Rabu, 30 April 2008

Achievement!!

Akhir Desember 2007
saya masih ingat, apa resolusi yang saya tulis di account satu lagi, dan barusan setelah membaca postingan teman, saya jadi pengen bikin evaluasi juga. biasanya yang saya evaluasi adalah hubungan saya dengan orang lain. tetapi kali ini, dengan diri sendiri.

evaluasi start at: 23:57 -30/04/08-
1. Berhenti Merokok Lagi
setelah sukses selama 120hari tanpa rokok (juli-Oktober 2007) .
ternyata, saya belum juga berhasil berhenti merokok lagi!! huuhh... kurang motivasi.

2. Resign dari KKP
saya gagal resign!! karena keputusan Musyawarah partisipan pada bulan Februari 2008 lalu, saya masih harus mengisi jabatan Koordinator sampai Februari 2009.

3. Self Improvement di komunikasi
saya tidak punya kesempatan untuk ikut training jadi fasilitator, karena saya punya banyak kerjaan, dan tawaran jadi tranlator juga terus menerus menggiurkan. jadi belajarnya sambil kerja lah.

4. Membiasakan diri bangun pagi lagi
Belum Berhasil sampai hari ini, bangun emang selalu jam 5 pagi, tapi tidur lagi sampai jam 10... hehehehehe --kurangi begadang kyanya nih---

5. service si becak
dia sudah hilang, jadi tidak akan ada acara service-service lagi, maka dengan serta merta, sudah RESOLVE!!

6. Beli Kasur buat Suci
Akhirnya.. berhasil ngerayu supaya Ninong yang beliin... hehehehe... RESOLVE!!!

7. bayar utang
utang sarjana sama bapak (Belum ada keputusan sampai sekarang).
utang semen buat renovasi rumah sama si bahri, ... RESOLVE dengan membelikannya minilaptop.
utang janji nonton java jazz, utang janji ketemu ybw... RESOLVE!! java jazz lewat karena ada kerja, ketemu ybw, sudah... dapat bonus pelukan lagi.. hehehe
utang janji sama Hendra untuk mulai mikir terlibat di parpol supaya bisa lebih terstruktur untuk melakukan perubahan... RESOLVE!! kata Hendra .. aku main diluar RIng Kekuasaan.

8. cari pacar serius
waduhhh.... Ngga Jelas kalo yang ini.
evaluasi end : 00:08 (01/05/08)

kalau dilihat dari hasil evaluasi, ternyata resolusi tak serius saya itu, bisa dikatakan tidak mengalami banyak hambatan untuk diselesaikan. tinggal poin 1 dan 8 yang agak susah, sedangkan yang lain.. masih bisa dikerjakan. oh iyaa.. utang paling besar juga belum dibereskan, yaitu jadi sarjana!! aahh... cari informasi dulu lah, udah siap back to campus kyanya nih.

well... butuh sedikit semangat extra untuk resolusi 1 dan 4, untuk nomer 8, ngga jadi target utama, kalau dapay syukur, ngga dapat pun ngga apa lah...hehehe, Yang penting TETAP SEMANGAT!!
ngumpulin Logistik dan Amunisi dulu lah... biar nyaman kalau tiba waktunya ngubah dan ngupdate resolusi.


Senin, 28 April 2008

ponakan ke-3

barusan dapat SMS, ponakan ke-3 sudah lahir lewat operasi Caesar, berjenis kelamin perempuan, dengan berat 3,1 kg, kalah taruhan sama ninong deh.

oh iya, ponakan ke-3 ini lahir dari Adik yang no.5 bernama Ratie zamdafila a.k.a popy. kyanya lahir lebih awal atau gimana yaa? bingung juga nih.. kyanya baru bulan maren nujuh bulanan, lahhh tgl 28 April kok dah brojol? popy mantap euy...langsung bikin bayi

pulang? ngga!! pulang? ngga!!
duwhh.. pengen lihat bentuk bayinya... bakal seru nih, mangga 92 (alamat rumah ortu di Lhokseumawe), ada 2 ponakan laki-laki yang umurnya 4 dan 2 tahun, sekarang nambah 1 perempuan. gimana yaa.. dua bocah laki yg kulitnya hitam itu menghadapi, bayi kecil perempuan (semoga ngga aneh kya emaknya) yang menurut kabar berita sementara.. warna kulitnya yah kayak emaknya... putih mengkilap (syukurlah.. daripada hitam kya bapaknya..)

lahir sudah, tinggal tunggu perdebatan soal nama... hehehe, meskipun bapak dan ibuku jagoan nyari nama yang bagus buat anak-anaknya, tapi ntar pasti bakal ribut dah, kan si popy menantu kesayangan ibunya si faisal (suaminya), dan kuperkirakan, bakal ada nama sepanjang jalan kenangan nih. dua nama pemberian keluarga digabung jadi satu. aku nyumbang juga aahh... --biasanya.. aku dapat tugas penting dalam prosesi nanam ari-ari... menurut kabar berita yang kudapat, karena semua orang di rumah, pengen anaknya cerdas kya aku... huahahaha.... narsis!!!--

Alhamdulillah, nambah ponakan lagi... nambah daftar yang musti dibawain oleh-oleh juga. nambah daftar yang musti disantuni... hehehe selama belum kawin, pasti dah kena jatah begini neh. tapi ngga ngeberatin kok, laahh.. makin banyak ngasih, makin banyak dapatnya

selamat datang ponakan ke-3, semoga menjadi sumber kebahagiaan emak dan bapak-mu, semoga jadi anak yang shalihah, menambah cahaya dalam kehidupan kami di Mangga 92. Allah... Alhamdulillah

Jumat, 25 April 2008

Kawan dan Kelakuan

Sejak beberapa tahun lalu, aku aktif menikmati segala hal yang disajikan oleh kemewahan teknologi dunia maya yang umum disebut Internet. betapa sebuah kegiatan chatting, sudah merubah penyakit alergi pada komputer menjadi ketergantungan. betapa browsing dan surfing sudah merubah kebiasaan tidur siang dan sore jadi acara begadang berhari dan bermalam. yaa... demikian, sejak aku mengenal komputer pada tahun 1996, dan Internet pada 1998.

aku berkenalan dengan banyak orang, mulai dari beberapa kota dalam negara kita tercinta ini, sampai orang-orang yang berada di negara-negara yang jauh, yang tampak kecil saja dalam peta/atlas dunia yang kupunya. kalau dari dalam negara, teman-temanku itu kebanyakan berasal dari kota Cirebon, Jogjakarta, Bandung, Jakarta dan Solo. sedangkan dari luar negara, dari India (New Delhi, Gujarat), Bangladesh, Inggris (London, Surrey), Amerika (Boston,Washington, New York), Malaysia (KL, Johor, Kuching), UEA (Abu Dhabi). sampai hari ini, mungkin hanya beberapa orang saja yang masih tetap rajin ngirim email dan mencoba berkomunikasi. tapi kebanyakan dari mereka itu, sudah tak tentu lagi dimana jejaknya.

awal chatting pake MIRC, aku diajarkan oleh temanku "Komo" dia mengingatkan aku agar jangan serius apalagi "main hati". misalnya, jangan beri tahu umur yang sebenarnya, jangan kasih alamat apalagi nomor telpon. jangan mudah percaya sama siapapun yang baru dikenal. dan semua itu aku ikuti sampai sekarang, kecuali ada beberapa hal yang kemudian berubah.

yap.. aku mulai lihai menilai apa sikap yang harus kuambil bila berhadapan dengan orang-orang tertentu yang baru kukenal di Chatting, atau Blog atau apalah yang mirip dengan Friendster dan MP ini. don't get too serious, dear!! aku masih pegang itu. pernah beberapa tahun lalu, aku dan seorang kawan tersayangku, yang akan berulang tahun tanggal 27 April ini (dia perempuan), kami ngerjain sekelompok orang dengan sukses, dan sampai sekarang pun masih banyak dari mereka yang tidak percaya bahwa temanku itu adalah perempuan (bahkan lebih perempuan dari aku dilihat dari berbagai sisi).

dari konspirasi aku dan temanku itu, ada seorang perempuan yang tinggal di Borneo nyaris minta cerai dengan suaminya (mereka memang bukan pasangan yang harmonis kalau berdasarkan cerita sang perempuan) demi terbang ke Aceh dan menikah dengan temanku itusyereeemmm. sejak itu, aku dan temanku berhenti chatting pake MiRC (undernet). sering, setiap kami pulang kerja (aku menumpang dikamarnya) kami berbagi cerita tentang jenis dan type sifat dan gaya manusia yang kami temui di Internet setiap malam. dalam hal ini, temanku itu harus mengakui bahwa penilaianku tak pernah salah tentang seseorang, kenapa? karena aku membaca karakter orang dari caranya memilih kata-kata dan bereaksi terhadap pernyataan/pertanyaan khas menjebak, hasil belajar wawancara radio dan jurnalistik dasar.

satu hal yang selalu tidak berubah dari seseorang yang meski bisa merubah ID, ISP, FONT, COLOR, adalah kebiasaannya meninggalkan Signature. contohnya begini ; ketika berkenalan dan chat pertama kali dia pakai ID 65^-^zi, caranya menyapa selalu :elleww.... ketika dia pakai ID Z56, ternyata juga :ellew, sisanya tinggal !Whois langsung atau ngetrace ISP dan ngeluarin pertanyaan jebakan. piece of cakes!!

apa yang salah dengan kelakuan itu? ya tidak ada.. karena memang ngga penting. cuma kadang-kadang kan bikin kesal, pada chatting atau komunikasi terakhir itu orang bilang bahwa dia tidak akan pernah mau chat denganku lagi, karena aku penipu, tak punya perasaan dan jahat!! ya.. sudah buatku itu tak jadi masalah, mungkin penilaiannya benar, mungkin salah, tapi apa pentingnya aku melakukan klarifikasi? tapi.. ternyata setelah seminggu, itu orang ganti ID, terus ngajak kenalan lagi dengan memakai nama berbeda, alamat berbeda dan sebagainya, tapi ada satu hal yang ga pernah berbeda, kebiasaannya ketika chatting atau kasih komentar. ya itulah signature itu.

well.. semua orang bebas punya banyak ID, bebas memainkan karakter apa saja di dunia yang maya dalam hidup yang nyata. virtual world, yang makin dekat ke masa depan, makin nyata saja bentuknya. ngomong-ngomong, aku punya 20 ID Yahoo untuk gangguin banyak orang lhoo... dan meskipun ngga bisa serius sama sekali, aku berulang kali gebetan dengan orang-orang yang kutemui dan kukenal dari dunia maya ini. meski berakhir dengan perpisahan (padahal waktu chat sudah berasa cocok banget..hahaha) rasanya juga ngga begitu menyakitkan. because I've Never been take it Seriously by heart.

*dicuekin? cuek aja lagi!*
itu prinsipnya, biar ngga sakit hati



Kamis, 24 April 2008

jangan...

ada hal yang terus menerus merasuki pikiranku. ketika kurasakan rindu yang aneh, mendesak-desak dalam rongga dadaku, aku mengalihkan rasa itu dengan melukis bingkai wajahmu sebisa yang kuingat dibenakku.
mendengarkan lagu yang menjadi inspirasiku, meski kusadari sampai hari ini, aku tak sungguh percaya padamu. maafkan aku untuk kebodohan serupa itu.


nanti, bila kita bertemu lagi, aku senang saja, bila kau bisa menyanyikan lagu ini lagi;


Sesaat Kau Hadir
By Utha Likumahuwa

engkau datang, ketika aku jatuh bangun dan jatuh
dalam langkah menyusuri kehidupanku yang kelam
dan hampir hampir ku tak dapat melangkah lagi

dirimu hadir, bagaikan sinar menerangi jalanku
kau tunjukkan arah mana yang kini harus kutempuh
agar ku tak sesat lagi seperti dulu

bersama bayanganmu kasih
seakan-akan kuterjaga dari mimpi-mimpi
dari kehidupan yang semu dan melenakanku
membuatku terlupa akan segala-galanya

hari ini, hari ini aku mencoba berdiri dan melangkah lagi
bila esok sinar mentari pagi kan bersinar lagi
aku kan menuju cita-cita yang pasti

entah sudah berapa kali, aku mendengar kau menyanyikan lagu itu bersama mereka, teman-temanmu yang seperti keluargamu sendiri. dan aku selalu saja berharap, akulah yang kau maksud dalam lagu itu. tapi, aku tahu tentu saja kau tak akan mudah mengakui itu begitu saja. lagi pula, aku harusnya sadar, mungkin aku bukan perempuan pertama yang menerima lagu itu darimu. tapi ada satu yang selalu kuingat seumur hidupku, suaramu bagus saat menyanyikan itu. mungkin ini mimpi yang bagus untuk perempuan seaneh aku.

IT WOULDN'T DO TO DWELL ON DREAMS - NO MATTER HOW PLEASANT THE DREAMS MIGHT BE

aku selalu tidur dengan mimpi memelukmu. maafkan aku atas kelancangan dan keliaran anganku. kuharap, jangan biarkan anganku menjadi nyata begitu saja. jangan biarkan semuanya jadi mudah buat kita. pergilah kemana suka, cari saja dimana kebahagiaanmu berada. tapi nanti bila kau rasa lelah, dan aku masih berdiri sendiri menunggumu, pulanglah. jangan ragukan langkahmu menuju pelukku. meski sesaat, kuharap arti hadirku bisa kau rasakan dan kau selami maknanya.

bila saat ini, kau rasa secuil saja gelisah dan rindu yang menggoda kesepian waktumu, jangan ragu untuk mengatakannya. kita tak pernah tahu, berapa waktu yang kita punya. mari, jangan sia-siakan waktu untuk berbahagia. jangan ragu untuk memanggilku lalu ungkap saja resahmu.

Kamis, 17 April 2008

dari diskusi Tentang ALA-ABAS

Sambil mendengarkan Fajran dan Amrizal J Prang memaparkan makalah dan pemikiran mereka tentang polemik pemekaran wilayah Aceh vs MoU Helsinki, peluang dan tantangan terhadap perdamaian di Aceh, saya berdialog lewat sms, dengan seorang kawan yang mengaku dirinya Nasionalis.

Setelah Amrizal dengan tegas mengatakan bahwa Pemekaran itu bertentangan dengan MoU, juga UU no.11/2006 tentang Pemerintahan Aceh. klausul yang dipakainya adalah artikel 1.1.4 tentang perbatasan Aceh merujuk pada perbatasan 1 Juli 1956, yang berarti pula, bahwa perbatasan Aceh merujuk pada UU No.24/1956. hmm... perbatasan Aceh??

ALA = Aceh Leuser Antara
ABAS = Aceh Barat Selatan
artinya tidak ada yang melanggar perbatasan Aceh dun? kan itu di bagian depan masih ada Acehnya? hhmm.... kenapa tiba-tiba jadi pro pemekaran??
sebelum ketahuan alasannya, aku tuliskan dulu isi presentasi Fajran yang didepak SIRA karena dulu menawarkan konsep federasi dan otonomi, sedangkan SIRA menawarkan REFERENDUM, tanpa berpikir tentang OPSI-nya.

menurut penelusuran dokumen yang dibacanya, tulisannya Asna Husin (seorang tokoh perempuan Aceh), ada 6 alasan mengapa ALA minta pemekaran, yang mula munculnya pada tahun 1999 (ternyata issue ini memang komoditas politik paling sexy, selalu nongol pada saat jelang pemilu), yaitu;
1. Jarak yg jauh ke Banda Aceh (pusat pemerintahan Aceh)
2. Prasarana yang relatif ketinggalan (gubernur aja malas ke sana, karena jalannya emang buruk)
3. Pelayanan yang sulit (masalah kapasitas dan pengawasan juga)
4. Ada Diskriminasi (karena mereka bahasanya lain, jadi diabaikan ngga dianggap Aceh-politik identitas)
5. Sulit jadi Pejabat Teras (waahh... selalu saja Saudara dari Meureudu atau Matang..hahahah)
6. Demi memperjuangkan kesejahteraan Rakyat.

Fajran lalu meng-konklusikan dengan menyatakan bahwa, alasan 1,2,3 adalah faktor demografis sedangan 4 dan 5 itu faktor sosial.
dia menggambarkan, dari hasil penelitian yang dilakukannya beberapa waktu lalu, ada irisan yang bertemu dalam persoalan ALA-ABAS. pemekaran bukan barang haram dalam demokrasi. irisan-irisan yang menarik itu adalah;
a. kepentingan politik elite lokal dan nasional
b. kepentingan militer (pertahanan dan keamanan)
c. diskriminasi anggaran dan sosial

akan sangat sulit mempengaruhi irisan a dan b, karena memang bukan bidang kita sebagai masyarakat sipil. tetapi persoalan paling besar adalah irisan c, kenapa? karena ini adalah refleksi kegagalan kita melihat identitas. identitas adalah bagaimana kita dipersepsikn orang dan bagaimana kita mempersepsikan diri sendiri.

belajar dari pengalaman saja, ketika aku mengaku Aceh, maka sebagian orang akan langsung bilang "Aceh mana?" whaaatt? pertanyaan primordialisme paling purba yang terus menerus dipelihara. bahwa bila mengaku orang Aceh maka harus bisa bahasa Aceh, adalah sebuah pemahaman yang keliru. sejak jaman dahulu, jaman yang dibangga-banggakan oleh mereka yang pernah megang senjata dan manja karena mereka sudah mau berhenti melawan (huuhhh.. mereka pikir orang-orang gampong yang sengsara di bal-bal tentara karena mereka, tak pantas dimanja?), bahasa pemersatu orang Aceh adalah bahasa MELAYU!! coba lihat kitab kuning-mu ... Arab Jawo (tulisan arab gundul, dibaca dalam bahasa melayu)

benar, bahwa kita kerap salah melihat identitas. Identitas sebagai SUKU atau IDENTITAS sebagai BANGSA? ketika beberapa malam lalu, aku berbahasa melayu saat menyampaikan informasi tentang seni tradisi (seolah didong bukan tradisi..), beberapa penonton menyuruhku berbahasa Aceh, padahal di samping kiri Stand Aceh Tengah, Di depan Stand Bener Meriah, dan mereka tidak berbahasa Aceh!!!
kuikuti saja, tetapi malam berikutnya, ada penonton yang bilang, kalau tak bisa bahasa Aceh, pakai saja bahasa JAWA??? lhooo.... picik sekali!!

AKU ORANG ACEH, meski darahku tak murni ACEH, tapi aku adalah BANGSA ACEH, karena aku menghargai semua orang yang hidup di Nanggroe ini. aku mencintai orang-orang GAYO, SIMEULEU, ACEH SELATAN, SINGKIL, KUTACANE, BLANG KEJEREN, GAYO LUES, BENER MERIAH, ACEH UTARA, ACEH TAMIANG, ACEH BESAR, ACEH TIMUR. ACEH bukan milik orang ACEH BESAR, BANDA ACEH dan PIDIE saja!!

bagaimana rasanya, bila kau mencoba berkomunikasi dengan bahasa ibumu, lalu orang lain tertawa, padahal kalau saja kau mau, kau juga bisa mentertawakan mereka, karena meracau tak tentu arah. karena itu aku marah!!
biar saja GAYO merdeka!! biar saja Singkil Merdeka!! tapi bukan berarti bahwa Tentara boleh berkuasa!!

orang kaya tak pernah melawan
hanya orang lapar yang memberontak
kita siapa?

Rabu, 09 April 2008

jadi happy ...

seorang teman, ngirim pesan, katanya sih supaya semua orang bisa dapat wardah habsyi (aku belum sempat ngecek artinya nih)
tapi setelah dibaca-baca, kyanya ngga ada ruginya nyebar info ini juga kepada siap aja yang mau baca..
semoga bermanfaat. bahagia itu kan tergantung pada manusia yang menterjemahkan, apa arti kebahagiaan bagi dirinya sendiri.
kalau cuma rumah mewah dan mobil mahal yang bikin bahagia, masa kita mau protes dan meremehkan pilihannya? tidak kan?
naahh.. ini cuma aturannya, diikuti atau tidak.. tentu saja tidak ada konsekuensi bagi orang lain.

Lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia
(5 steps to be happy) :


1. Bebaskan hatimu dari rasa benci (free ur mind from hatred)

2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran (free ur mind from anxiousness)
3. Hiduplah dengan sederhana (live simply)
4. Berikan lebih banyak (give more)
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less)

sumber: sonar471@yahoo.com

Sukses mewujudkan Resolusi

tempo hari, akhir tahun 2007 atau hampir disetiap akhir tahun, pasti ada aja yang ngajak bikin resolusi kan?

naaaahh.. kalau kita buat resolusi terus melanggarnya, tentu saja kita tidak sendiri! Israel dan Amerika, sering juga kok melanggar Resolusi yang mereka tanda tangani sendiri. menurut sebuah penelitian di sebuah negara yang dianggap sebagai negara paling kuat di dunia ini. ternyata, hanya 8 persen saja orang yang berhasil mencapai tujuang-tujuan mereka untuk tahun berikutnya atau yang lebih kita kenal dengan sebuta resolusi tahun baru itu.

tapi, ada juga orang bernama Rhonda Britten yang disebut pelatih hidup (huuh.. gaya amat, kya yang bisa hidup tanpa dilatih Tuhan saja lagaknya) dalam bukunya "Change your life in 30 Days" ahh jadi inget pada pelem 30 hari mencari cinta yang kyanya membaca buku-buku tips seperti ini, dan masih tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkan. so.. ini sama sekali bukan barang baru lagi kan?

tapi, marilah kita coba tela'ah, apa sebenarnya yang ingin dikatakan oleh life coach itu. katanya niiiihh, kalau mau sukses meraih resolusi, maka kita harus:

* Cari dukungan (untuk mengubah perilaku, penting untuk mendapat dukungan)
* Tekadkan untuk mencapai tujuan (untuk mencapai tujuan resolusi, pasti akan mengalami naik turun --push up maksudnya?--, tapi disarankan untuk tidak membiarkan kekecewaan menghambat tekad kita. dan disarankan juga untuk tidak mengandalkan perasaan sebagai barometer untuk pencapaian kita. dan kita harus berani bilang "aku mau ninggalin comfort zone-ku untuk mempelajari perilaku-perilaku baru yang positif)
* Buat Catatn kehidupan (catat aktivitas-aktivitas harian dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya) katanya nih, setelah 3 minggu kita bakal tahu secara akurat nerapa lama waktu yg kita habiskan --cocoknya sih manfaatkan, waktu kan ngga bisa di habiskan, lahhh bergerak terus--. lagian, mencatat perkembangan itu penting untuk mempertahankan motivasi.
* Berpikir positif (kita, dipastikan akan selalu kecewasendiri, kalau memulai dengan sikap "semua atau tidak sama sekali") karena itu sebaiknya gunakan pendekatan, kalau dikerjakan 50% lebih baik dibandingkan sebelumnya, berarti kemajuan besar.

nah, kalau kita merasa tidak takut saat bikin resolusi dan bersikap lembut pada diri sendiri, kita berpeluang lebih besar membuatnya jadi kenyataan lho. karena sekarang sudah 1/3 tahun 2008, kenapa ngga lihat lagi resolusinya, terus susun lagi langkah-langkah yang direncanakan untuk meraihnya?

pasti senang sekali, kalau baru 1/3 tahun, kita sudah mampu meraih paling nggak 2 resolusi itu kan? berikutnya hanya tinggal bagaimana meraih yang diurutan berikutnya. semoga berhasil yaa...

oh ya, ini cuma sekedar untuk mengingatkan, sedikit sekali dari para penulis buku tips ini itu, yang benar-benar tahu, bagaimana harusnya kita melakukan sesuatu, jadi... jangan percaya mereka yaa, buktikan sendiri... bikin sendiri, jangan menunggu.



Senin, 07 April 2008

pengungkapan kebenaran di Aceh

Pepulang dari perjalan ke Timor Leste, 4-9 maret 2008 lalu, ada kegelisahan yang tak bisa kutahankan dalam hatiku. mungkin kegelisahan yang tak berdasar. hanya beberapa hal yang menurutku cukup mengganggu keinginan untuk memberi perhatian khusus pada upaya-upaya penyelesaian kasus pelanggaran HAM masa lalu di Aceh.

aku membuat beberapa perbandingan antara apa yang terjadi di Timor Leste, berdasarkan pengalaman CAVR atau komisi pengungkapan kebenaran dan Rekonsiliasi di RDTL. mewawancarai korban, bertemu dengan anggota parlemen, berdiskusi dengan teman-teman LSM pembela HAM dan mendengarkan pengalaman langsung para komisioner nasional dan regional. semua itu meninggalkan bekas mendalam dalam benakku. awalnya, beberapa kawan menganggapku terlalu emosional. ketika aku marah dan ngomel sampai menangis saat menyampaikan kepedihanku atas apa yang direncanakan banyak orang untuk tanah Endatu-ku ini.

sedikit saja, tentang upaya mensosialisasikan pentingnya dibentuk sebuah Komisi Pengungkapan Kebenaran diAceh. mengapa hanya pengungkapan kebenaran? tidak sekaligus rekonsiliasi seperti yang ada dibeberapa negara lainnya (ada kurang lebih 30 komisi serupa itu di seluruh penjuru bumi ini). dari wawancara dengan para korban pembantaian gereja Liquica, aku belajar bahwa pada titik tertentu, orang-orang akan menerima keadaannya, memaafkan mereka para pelakunya, tapi tak pernah berhenti menuntut tegaknya keadilan. penghukuman mungkin bukan sesuatu yang menjawab segala kepedihan yang diderita pasca kehilangan dan kesakitan itu.

bila, para korban di Timor Leste menerima ajakan untuk memberikan pernyataan kebenaran atas apa yang mereka rasakan, dengan alasan bahwa sudah saatnya mereka mencatat segala penderitaan itu sebagai sejarah yang akan dikenang orang sepanjang masa. pengorbanan mereka menuju kemerdekaan dari derita penjajahan dan pertikaian antar saudara. maka seorang Xanana saja mungkin sudah bisa menggerakkan hati mereka untuk bicara. tapi, bagaimana dengan para korban pelanggaran HAM di Aceh? akankah mereka mau bicara sejujurnya?

lihat Aceh dari dekat, upaya impunitas sudah dilaksanakan dengan baik sekali, lewat rancangan berbagai program kompensasi untuk para korban dan ex combatan. lihat efeknya? benarkah dendam sudah terlampiaskan? dengan cara apa, agar mereka sadar dan mau bicara, bersaksi tentang apa yang mereka alami? akan ada ketakutan yang luar biasa, berada dalam situasi seperti itu. bila para pelaku kejahatan ringan di Timor Leste kini sudah melakukan rekonsiliasi komunitas dan terjadi reintegrasi kembali dengan para korban. maka hal serupa itu, janganlah diharap akan terjadi pada masyarakat Aceh ini. bukan lah gaya kami untuk memaafkan dengan mudah.

beberapa waktu lalu, teman-teman dari DPRA sudah menyatakan kesiapan untuk memperjuangkan dibentuknya Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi di Aceh. dengan catatan penting, bahwa mereka harus dibahani dengan draft rancangan qanun atau naskah akademiknya. dan itu pula yang sedang dilaksanakan oleh teman-teman di tim substansi komite sipil untuk pengungkapan kebenaran Aceh. semoga dalam waktu dekat ini, draft tersebut bisa disampaikan kepada DPRA untuk dibahas. mungkin akan sangat baik, bila gaya dan cara yang dipakai pada saat perancangan UUPA tahun 2005-2006 lalu digunakan kembali. tetapi, akan sangat beda keberhasilannya karena yang dihadapi kali ini, adalah kevakuman hukum nasional. kevakuman hukum yang terus menerus menjadi alasan tertundanya pembentukan KKR di Aceh.

bila disatu sisi, kita berhadapan dengan kekuatan negara yang defensif dan represif, maka di sisi lainkita akan berhadapan dengan masyarakat korban serta para pihak yang kemungkinan besar juga menjadi aktor terjadinya pelanggaran HAM di Aceh selama kurun waktu 1989-1998, lalu 1998-2003 dan pada 2003-2005. tentulah, ini bukan kerja mudah. persiapan dan ketersediaan energi akan sangat berpengaruh akan keberhasilannya. kenapa? karena begitu banyak agenda negara ini yang bisa dimanfaatkan untuk mengalihkan issue.

tentu saja, tak seorangpun ini mengalami nasib serupa seperti para korban di Timor Leste yang tak tertangani dengan baik oleh pemerintah. kesibukan memperbaiki sistem negara dan campur tangan masyarakat internasional dengan segala cacat cela, sukses hebat dalam menerjemahkan keinginan masyarakat. namun akhirnya gagal diimplementasikan, karena persoalan-persoalan politik yang jelas-jelas, meski diklaim demokratis, tetapi sebenarnya masih berjubah tirani.

lusa nanti, aku dan kawan-kawan akan merancang sebuah metoda dan mengumpulkan materi untuk memuluskan perjuangan menuju terbentuknya komisi pengungkapan kebenaran di Aceh. sekaligus juga membulatkan kembali tekad untuk terus berjuang membela hak-hak korban. mengupayakan restitusi dan rehabilitasi bagi para korban. bisakah kau bayangka? ketika orang-orang mengklaim dirinyalah yang paling berhak, karena mereka adalah orang-orang yang memanggul senjata dan melakukan perlawanan. mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan yang tak pernah tercapai. sementara mereka yang setiap saat hidup dalam ketakutan, dicerabut dari hak-hak atas kemanusiaannya, dianggap hanya orang-orang lemah yang harusnya menerima bantuan apa saja tanpa boleh menuntut dan protes?

entahlah

Minggu, 06 April 2008

puisi-puisi gelisahku

Geuceu, 050408
*boy from the past*

kau pandanglah butir air yang jatuh di rumput taman, sore ini
adakah kau dengar keluh kesahnya?
berulang kali bertukar rupa
selalu menjalani lingkaran yg sama
mungkin abadi sepanjang umur bumi

tahukah engkau apa nyanyian rumput?
ketika embun meminjam helainya untuk bergayut
atau ketika belalang sembunyi menghalang diri dari panas
musim kering yang sebarkan perih ganas
tak sekalipun dia mengeluh
tak sehelaipun helainya luruh

dan, kakimu
juga benakmu
hendaklah merasa puas
atas hidup yang bebas
tak mengikatmu pada tanah

---- pulanglah -----

sudah kau dengarkah, sayang
tangis dari balik bukit
ketika api menghanguskan harapan
meninggalkan perih sakit
rumah dan ladang yang dimusnahkan
atas nama uang!

*man from east*
P-FM, 050408

dan tentang pengertian, sayang
saat kau hanya tertawa ketika kutanya mengapa kau tak menjawab inginku
akupun paham, begitulah caramu
mengungkapkan rindumu pada gelombang

*man from the moon*
kutaradja, 040408

Kutaradja, 3 April 2008

Langit terang, sayang
matahari tersenyum senang
bunga tanjung berguguran
menebar harum di sepanjang jalan
tentang semalam, sayang
tentu saja bukan khayalan
tak seperti buih di lautan
tetapi alunan gelombang

tenang-tenang, sayang
pelan-pelan saja
itu jalan masih panjang
kita atur sedemikian rupa
agar kita lewati dengan riang
setiap detik menjadi cerita

*man from the moon*

Kutaraja, 300308
My Rainman...

tadinya kukira, hanya saat kelam kau datang
menyapa, mengajak becanda lalu menghilang
tapi ternyata...
setiap waktu kau ada
mengungkap sayang sambil berdekapan
ahhh... kita pasti sedang dilenakan
penantian panjang yang hendak ditamatkan

meski tak senyata sengat hangat mentari
meski tak senyata basah derai hujan tadi
candamu, sehangat matahari pagi
kasihmu, seindah pelangi

laki-laki yang dicintai langit
yang berjanji diam-diam dengan awan
setiap rinai yang jatuh di tanah tuan
adalah bukti dunia kita tak sempit

kutaraja, 26 Maret 2008

camkan di benakmu, sayang
halau gelisahmu, sekarang
aku memang manusia
tapi tak kubantah, bila kau anggap srigala
itu anggapan pasti ada alasan
itu bantahan musti ada pembuktian

manusia berubah seiring laju waktu
berkta pengalaman dan persahabatan
perenungan dan perbuatan
tak ada sempat untuk membiarkan waktu beku
ingat-ingat, sayang
kita sedang menuju pulang

*man from east*
Fatahillah, 060408