Rabu, 12 November 2008

agar kau tahu, dik

Aku tak merasa senang sedikitpun mendengar rintihanmu
Aku tak merasa senang sedikitpun melihat kau menahan sakit
Aku sama sekali tak nyaman menemukan luka-lukamu
Bagiku, sakitmu adalah kekalahanku tanpa bertanding

Putih kuning bening kulitmu bernoda
darah dan bekas luka
meski hanya menyebar ditubuh sebelah kirimu
kau harusnya mengerti, gerangan apa rahasia-NYA

Aku tak diam mendengarmu berteriak dan mengaduh
Aku hanya tak ingin semua orang menatap kita
Mata kaki dan Pahamu bengkak berdarah nanah
Dagumu terkelupas sisakan bekas hitam

Jangan pikirkan seprai kita jadi kotor
atau selimutku menyerap obat itu
tidur-tidur dan lupakan sejenak 
Kau tak lumpuh dinda, kau masih bisa berjalan tegak

aku tak akan melarangmu naik motor lagi
aku tak menghambatmu pergi naik gunung manapun yang kau suka
aku tak akan mengurungmu berhari-hari
aku hanya ingin kau sadari, luka itu akibat tindak lakumu sendiri

Dinda tersayang, buah hati
Tak ada yang marah padamu
semua benda masih bisa dicari ganti
tapi, sehat jiwa dan ragamu adalah kebahagiaanku

mengakulah, kau memang tak sempurna
pahamilah, tak semua orang bisa mencintaimu
tak usah berjuang memenangkan hati mereka
cukup kau tahu, aku bersamamu

belajarlah, Dindaku
punguti olehmu Hikmah peristiwa
Hakikat hidup adalah berproses
kau tak bisa dewasa tanpa lewati perih pedih tubuh diterpa waktu

--kasih tak berbatas untuk seorang Suci--

Tidak ada komentar: