tengadah pada langit malam
biru hitam menelan badan
dalam diam bintang melayang
lumpuh rasa tak berbayang
ini aku si jahanam
tunduk berserah di hadapan Tuan
kaki, tangan, leher... patahlah!
darah, empedu, keringlah!
sebutir zarrah
aku pasrah
raga, lama tlah mengaku diri
lelah hidup dengan jiwa mati
tak guna sembunyi
dari dosa sendiri
nyala api di langit
janjikan nyata, kala merasa sempit
ada kemudahan
setelah berkubang kesulitan
iyya qana' budu wa iyya qanasta'in
biru hitam menelan badan
dalam diam bintang melayang
lumpuh rasa tak berbayang
ini aku si jahanam
tunduk berserah di hadapan Tuan
kaki, tangan, leher... patahlah!
darah, empedu, keringlah!
sebutir zarrah
aku pasrah
raga, lama tlah mengaku diri
lelah hidup dengan jiwa mati
tak guna sembunyi
dari dosa sendiri
nyala api di langit
janjikan nyata, kala merasa sempit
ada kemudahan
setelah berkubang kesulitan
iyya qana' budu wa iyya qanasta'in
Tidak ada komentar:
Posting Komentar