Kamis, 07 Februari 2008

keluhku

pada awan-awan berarak di kebiruan angkasa
kurapalkan bait-bait kebencian pada gemerlap kebohongan
yang tak pernah punya jeda sekejap
terus baluriku dengan puing-puing retak nestapa
karena awan adalah lambang ketidak pedulian
marak sesaat memburai hilang dalam lintas kala
karena awan adalah pertanda kebekuan
menyatukan titik-titik keabadian pada semesta basah

dan pada ombak gelombang samudera tenang dan garang
kukeluhkan lara menerpa raga dan rasa
yang senantiasa setia kembali dalam peluk sang pantai
dibawah lambaian gemulai sang nyiur
diantara karang-karang tajam pelindung angkuh
kesabarannya adalah pasrah
karena ombak adalah jalan hidup
karena gelombang adalah tantangan tak berirama
tak ada henti
tak punya nada dan biru pasti
dan tujunya adalah bukan akhir

keluh bait-bait kepedihan tak kan berhenti
tujunya bukan akhir perjalanan cita
rapal bait-bait kesakitan tak kan berakhir
walau laut, langit adalah biru yang dicari

Tidak ada komentar: