengan bulan dan bintang yang terang, Lailatul Qadar yang indah. sms dan postingan dari teman-teman yang selalu saling mengingatkan dan menambah pemahaman. Alhamdulillah, semoga ada perubahan yang signifikan untuk semua itu.

sebelum aku mudik ntar senin... sekalian mau minta maaf pada semua yang pernah aku singgung perasaannya, baik secara tertulis maupun terucap, lewat reply-an atau sms-an. semoga kita kembali ke fitrah dihari yang fitri ini. 30 hari menjalani metamorfosa diri... maka kita menjadi jiwa-jiwa yang lebih dewasa dan sadar akan tanggung jawab sebagai manusia, ammiieenn...

Selamat Idul Fitri untuk yang merayakannya
Taqabbalallahu minna waminkum Taqabbalallah
Mohon Maaf Lahir dan Bathin


silakan dicela..

kalau dalam kalangan keluarga di Lhokseumawe, aku punya nama panggilan tambahan yang cuma disebut-sebut ketika kecil sampai kuliah. "rakus" atau "mesin perontok" karena doyan makan dan bentuk badan ndak berubah meski jumlah asupan makanannya ngga kira-kira  banyaknya.

yupp.. benar, ketika masih pake celana monyet seperti ini:

aku makannya banyak lhoo.. terutama buah-buahan. karena menurut kabar sebuah cerita yang berembus dalam pertemuan keluarga, aku pernah menghilang di sebuah pasar saat singgah makan siang dalam perjalanan menuju Kota Medan. dan setelah hampir sejam hilang, keluarga menemukan aku sedang makan rambutan disebuah kios penjual buah-buahan, dan didepanku menumpuk kulit rambutan dan jeruk (setelah diperkirakan, total buah yang aku makan, beratnya satu kilogram)

selanjutnya, ketika sudah makin besar menuju remaja SMA, aku masih punya kebiasaan makan buah yang ngga kira-kira anehnya. pernah, suatu malam sepulang dari Banda Aceh, Bapak bawa pulang Apel kuning nan segar sebanyak 5 KG, dan sebagai anak baik yang bersedia menunggui bapak pulang untuk bukain pintu, maka aku dapat hak istimewa makan apel sepuasnya. hasilnya adalah... dari 5 KG, aku berhasil merontokkan 2 KG sendirian malam itu. besoknya aku mules-mules ngga bisa sekolah dan terkena penyakit yang paling aku hindari dalam hidupku yaitu "Mencret". apakah aku kapok saudara-saudara?? tidaaakk... dua hari kemudian, Bapak datang lagi dari Banda Aceh dan bawa apel dalam jumlah yang lebih banyak, maka... lagi-lagi aku diberi hak istimewa untuk makan paling banyak, suksess.. kali ini ngga pake Mencret lagi... hehehhehe

semua berubah, ketika aku mulai kuliah di Banda Aceh dan jarang dapat kiriman duit dari Bapak, sehingga aku harus menggunakan berbagai ilmu untuk bertahan hidup dan makan secukupnya tanpa harus kehilangan harga diri. jadi praktek yang biasa dilakukan adalah, menghadiri semua undangan makan, baik perkawinan maupun maulud. yang penting bertahan hidup lah. bahkan pernah aku ndak ketemu nasi selama seminggu, cuma ada buah Mangga dan se-toples abon simpanan teman sekamarku yang mudik (aku ndak mudik karena ndak ada duit beli tiket). sejak itu pula, aku mulai mengurangi ketergantungan pada nasi dan mulai menahan diri dari keinginan makan. dan kebiasaan itu terbawa sampai hari ini, satu-satunya yang menggugah selera makanku adalah BUAH-BUAHAN. meskipun kalau sesekali nemu makanan sedap lainnya tetap diembatlah.

salah satu makanan kesukaanku adalah ini;
dan beginilah aku kalau sedang menikmati si kerang rebus yang empuk, lemak dan pedas bumbunya itu
hehehehe.. silakan dicela... saya sudah ikhlas kok...

Minggu, 21 September 2008

kacamata baru

susah memang, bila sudah puluhan tahun harus hidup bersama sepasang pantat botol yang digeletakin diatas batang hidung yang ceper ini, apalagi kalau akibat kecerobohan sendiri, itu pantat botol melorot dan jatuh.. atau kadang-kadang tertepis dari wajah karena asal narik jilbab dari kepala.

seminggu lalu,kacamata ke-dua tahun ini, jatuh lagi dan lensa kirinya retak. tetap dikenakan, karena memang kacamata cadangan juga udah hancur ensa kirinya (aneh.. kenapa melulu lensa kiri yang bermasalah??)

tadinya, mau tetap dipakai sampai tiba waktunya mudik, sekalian mau diganti lensanya di optik asalnya. tapi, melihat retakan yang tepat ditengah mata itu plus kebiasan buruk-ku suka tidur tengkurap tanpa ngelepas kacamata atau sekedar menangkup wajah di meja mixture (ketiduran sambil nungguin jam siaran berakhir), maka dengan berat hati, ditengah kebutuhan menjelang hari raya yang meningkat drastis, maka dengan ungkapan "reparasi mendesak" akhirnya aku relakan sajalah sejumlah duit bertukar dengan kacamata baru yang bentuknya selalu begitu... begitu selalu, padahal sesekali aku pengen punya kacamata berbentuk daun, atau stroberi (bentuk, bukan warnanya)

Alhamdulillah, kali ini nemu frame yang ngga perlu di setel sana sini berulang kali, begitu dicoba, langsung nemplok enak dibatang hidung ceperku. urusan cantik atau cocok, itu numero 26 saja dalam urutan pertimbanganku (ini wajah mau diatur atau didandani bagaimanapun, memang sudah ndak ada harapan untuk diperbaiki .. udah mutlak demikian saja, Alhamdulillah masih punya wajah, dilengkapi dengan otak yang bisa dimanfaatkan untuk merawat anugerah Allah SWT)

ada yang menarik, dalam 2 tahun ini aku sudah berganti 3 kacamata, sangat berbeda dengan beberapa tahun yang lewat, kalau belum pecah atau patah framenya, tak pernah berganti. dan ternyata ada fenomena menarik juga setiap kali berganti kacamata, aku selalu ngalamin perubahan ukuran silindrisnya. tahun 2007, Maret ganti pertama sekali pasca tsunami, silindris mata kanan hilang sama sekali, dari ukuran 50 sebelumnya, tapi minusnya berpindah dari 5.50 jadi 6.00 sedangkan yang kiri minusnya nambah dari 5.00 jadi 5.50 dan silindrisnya juga ikut-ikutan nambah jadi 100. terus 2008, Januari ukuran berubah lagi, kiri tetap dan yang kanan minus 6.00 silindrisnya balik lagi jadi 50.

terakhir, 2008 september, berubah lagi silindris kiri balik ke 75 dan kanan tetap. anehnya, kali ini meriksanya manual, ngga pakai mesin pengukur fokus untuk memastikan lensa yang dibuat nanti tidak bikin mata lelah karena fokusnya bergeser sana sini. tapi, kok rasanya enak ya? mungkin setelah seminggu belekan karena pakai kacamata retak yaa?

Alhamdulillah, sebenarnya tidak begitu peduli soal trend frame terkini, yang penting lensanya pas.. mengingat ukuran minusku yang ngga main-main ditambah asimetrisnya posisi kuping tempat menyangkutkan gagang kacamata, ini yang sering bikin repot. kadang-kadang, kalau tidak disemat disela rambut, kacamatanya sering meluncur turun sendiri. duwh, semoga sampai tahun depan ngga perlu ganti kacamata lagi, ngga hemat dan duitnya bisa buat yang lain. anyway, aku ngga pernah beruntung setiap kali ganti kacamata, orang lain bisa dapat frame yang bagus dengan harga murah, laahh aku ngga pernah dapat, sangat tidak manusiawi bila kita harus mengeluarkan 500 ribu untuk sebatang frame saja? tapi mau bagaimana lagi?? tanpa kacamata, aku tidak bisa bekerja untuk mencari penghasilan. sekarang cuma berharap, kecerobohanku berkurang banyak, sehingga bisa menghemat pengeluaran.

Kamis, 11 September 2008

Sadari - membingungkan

karena kanker payudara menempati urutan kedua penyakit paling banyak diderita oleh wanita di Indonesia setelah kanker mulut rahim, maka dikembangkanlah berbagai upaya melakukan deteksi dini.

salah satunya adalah dengan melakukan apa yang disebut SADARI alias PerikSA payuDAra sendiRI. cuma 3 tahapan pelaksanaannya, coba saja baca disini. lantas apa masalahnya? udah benar dong, tindakan preventif jauh lebih baik daripada kuratif. dan salah satu upaya penghematan finansial dalam bidang kesehatan adalah melakukan tindakan ini. tapiiiiiiii....

begini masalahnya
pernah aku mencoba melakukan tindakan SADARI ini, angkat tangan keatas, terus merhatiin apakah payudara simetris, ada perubahan pada puting atau enggak? tapi ngga bisa mastiin itu simetris atau enggak, ada kerutan atau pengelupasan pada puting nggak? ngga ngerti.... bingung

ya sudah, karena tahap satu tidak sukses, maka dilakukanlah tahap kedua, sambil berbaring telentang (untung waktu telentang bugil gitu kagak ada siapa-siapa), terus meriksa lipatan lengan, batasan luar payudara dan seluruh permukaan payudara.. lagi-lagi.. bingungngga ngerti, apanya yang salah??

dan akhirnya cara yang paling gampang (katanya sih begitu) dengan mencet puting buat ngetes ada cairan yang keluar atau ngga, kalau ada darah atau cairan bening sekalipun, maka dipastikan itu ada penyakit yang meradang. masalah lagi nih...putingnya kecil, kasian kalo dipencet... mencetnya gimana? bingung....ampuuunnn dah, gagal terus melakukan semua tindakan itu. akhirnya.. aku cuma bisa baca aja artikelnya, tapi ndak bisa praktek.

9 tahun lalu, ada dua dokter yang merkomendasikan aku supaya melakukan operasi kecil untuk mengangkat benjolan yang entah bagaimana caranya mereka temukan dipayudaraku, padahal cuma nekan-nekan jari telunjuk dan jari tengah disekitar puting (setiap kali ditekan... aku mual dan pengen muntah saja).. ngga rela payudaraku dipegang-pegang orang, sampai dokternya marah dan bilang :kamu mau diobatin ngga sih?:

terus bagaimana nasibnya kini? entahlah... itu benjolan yang katanya tumor itu, ngga pernah dikeluarkan dari payudaraku, yang ternyata ukuran dan bentuknya sama sekali ngga berubah jadi besar, meskipun pernah diremas-remas orang (setiap kali diremas, aku malah bingung... ini orang ngapain ciuman aja pake remas-remas payudaraku, apa dia pikir enak rasanya sakit taaaaaaaaauuuuuuuuuu!!)

well... ngga tahu lah, bagaimana nasib payudaraku ini, megang sendiri ngga selera, nyuruh orang lain yang megang, bawaannya pengen nonjok aja....bingung betul musti diapain nih? padahal pengen tahu, apakah dia sehat atau enggak... hiksss.. serba salah

Senin, 08 September 2008

horeeeeeeeeeee...

Akhirnya... tiba juga paket yang dijanjikan oleh sang kawan menggeratak di dunia per-blog-an, khususnya multiply ini.
tadi siang, balik ke studio untuk shalat dzuhur sekalian ngambil mukena (karena rencananya mau buka puasa bersama dikantor seusai rapat tentang akuntabilitas NGO).

mau tahu paketnya apa?
waahh... buku lhoo... buku yang dijanjikan dulu.._-padahal cuma mau minjam, ehh malah dikasih bulat-bulat- Alhamdulillah, semoga Bli Dewa makin Cakep, sehat dan tetap jenaka. kalo soal dia punya kebiasaan mengkritik orang sampai pengen pipis .. itu bukan isapan jempol (jangan ngisap jempol ... inikan hari puasa..)

well... cuma bisa bilang "terima kasih"
btw.. dia salah tulis namaku..., kelebihan satu huruf.. T, dan kesalahan itu bukan cuma pernah dilakukan Bli Dewa, tapi hampir semua orang, terutama laki-laki (kalo mas unggul salahnya di huruf Z, liza jadi lisa). jangan bilang what's in the name yaa...
Nama itu Do'a... jadi jangan sembarangan kasih nama atau berdo'a yaa...