Aku lagi mikir..Bisakah perempuan-perempuan di dunia ini berbahagia semua?
di Afrika, katanya charliz Teron, tiap 26 detik seorang perempuan diperkosa.. kok bisa ya? kenapa harus memperkosa? apa begitu sulitkah menahan diri? apakah karena perempuan-perempuan disana ngga ada yang pake baju?? kalau memang mereka diperkosa karena kemolekan tubuhnya? (lagian ini lebih banyak dijadikan alasan oleh banyak lelaki untuk memperkosa, karena perempuan sering mempertontokan auratnya)
lalu.. bagaimana perempuan bisa menjadi sekolah bagi anak-anaknya, bila 97% dari mereka tidak sadar akan arti kekerasan dalam rumah tangga? apa sih yang diajarkan pada mereka (kalau mereka pernah sekolah atau belajar ilmu agama?) sehingga mereka sama sekali tidak mengerti bahwa mereka sedang disakiti (baik fisik maupun mental?)
kata temanku.. udah ci, ngga usah terlalu dipikirin.. yang penting kan kita tidak masuk dalam kelompok korban. kita tidak membiarkan diri kita menjadi korban. kadang-kadang aku tidak bisa demikian saja membiarkan diriku tak berpikir. karena menurutku, berpikir itukan suatu kegiatan yang paling asyik.. jadi buat apa dunk aku belajar ini itu, peduli dan sadar? kalau tidak berpikir? bukankah itu bukti bahwa aku berbeda dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lain?
apa buah pikirmu ci? begitu tanya temanku itu..
sebuah strategi, agar perempuan-perempuan tidak diam ketika disakiti. mendidik mereka untuk lebih mandiri, ikut serta memikirkan hal lain selain diri sendiri. selain berusaha untuk berkulit putih dan digilai banyak laki-laki. tetapi berusaha selalu sehat akal dan tubuh. mengajak mereka membaca tentang banyak hal, menganalisisnya dari perspektif perempuan, lalu bicara pada laki-laki dengan terbuka, apa yang mereka inginkan.. apa yang mereka harapkan. mengapa cuma bicara ci? karena peran-peran sebagai negosiator and lobbyist tidak berakhir setelah konflik bersenjata berakhir.
aku bersepakat dengan para perempuan yang mengatakan bahwa kesempatan tidak harus ditunggu tetapi dicari. aku bersepakat bahwa sebagai perempuan, kami punya kekuatan yang harus diakui. menyakiti perempuan sama artinya dengan menyakiti dia yang memiliki surga di bawah telapak kakinya. semua perempuan memiliki surga, jadi.. jagalah surga itu, jangan rampas dengan kekerasan.
keinginanku sangat sederhana, membuat seorang perempuan yang kutemui tersenyum, menjadi lebih percaya diri dan tahu bagaimana memperlakukan dirinya lebih terhormat. menghargai tubuh dengan tidak membiarkan orang menjajah tubuhnya lewat produk-produk iklan dan aturan-aturan yang memberangus kebebasan pikirnya.
40 perempuan beranak satu membaca koran hari ini, sama artinya dengan 40 anak terselamatkan dari kebodohan struktural. mari hidup terhormat tanpa kekerasan terhadap perempuan. sadar tidak sadar, siapa saja bisa menjadi aktor kekerasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar