susah memang, bila sudah puluhan tahun harus hidup bersama sepasang pantat botol yang digeletakin diatas batang hidung yang ceper ini, apalagi kalau akibat kecerobohan sendiri, itu pantat botol melorot dan jatuh.. atau kadang-kadang tertepis dari wajah karena asal narik jilbab dari kepala.seminggu lalu,kacamata ke-dua tahun ini, jatuh lagi dan lensa kirinya retak. tetap dikenakan, karena memang kacamata cadangan juga udah hancur ensa kirinya (aneh.. kenapa melulu lensa kiri yang bermasalah??)
tadinya, mau tetap dipakai sampai tiba waktunya mudik, sekalian mau diganti lensanya di optik asalnya. tapi, melihat retakan yang tepat ditengah mata itu plus kebiasan buruk-ku suka tidur tengkurap tanpa ngelepas kacamata atau sekedar menangkup wajah di meja mixture (ketiduran sambil nungguin jam siaran berakhir), maka dengan berat hati, ditengah kebutuhan menjelang hari raya yang meningkat drastis, maka dengan ungkapan "reparasi mendesak" akhirnya aku relakan sajalah sejumlah duit bertukar dengan kacamata baru yang bentuknya selalu begitu... begitu selalu, padahal sesekali aku pengen punya kacamata berbentuk daun, atau stroberi (bentuk, bukan warnanya
) Alhamdulillah, kali ini nemu frame yang ngga perlu di setel sana sini berulang kali, begitu dicoba, langsung nemplok enak dibatang hidung ceperku. urusan cantik atau cocok, itu numero 26 saja dalam urutan pertimbanganku (ini wajah mau diatur atau didandani bagaimanapun, memang sudah ndak ada harapan untuk diperbaiki .. udah mutlak demikian saja, Alhamdulillah masih punya wajah, dilengkapi dengan otak yang bisa dimanfaatkan untuk merawat anugerah Allah SWT
)ada yang menarik, dalam 2 tahun ini aku sudah berganti 3 kacamata, sangat berbeda dengan beberapa tahun yang lewat, kalau belum pecah atau patah framenya, tak pernah berganti. dan ternyata ada fenomena menarik juga setiap kali berganti kacamata, aku selalu ngalamin perubahan ukuran silindrisnya. tahun 2007, Maret ganti pertama sekali pasca tsunami, silindris mata kanan hilang sama sekali, dari ukuran 50 sebelumnya, tapi minusnya berpindah dari 5.50 jadi 6.00 sedangkan yang kiri minusnya nambah dari 5.00 jadi 5.50 dan silindrisnya juga ikut-ikutan nambah jadi 100. terus 2008, Januari ukuran berubah lagi, kiri tetap dan yang kanan minus 6.00 silindrisnya balik lagi jadi 50.
terakhir, 2008 september, berubah lagi silindris kiri balik ke 75 dan kanan tetap. anehnya, kali ini meriksanya manual, ngga pakai mesin pengukur fokus untuk memastikan lensa yang dibuat nanti tidak bikin mata lelah karena fokusnya bergeser sana sini. tapi, kok rasanya enak ya? mungkin setelah seminggu belekan karena pakai kacamata retak yaa?
Alhamdulillah, sebenarnya tidak begitu peduli soal trend frame terkini, yang penting lensanya pas.. mengingat ukuran minusku yang ngga main-main ditambah asimetrisnya posisi kuping tempat menyangkutkan gagang kacamata
, ini yang sering bikin repot. kadang-kadang, kalau tidak disemat disela rambut, kacamatanya sering meluncur turun sendiri. duwh, semoga sampai tahun depan ngga perlu ganti kacamata lagi, ngga hemat dan duitnya bisa buat yang lain. anyway, aku ngga pernah beruntung setiap kali ganti kacamata, orang lain bisa dapat frame yang bagus dengan harga murah, laahh aku ngga pernah dapat, sangat tidak manusiawi bila kita harus mengeluarkan 500 ribu untuk sebatang frame saja? tapi mau bagaimana lagi?? tanpa kacamata, aku tidak bisa bekerja untuk mencari penghasilan. sekarang cuma berharap, kecerobohanku berkurang banyak, sehingga bisa menghemat pengeluaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar