Kamis, 25 September 2008

silakan dicela..

kalau dalam kalangan keluarga di Lhokseumawe, aku punya nama panggilan tambahan yang cuma disebut-sebut ketika kecil sampai kuliah. "rakus" atau "mesin perontok" karena doyan makan dan bentuk badan ndak berubah meski jumlah asupan makanannya ngga kira-kira  banyaknya.

yupp.. benar, ketika masih pake celana monyet seperti ini:

aku makannya banyak lhoo.. terutama buah-buahan. karena menurut kabar sebuah cerita yang berembus dalam pertemuan keluarga, aku pernah menghilang di sebuah pasar saat singgah makan siang dalam perjalanan menuju Kota Medan. dan setelah hampir sejam hilang, keluarga menemukan aku sedang makan rambutan disebuah kios penjual buah-buahan, dan didepanku menumpuk kulit rambutan dan jeruk (setelah diperkirakan, total buah yang aku makan, beratnya satu kilogram)

selanjutnya, ketika sudah makin besar menuju remaja SMA, aku masih punya kebiasaan makan buah yang ngga kira-kira anehnya. pernah, suatu malam sepulang dari Banda Aceh, Bapak bawa pulang Apel kuning nan segar sebanyak 5 KG, dan sebagai anak baik yang bersedia menunggui bapak pulang untuk bukain pintu, maka aku dapat hak istimewa makan apel sepuasnya. hasilnya adalah... dari 5 KG, aku berhasil merontokkan 2 KG sendirian malam itu. besoknya aku mules-mules ngga bisa sekolah dan terkena penyakit yang paling aku hindari dalam hidupku yaitu "Mencret". apakah aku kapok saudara-saudara?? tidaaakk... dua hari kemudian, Bapak datang lagi dari Banda Aceh dan bawa apel dalam jumlah yang lebih banyak, maka... lagi-lagi aku diberi hak istimewa untuk makan paling banyak, suksess.. kali ini ngga pake Mencret lagi... hehehhehe

semua berubah, ketika aku mulai kuliah di Banda Aceh dan jarang dapat kiriman duit dari Bapak, sehingga aku harus menggunakan berbagai ilmu untuk bertahan hidup dan makan secukupnya tanpa harus kehilangan harga diri. jadi praktek yang biasa dilakukan adalah, menghadiri semua undangan makan, baik perkawinan maupun maulud. yang penting bertahan hidup lah. bahkan pernah aku ndak ketemu nasi selama seminggu, cuma ada buah Mangga dan se-toples abon simpanan teman sekamarku yang mudik (aku ndak mudik karena ndak ada duit beli tiket). sejak itu pula, aku mulai mengurangi ketergantungan pada nasi dan mulai menahan diri dari keinginan makan. dan kebiasaan itu terbawa sampai hari ini, satu-satunya yang menggugah selera makanku adalah BUAH-BUAHAN. meskipun kalau sesekali nemu makanan sedap lainnya tetap diembatlah.

salah satu makanan kesukaanku adalah ini;
dan beginilah aku kalau sedang menikmati si kerang rebus yang empuk, lemak dan pedas bumbunya itu
hehehehe.. silakan dicela... saya sudah ikhlas kok...

Tidak ada komentar: