Minggu, 17 Agustus 2008

ke Sabang

Baru Kemarin balik dari Meulaboh, Aceh Barat. belum sempat lagi menuliskan segala uneg-uneg dan kekesalan dalam hati (ada kepuasan juga kok, karena memang target tercapai dengan baik). dan hari ini, jam 8 pagi tadi, Mbak Dete dari 4indef ngabari kalau sore ini, jam 3 kita jadi berangkat ke pulau weh, naik kapal cepat.

uhmm... belum puas rasanya ngacak-ngacak mp, belum selesai juga ngurusin surat-surat yang harus dikirim ke jaringan di 16 kabupaten kota (terutama untuk pemantau parlemen) dan belum sempat juga menggelar rapat evaluasi perjalanan tim. tapi apa boleh buat, aku butuh duit buat biaya penelitian si nomer 7, selain itu juga sedang butuh duit buat persiapan ngontrak rumah lagi (zizi dan mamanya mau bergabung karena sang mama dapat tugas kuliah lagi)

agak ragu sebenarnya dengan kemampuanku kali ini, pengetahuanku tentang micro finance memang sangat kurang, tapi semoga kemampuan merespon dengan cepat maksud dari klien kali ini, aku bisa menuntaskan pekerjaan dan sukses mempertahankan reputasi sebagai interpreter yang paham konteks. aahhh.. konsekuensi dari perjalananku ini adalah, lagi-lagi aku ngga bisa menuhin jadwal siaran talkshow yang asyik-asyik.

ke sabang, biasanya selalu bawa senang... tidak pernah bikin duka, jadi ada kesempatan untuk moles jaringan KKP yang minggu lalu terbentuk, tapi sepertinya mereka mengalami disorientasi tentang advokasi dan jaringan itu sendiri. masih ada waktu untuk mengatur dan menatanya dengan baik, semoga aku ada waktu.

selamat tinggal kawan-kawan...
aku pasti akan merindukan celoteh kalian disini..
hendak tinggal lebih lama, tapi aku tak bisa
sampai jumpa lagi