
seperti saat iseng baca judul ini "Rahasia Keinginan Seks Pria" dari okezone. apaan nih? apakah memang masih bisa disebut rahasia?
semasa kuliahan dulu, sering sambil ngulitin ayam buat pesenan orang pesta kawinan, dipagi-pagi buta. dari 10 pengelola peternakan ayam potong kecil-kecilan kami itu, 8 laki-laki diantaranya sering bicara blak-blakan tentang posisi seks dalam fantasi mereka. biasanya mereka bicarakan itu karena malam sebelumnya mereka begadang mempersiapkan ayam-ayam yang akan dijagal dan merebus air. pasti nonton film xxx yang sering disebut film biru.
herannya, 8 laki-laki itu bicara dengan santai dan vulgar hanya didepanku, dan akan bicara dengan kata-kata rahasia bila didepan teman perempuan yang satunya lagi. biar kata kuprotes, mereka selalu bilang dengan santai "emang kamu ngga kita anggap perempuan kok ci, laahh.. lihat aku bugil aja kamu santai ngga kelihatan bernafsu gitu" itu kata si AF. kalo TR (yang udah kenal bertahun-tahun sejak smp) bilangnya lain lagi "betul tuh ci, waktu sma kan kamu juga sudah diajak ikutan pestanya para cowok dikelas, dan tidak seorangpun yang berhasil bikin kamu tertarik pada penis kami"... hayaaaaahhhh... ini sih udah hiperbola!!
seingatku waktu SMA kelas 3, aku diajakin sama 18 cowok dikelasku untuk mengikuti prosesi cukur kumis dan jenggot menjelang Ebtanas, dimana mereka harus ngasih foto terbaru tanpa kumis dan jenggot diwajah. seingatku selain aku, mereka juga mengajak Dani (teman perempuan kami), tapi Dani tidak bisa ikut karena dilarang Bapaknya. memang yang mereka lakukan adalah bertelanjang dada, tapi tetap pakai jeans atau celana pendek selutut lalu memulai prosesi cukur mencukuri sesama mereka. dan tugasku adalah mengabadikan setiap kelakuan aneh itu (yg aku sendiri udah ngga tahu ada dimana sekarang foto-fotonya).
aku sudah berjilbab pada masa itu, meskipun jilbab hanya dipakai saat bepergian, dan kalau teman-teman bertandang kerumahku, mereka masih bisa mendapati aku pakai celana pendek plus kaos gombrong dengan rambut gondrong sepinggang yang dikepang rapi. ya begitu, saat itu jilbabku ngga lebih dari 5 potong, buat sekolah 3, buat kelayapan 2. warnanya putih, coklat, biru dan pink. gaya berjilbab hanya pada saat bepergian keluar rumah ini, dikenal dengan istilah "Jilbab Jenggo".. kyanya ini diambil dari istilah preman di film tua yang entah siapa pemainnya, tapi sepertinya si koboi bernama jango (kok aku malah ingatnya Django Reinhart?
).
).balik lagi ke obrolan semula. soal kebiasaan teman-teman sekolah dan kuliahku yang sering ngga nganggap aku sebagai perempuan, ternyata ngga berakhir sampai disitu saja. belakangan bersama dengan sejumlah musisi yang tergabung dalam sebuah kelompok musik yang aku manajeri. beberapa musisi muda inipun punya kebiasaan aneh. sering saat berganti kostum dan aku sedang berada disana untuk mengurusi beberapa persiapan di ruang ganti, dengan santainya mereka buka pakaian dan kadang-kadang dengan manja minta dipakaikan kostumnya olehku. meski pernah kuprotes bahwa tindakan itu tidak baik dan kurang sopan, mereka malah cengengesan sambil ngomong "sama mami kok malu? ada-ada aja...." halaahh!!
yang lebih aku herankan lagi, kenapa istri-istri temanku tidak ada yang cemburu padaku, karena suami-suami mereka kerap menghabiskn waktu bersamaku pada saat-saat dimana para suami itu seharusnya berada disisi istri atau bersama keluarganya. memang, kami biasanya sedang keasyikan berdiskusi sampai tengah malam bahkan jelang pagi. walaupun kadang-kadang yang mereka obrolkan adalah sex!! kalaupun aku protes dengan teriakan "wooii.. aku belum kawin, jangan cerita yang ngga aku ngerti dooong!!" mereka nggak ambil pusing. palingan kalo aku ancam dengan keinginan pulang atau pergi saja, baru mereka balik lagi ke topik semula. lagi-lagi, itu cuma bertahan beberapa menit terus pasti balik lagi ngobrolin soal orang dewasa
yang cuma aku pahami secra teori lewat bacaan dan dengarin orang ngobrol itu.
yang cuma aku pahami secra teori lewat bacaan dan dengarin orang ngobrol itu.aahh.. sekarang sudah tak mau ambil pusing lagi, mau ngobrol apa saja ... silakan, udah malas protes, toh mereka tetap saja akan mengunciku dengan kata-kata yang sama setiap saat "emangnya kamu perempuan ci?.. secara fisik mungkin, tapi inside? kamu sama nih sama kita-kita". mau protes apa lagi? lah mungkin saja anggapan mereka benar. lagipula, tak ada gunanya aku maksa mereka nerima kenyataan bahwa aku perempuan, luar dalam. they don't care at all.
setelah aku pikir-pikir dan ingat-ingat lagi, mungkin saja teman-temanku itu hanya membalas reaksiku yaa? aku ngga pernah bereaksi malu atau tertarik melihat para lelaki itu bugil didepanku, dalam pikirku itu kan memang sudah hak otonomi mereka, alat reproduksi yang mereka punya sejak lahir. kalau mereka saja tidak risih memperlihatkannya, kenapa aku musti risih dan mikir? mereka kan teman-temanku, manusia. prinsipku tak pernah berubah sejak dulu, sekali engkau masuk dalam kotak hatiku yang berlabel teman, maka sampai mati engkau adalah teman dan aku tidak akan pernah sekalipun mengubah rasa dan tindakku selain sebagai teman. kecuali dari awal engkau sudah kumasukkan dalam label "kesayangan" maka.. ada kemungkinan aku akan mengembangkan rasa dan sikap yang berbeda. biasanya orang-orang ini tidak berawal dari posisi teman.
aahh.. tulisan ini jadi tidak fokus. ya begini kalau sambil siaran, pengen ngetikin sesuatu, baca sesuatu dan jadilah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar