tempo hari, akhir tahun 2007 atau hampir disetiap akhir tahun, pasti ada aja yang ngajak bikin resolusi kan?
naaaahh.. kalau kita buat resolusi terus melanggarnya, tentu saja kita tidak sendiri! Israel dan Amerika, sering juga kok melanggar Resolusi yang mereka tanda tangani sendiri. menurut sebuah penelitian di sebuah negara yang dianggap sebagai negara paling kuat di dunia ini. ternyata, hanya 8 persen saja orang yang berhasil mencapai tujuang-tujuan mereka untuk tahun berikutnya atau yang lebih kita kenal dengan sebuta resolusi tahun baru itu.
tapi, ada juga orang bernama Rhonda Britten yang disebut pelatih hidup (huuh.. gaya amat, kya yang bisa hidup tanpa dilatih Tuhan saja lagaknya) dalam bukunya "Change your life in 30 Days" ahh jadi inget pada pelem 30 hari mencari cinta yang kyanya membaca buku-buku tips seperti ini, dan masih tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkan. so.. ini sama sekali bukan barang baru lagi kan?
tapi, marilah kita coba tela'ah, apa sebenarnya yang ingin dikatakan oleh life coach itu. katanya niiiihh, kalau mau sukses meraih resolusi, maka kita harus:
* Cari dukungan (untuk mengubah perilaku, penting untuk mendapat dukungan)
* Tekadkan untuk mencapai tujuan (untuk mencapai tujuan resolusi, pasti akan mengalami naik turun --push up maksudnya?--, tapi disarankan untuk tidak membiarkan kekecewaan menghambat tekad kita. dan disarankan juga untuk tidak mengandalkan perasaan sebagai barometer untuk pencapaian kita. dan kita harus berani bilang "aku mau ninggalin comfort zone-ku untuk mempelajari perilaku-perilaku baru yang positif)
* Buat Catatn kehidupan (catat aktivitas-aktivitas harian dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya) katanya nih, setelah 3 minggu kita bakal tahu secara akurat nerapa lama waktu yg kita habiskan --cocoknya sih manfaatkan, waktu kan ngga bisa di habiskan, lahhh bergerak terus--. lagian, mencatat perkembangan itu penting untuk mempertahankan motivasi.
* Berpikir positif (kita, dipastikan akan selalu kecewasendiri, kalau memulai dengan sikap "semua atau tidak sama sekali") karena itu sebaiknya gunakan pendekatan, kalau dikerjakan 50% lebih baik dibandingkan sebelumnya, berarti kemajuan besar.
nah, kalau kita merasa tidak takut saat bikin resolusi dan bersikap lembut pada diri sendiri, kita berpeluang lebih besar membuatnya jadi kenyataan lho. karena sekarang sudah 1/3 tahun 2008, kenapa ngga lihat lagi resolusinya, terus susun lagi langkah-langkah yang direncanakan untuk meraihnya?
pasti senang sekali, kalau baru 1/3 tahun, kita sudah mampu meraih paling nggak 2 resolusi itu kan? berikutnya hanya tinggal bagaimana meraih yang diurutan berikutnya. semoga berhasil yaa...
oh ya, ini cuma sekedar untuk mengingatkan, sedikit sekali dari para penulis buku tips ini itu, yang benar-benar tahu, bagaimana harusnya kita melakukan sesuatu, jadi... jangan percaya mereka yaa, buktikan sendiri... bikin sendiri, jangan menunggu.
naaaahh.. kalau kita buat resolusi terus melanggarnya, tentu saja kita tidak sendiri! Israel dan Amerika, sering juga kok melanggar Resolusi yang mereka tanda tangani sendiri. menurut sebuah penelitian di sebuah negara yang dianggap sebagai negara paling kuat di dunia ini. ternyata, hanya 8 persen saja orang yang berhasil mencapai tujuang-tujuan mereka untuk tahun berikutnya atau yang lebih kita kenal dengan sebuta resolusi tahun baru itu.
tapi, ada juga orang bernama Rhonda Britten yang disebut pelatih hidup (huuh.. gaya amat, kya yang bisa hidup tanpa dilatih Tuhan saja lagaknya) dalam bukunya "Change your life in 30 Days" ahh jadi inget pada pelem 30 hari mencari cinta yang kyanya membaca buku-buku tips seperti ini, dan masih tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkan. so.. ini sama sekali bukan barang baru lagi kan?
tapi, marilah kita coba tela'ah, apa sebenarnya yang ingin dikatakan oleh life coach itu. katanya niiiihh, kalau mau sukses meraih resolusi, maka kita harus:
* Cari dukungan (untuk mengubah perilaku, penting untuk mendapat dukungan)
* Tekadkan untuk mencapai tujuan (untuk mencapai tujuan resolusi, pasti akan mengalami naik turun --push up maksudnya?--, tapi disarankan untuk tidak membiarkan kekecewaan menghambat tekad kita. dan disarankan juga untuk tidak mengandalkan perasaan sebagai barometer untuk pencapaian kita. dan kita harus berani bilang "aku mau ninggalin comfort zone-ku untuk mempelajari perilaku-perilaku baru yang positif)
* Buat Catatn kehidupan (catat aktivitas-aktivitas harian dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya) katanya nih, setelah 3 minggu kita bakal tahu secara akurat nerapa lama waktu yg kita habiskan --cocoknya sih manfaatkan, waktu kan ngga bisa di habiskan, lahhh bergerak terus--. lagian, mencatat perkembangan itu penting untuk mempertahankan motivasi.
* Berpikir positif (kita, dipastikan akan selalu kecewasendiri, kalau memulai dengan sikap "semua atau tidak sama sekali") karena itu sebaiknya gunakan pendekatan, kalau dikerjakan 50% lebih baik dibandingkan sebelumnya, berarti kemajuan besar.
nah, kalau kita merasa tidak takut saat bikin resolusi dan bersikap lembut pada diri sendiri, kita berpeluang lebih besar membuatnya jadi kenyataan lho. karena sekarang sudah 1/3 tahun 2008, kenapa ngga lihat lagi resolusinya, terus susun lagi langkah-langkah yang direncanakan untuk meraihnya?
pasti senang sekali, kalau baru 1/3 tahun, kita sudah mampu meraih paling nggak 2 resolusi itu kan? berikutnya hanya tinggal bagaimana meraih yang diurutan berikutnya. semoga berhasil yaa...
oh ya, ini cuma sekedar untuk mengingatkan, sedikit sekali dari para penulis buku tips ini itu, yang benar-benar tahu, bagaimana harusnya kita melakukan sesuatu, jadi... jangan percaya mereka yaa, buktikan sendiri... bikin sendiri, jangan menunggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar