kalau mau baca langsung dimana artikel ini di ambil untuk di Copas dan sebarluaskan dimari, silakan klik.
kalau malas keluyuran kesana, baca .. silakan baca

BAGI sebagian pasangan, terkadang kehamilan bukan sesuatu yang direncanakan. Tapi sikap berhati-hati tetap harus dilakukan, karena anak yang diturunkan oleh pria berusia di atas 40 tahun kemungkinan besar berisiko terlahir cacat.
Mengenai hal itu, psikolog yang concern di bidang psikologi anak Rudangta Arianti Sembiring, Psi, mengungkapkan bahwa usia ayah memengaruhi kondisi kesehatan fisik dan psikologi anak yang akan dilahirkan sang ibu kelak.
"Sebaiknya untuk seorang wanita usia 40 tahun itu sudah berhenti memiliki anak. Karena secara statistik saat melahirkan di usia tersebut akan membuat anak terlahir bermasalah dan kemampuan ibu untuk merawat juga sudah berkurang. Pun demikian dengan pria. Kendati sebenarnya secara biologis pria berusia 40 tahun masih mampu bereproduksi, tapi kemampuan untuk berkomunikasi dan memahami anaknya itu sudah berkurang," ucap Rudangta saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (29/10/2008).
Tak hanya sebatas itu saja, sambung Rudangta, kesanggupan secara ekonomi juga harus dipertimbangkan.
"Dari segi ekonomi harus sudah dipikirkan matang-matang sanggup menanggung berapa anak. Sebab bila memiliki banyak anak dari segi perhatian pasti akan kurang. Sementara perhatian kepada anak seperti kebutuhan kasih sayang, komunikasi, biologis, dan pendidikan itu harus dipenuhi. Sehingga harus dipikirkan betul," papar wanita ramah ini.
Lebih lanjut staf pengajar di Universitas Kristen Satya Wacana ini mengungkapkan, saat sang ibu maupun ayah telah berumur, maka risiko untuk memiliki anak yang kekanak-kanakan lebih tinggi.
"Selain berisiko terlahir cacat, anak bungsu yang usianya terpaut jauh dari kakaknya akan membuat dia memiliki sifat kekanak-kanakan. Sehingga secara psikologis kurang matang dan membuatnya merasa terbebani di pergaulan mereka kelak," ungkapnya.
Meskipun risiko memiliki anak di usia matang lebih tinggi dari usia dewasa awal, namun Anda tetap dapat menambah keturunan saat memiliki support system yang baik.
"Kalau memang ada support system (dukungan) dari keluarga semisal nenek, tante, atau kakak yang bisa membantu mengasuh anak. Maka keinginan untuk menambah keturunan masih bisa dipertimbangkan," pungkasnya. (nsa)
---pikirkanlah tentang kesehatan reproduksi sang Ibu, jangan hanya memikirkan tentang anda (laki-laki) harus punya anak saja---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar