Kamis, 24 April 2008

jangan...

ada hal yang terus menerus merasuki pikiranku. ketika kurasakan rindu yang aneh, mendesak-desak dalam rongga dadaku, aku mengalihkan rasa itu dengan melukis bingkai wajahmu sebisa yang kuingat dibenakku.
mendengarkan lagu yang menjadi inspirasiku, meski kusadari sampai hari ini, aku tak sungguh percaya padamu. maafkan aku untuk kebodohan serupa itu.


nanti, bila kita bertemu lagi, aku senang saja, bila kau bisa menyanyikan lagu ini lagi;


Sesaat Kau Hadir
By Utha Likumahuwa

engkau datang, ketika aku jatuh bangun dan jatuh
dalam langkah menyusuri kehidupanku yang kelam
dan hampir hampir ku tak dapat melangkah lagi

dirimu hadir, bagaikan sinar menerangi jalanku
kau tunjukkan arah mana yang kini harus kutempuh
agar ku tak sesat lagi seperti dulu

bersama bayanganmu kasih
seakan-akan kuterjaga dari mimpi-mimpi
dari kehidupan yang semu dan melenakanku
membuatku terlupa akan segala-galanya

hari ini, hari ini aku mencoba berdiri dan melangkah lagi
bila esok sinar mentari pagi kan bersinar lagi
aku kan menuju cita-cita yang pasti

entah sudah berapa kali, aku mendengar kau menyanyikan lagu itu bersama mereka, teman-temanmu yang seperti keluargamu sendiri. dan aku selalu saja berharap, akulah yang kau maksud dalam lagu itu. tapi, aku tahu tentu saja kau tak akan mudah mengakui itu begitu saja. lagi pula, aku harusnya sadar, mungkin aku bukan perempuan pertama yang menerima lagu itu darimu. tapi ada satu yang selalu kuingat seumur hidupku, suaramu bagus saat menyanyikan itu. mungkin ini mimpi yang bagus untuk perempuan seaneh aku.

IT WOULDN'T DO TO DWELL ON DREAMS - NO MATTER HOW PLEASANT THE DREAMS MIGHT BE

aku selalu tidur dengan mimpi memelukmu. maafkan aku atas kelancangan dan keliaran anganku. kuharap, jangan biarkan anganku menjadi nyata begitu saja. jangan biarkan semuanya jadi mudah buat kita. pergilah kemana suka, cari saja dimana kebahagiaanmu berada. tapi nanti bila kau rasa lelah, dan aku masih berdiri sendiri menunggumu, pulanglah. jangan ragukan langkahmu menuju pelukku. meski sesaat, kuharap arti hadirku bisa kau rasakan dan kau selami maknanya.

bila saat ini, kau rasa secuil saja gelisah dan rindu yang menggoda kesepian waktumu, jangan ragu untuk mengatakannya. kita tak pernah tahu, berapa waktu yang kita punya. mari, jangan sia-siakan waktu untuk berbahagia. jangan ragu untuk memanggilku lalu ungkap saja resahmu.

Tidak ada komentar: